Oct 22, 2026
factcheck

Gus Ipul: Pameran Canvas of Dreams Dorong Talenta Seni Pelajar

Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan apresiasi tinggi terhadap gelaran pameran seni bertajuk Canvas of Dreams. Menurutnya, ajang ini menjadi bukti nyata bahwa ana...

Gus Ipul: Pameran Canvas of Dreams Dorong Talenta Seni Pelajar

Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan apresiasi tinggi terhadap gelaran pameran seni bertajuk Canvas of Dreams. Menurutnya, ajang ini menjadi bukti nyata bahwa anak-anak Indonesia memiliki potensi luar biasa yang harus terus difasilitasi. Pameran yang berlangsung selama sepekan di Gedung Kesenian Kota Pasuruan itu berhasil menyedot perhatian publik dan menghadirkan atmosfer kreativitas yang membanggakan.

Apresiasi untuk Generasi Muda

Dalam sambutannya saat membuka pameran, Gus Ipul menekankan bahwa ruang ekspresi seperti Canvas of Dreams tidak sekadar memajang karya, melainkan menjadi panggung pengakuan bagi para pelajar. “Anak-anak ini butuh tempat untuk menunjukkan apa yang mereka bisa. Pameran seperti ini membuat mereka percaya diri dan semakin cinta pada seni,” ujarnya. Ia menambahkan, setiap goresan kuas dan sapuan warna yang terpajang adalah cerminan imajinasi dan ketekunan yang harus dihargai setinggi-tingginya. Gus Ipul juga menyebut bahwa seni berperan penting dalam membentuk karakter, mengasah kepekaan sosial, dan membangun kemampuan berpikir kritis sejak dini.

Ratusan Karya Menghiasi Galeri

Memasuki ruang utama gedung, pengunjung disambut deretan kanvas dalam berbagai ukuran yang menggantung rapi di sepanjang dinding. Total lebih dari 200 lukisan dan instalasi seni hasil karya siswa dari 28 sekolah dasar dan menengah di wilayah Pasuruan dan sekitarnya turut dipamerkan. Tema yang diangkat sangat beragam, mulai dari keindahan alam, kehidupan perkotaan, hingga fantasi futuristik yang menggambarkan dunia impian anak-anak. Salah satu karya yang menonjol adalah lukisan bertema “Harmoni Negeri” yang menggambarkan keragaman budaya Indonesia dalam paduan warna-warni cerah. Panitia penyelenggara, yang berasal dari komunitas pendidik seni lokal, mengaku bahwa antusiasme peserta tahun ini melampaui target. “Kami awalnya hanya menargetkan 120 karya, nyatanya pendaftar membludak dan setelah dikurasi, akhirnya 200 karya yang lolos,” ungkap Arini, koordinator pameran.

Pelajar Ungkap Kebahagiaan

Bagi para pelajar, terlibat dalam Canvas of Dreams menjadi pengalaman tak terlupakan. Naura, siswi kelas IX dari salah satu SMP di Pasuruan, mengaku bangga karyanya bisa dipandang oleh publik dan bahkan diapresiasi langsung oleh wali kota. “Saya tidak menyangka lukisan tentang hutan impian saya bisa terpilih. Ini menambah motivasi saya untuk serius menekuni seni lukis,” katanya. Hal senada diungkapkan oleh Dimas, pelajar SMA yang menampilkan karya kolase dari bahan daur ulang. Menurutnya, pameran ini memberi pelajaran bahwa kesenian bukan hanya hobi, tetapi juga dapat menjadi medium menyampaikan pesan lingkungan. Banyak di antara mereka berharap ajang semacam ini bisa diadakan rutin dan menjangkau lebih banyak sekolah, terutama di daerah pinggiran yang minim akses terhadap panggung seni.

Komitmen Dukung Pendidikan Seni

Gus Ipul menegaskan bahwa pemerintah kota tidak akan tinggal diam melihat semangat pelajar. Ia menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat untuk merancang program pendampingan seni di sekolah-sekolah, termasuk menyediakan fasilitas studio mini dan pelatihan dari seniman profesional. “Kami akan alokasikan anggaran untuk pengembangan bakat seni anak-anak. Pameran ini harus menjadi titik awal, bukan perayaan sesaat,” tegasnya. Selain itu, ia juga menggandeng beberapa lembaga swasta agar bersedia menjadi sponsor bagi pameran-pameran serupa di masa depan, sehingga kesempatan bagi anak-anak untuk unjuk karya semakin terbuka lebar.

Harapan untuk Ekshibisi Selanjutnya

Melihat kesuksesan Canvas of Dreams tahun ini, panitia dan pemerintah daerah berencana menjadikannya agenda tahunan dengan skala yang lebih luas. Bahkan, wacana untuk mengundang partisipasi dari kota-kota tetangga mulai dibicarakan agar semangat berkarya tidak berhenti di level lokal. Gus Ipul menutup kunjungannya dengan menyampaikan harapan agar seni tidak lagi dianggap sebagai pelajaran sampingan, melainkan salah satu pilar utama dalam mencetak generasi yang inovatif dan berkarakter. “Dari kanvas inilah lahir mimpi-mimpi besar yang kelak akan mewarnai masa depan Indonesia,” pungkasnya. Dengan adanya dukungan penuh dari berbagai pihak, pameran Canvas of Dreams diharapkan terus menjadi wadah abadi bagi pelajar untuk menorehkan kreasi tanpa batas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User