Sep 14, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

Gunung Bromo — Puluhan Petugas Karhutla Tumbang Akibat Asap Pekat

Kabut asap tebal membubung tinggi menyelimuti kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Di balik kepulan abu dan vegetasi yang hangus terbakar,

Gunung Bromo — Puluhan Petugas Karhutla Tumbang Akibat Asap Pekat

Kabut asap tebal membubung tinggi menyelimuti kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Di balik kepulan abu dan vegetasi yang hangus terbakar, terhampar pertempuran sengit para petugas pemadam kebakaran di garis depan. Namun, ancaman di medan pertempuran ini bukan hanya jilatan api yang menjalar cepat, melainkan juga racun tak kasat mata yang perlahan melumpuhkan fisik para penjinak si jago merah.

Sedikitnya 50 personel pemadam kebakaran dilaporkan mengalami gangguan kesehatan serius akibat paparan asap pekat selama proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area Gunung Bromo. Gejala mendasar seperti pusing hebat, mual, hingga batuk kering yang tak kunjung berhenti menjadi keluhan utama yang memaksa sebagian dari mereka mendapatkan penanganan medis darurat di posko kesehatan lapangan.

Kondisi Lapangan dan Ancaman ISPA

Paparan partikel mikro yang terkandung dalam asap karhutla, terutama PM2.5 dan gas karbon monoksida, menjadi pemicu utama memburuknya kondisi fisik para petugas. Medan geografis Bromo yang berbukit serta terpaan angin kencang memperparah sebaran asap, membuat jarak pandang memendek dan konsentrasi racun di udara meningkat tajam.

“Napas terasa sangat berat dan kepala pening seperti ditimpa beban berat. Kami terus menyemprotkan air dan membuat sekat bakar, namun asap pekat kerap mengurung kami tanpa ampun,” ungkap salah seorang petugas pemadam yang sempat mendapat perawatan oksigen di posko pemadaman.

Evaluasi Perlengkapan dan Fasilitas Keselamatan

Keterbatasan alat pelindung diri (APD) yang memenuhi standar spesifik pemadaman karhutla menjadi celah krusial di lapangan. Sebagian besar petugas di garis depan hanya dilengkapi dengan masker kain biasa atau masker bedah standar yang tidak dirancang untuk menyaring partikel berbahaya serta gas beracun secara optimal dalam jangka waktu panjang.

Jenis Perlindungan Kebutuhan Standar Lapangan Kondisi Riil Petugas
Proteksi Respirasi Masker Respirator N95 / Half Mask Filter Masker Kain / Masker Bedah Standar
Durasi Rotasi Tugas Maksimal 4-6 Jam per Shift Lebih dari 12 Jam akibat Minim Personel
Suplai Oksigen Medis Tersedia di Setiap Unit Mobil Pemadam Terpusat di Posko Utama Keselamatan

Desakan Penanganan Medis Intensif dan Rotasi Personel

Pakar kesehatan lingkungan menegaskan bahwa paparan asap karhutla secara terus-menerus tanpa proteksi memadai berisiko memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kronis hingga kerusakan paru-paru permanen. Oleh karena itu, langkah mitigasi yang cepat dan terukur sangat mendesak untuk dilakukan oleh pihak otoritas terkait.

  • Penyediaan Masker Respirator Standar: Mengganti masker kain dengan respirator berfilter karbon aktif untuk menyaring partikel mikro.
  • Rotasi Shift Ketat: Membatasi waktu kerja maksimal 6 jam di zona merah pemadaman demi menjaga kondisi fisik personel.
  • Pemeriksaan Medis Rutin: Skrining fungsi paru-paru dan saturasi oksigen secara berkala sebelum dan sesudah bertugas.

Selain penyediaan APD yang lebih memadai, manajemen waktu kerja dan rotasi personel secara berkala menjadi kunci utama untuk menjaga kebugaran tim pemadam. Keberadaan posko medis dengan stok oksigen yang cukup serta ambulans siaga di area kritis harus dipastikan berfungsi 24 jam penuh demi mengantisipasi potensi kekambuhan atau kondisi darurat medis yang lebih parah di tengah upaya penanggulangan karhutla Gunung Bromo yang masih terus berlangsung.

Sebanyak 50 personel pemadam kebakaran di area Bromo mengalami ISPA, pusing, dan batuk hebat. Minimnya APD standar respirator disinyalir menjadi kendala utama keselamatan mereka. Simak selengkapnya di Lurusin.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User