Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan mengalami erupsi pada Minggu pagi dengan melontarkan kolom abu vulkanik tebal yang membumbung tinggi ke udara.
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan terjadi tepat pada pukul 06.20 WIB. Tinggi kolom letusan teramati mencapai sekitar 900 meter di atas puncak Mahameru, atau berada di ketinggian kurang lebih 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kronologi dan Pantauan Aktivitas Vulkanik
Pengamatan visual dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru di Gunung Sawur mengonfirmasi bahwa kepulan asap kawah teramati berwarna putih hingga kelabu tebal dengan intensitas condong mengarah ke sektor tertentu mengikuti arah angin.
- Pukul 06.00 WIB: Alat pemantau kegempaan (seismograf) mulai merekam peningkatan getaran gempa letusan serta tremor harmonik berskala mikro di area kawah Jonggring Saloko.
- Pukul 06.20 WIB: Erupsi utama terjadi, memuntahkan material abu vulkanik pekat setinggi 900 meter dari bibir kawah aktif. Amplitudo maksimal terekam pada seismogram dengan durasi getaran mencapai puluhan detik.
- Pukul 07.00 WIB: Abu vulkanik terdispersi ke arah barat daya dan selatan, menyelimuti area lereng atas pegunungan tanpa laporan korban jiwa maupun kerusakan pemukiman warga.
"Kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu tebal dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat daya. Masyarakat kami imbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan," tegas petugas pemantau PVMBG dalam laporan resminya.
Zona Bahaya dan Rekomendasi Resmi PVMBG
Menanggapi eskalasi aktivitas ini, PVMBG menetapkan sejumlah rekomendasi ketat bagi masyarakat setempat, penambang pasir, maupun para pendaki guna mengantisipasi ancaman bahaya primer maupun sekunder:
- Sterilisasi Sektor Tenggara: Melarang segala bentuk aktivitas masyarakat di sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak pusat erupsi.
- Sempadan Sungai: Menjauhi area sempadan sungai hingga jarak 500 meter di sepanjang tepian Besuk Kobokan karena rawan terlanda perluasan awan panas guguran (APG) dan aliran lahar.
- Radius Kawah Aktif: Menghindari pergerakan dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif/puncak Gunung Semeru karena potensi lontaran batu pijar yang berbahaya.
- Kewaspadaan Lahar Dingin: Memperketat pengawasan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sarat, khususnya saat hujan dengan intensitas lebat turun di area hulu.
Hingga laporan ini diturunkan, status aktivitas Gunung Semeru tetap dipantau secara ketat selama 24 jam nonstop. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang telah menyiagakan personel relawan dan logistik darurat untuk mengantisipasi potensi sebaran abu vulkanik ke area perkampungan terdekat.
Comments (0)