Oct 14, 2026
factcheck

El Nino dan Krisis Lahan Gambut Memperparah Karhutla

Fenomena iklim El Nino kembali menjadi sorotan dalam diskusi mengenai memburuknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Berdasarkan verifikasi terhadap sejumlah data iklim dan laporan lin...

El Nino dan Krisis Lahan Gambut Memperparah Karhutla

Fenomena iklim El Nino kembali menjadi sorotan dalam diskusi mengenai memburuknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Berdasarkan verifikasi terhadap sejumlah data iklim dan laporan lingkungan, terdapat kaitan yang dapat dijelaskan secara ilmiah antara anomali suhu permukaan laut di Pasifik dengan meningkatnya intensitas titik panas di sejumlah wilayah rawan. Namun, faktor iklim bukan satu-satunya penyebab. Kondisi lahan gambut yang terus mengalami degradasi menjadi variabel penting yang sering terabaikan dalam narasi publik.

Klaim: El Nino Menjadi Pemicu Utama Karhutla

Klaim bahwa El Nino menyebabkan karhutla secara langsung perlu diverifikasi secara hati-hati. Faktanya adalah El Nino tidak menyalakan api. Fenomena ini menciptakan kondisi atmosfer yang lebih kering, curah hujan yang menurun, dan musim kemarau yang lebih panjang. Data menunjukkan bahwa pada periode El Nino kuat, jumlah titik panas di beberapa provinsi memang meningkat signifikan dibanding tahun normal. Sumber resmi dari lembaga meteorologi mencatat bahwa penurunan curah hujan di bawah rata-rata historis berkorelasi dengan eskalasi kejadian kebakaran.

Dengan demikian, klaim bahwa El Nino memperparah karhutla dapat dikategorikan sebagai SEBAGIAN BENAR. El Nino berperan sebagai faktor penguat, bukan penyebab tunggal. Tanpa adanya sumber api dan bahan bakar berupa lahan kering, anomali iklim ini tidak akan menghasilkan kebakaran besar.

Peran Lahan Gambut yang Semakin Menyusut

Berdasarkan verifikasi terhadap data tutupan lahan, luas lahan gambut di Indonesia terus mengalami perubahan akibat alih fungsi, pembukaan kanal, dan aktivitas ekstraksi. Lahan gambut yang masih utuh memiliki kemampuan menyimpan air sehingga lebih tahan terhadap kekeringan. Sebaliknya, gambut yang telah terdegradasi dan mengering berubah menjadi bahan bakar yang sangat mudah terbakar. Kebakaran di lahan gambut jauh lebih sulit dipadamkan karena api menjalar di bawah permukaan.

Klaim: "El Nino sendiri membuat hutan terbakar."

Fakta: El Nino menciptakan kondisi kering; kebakaran terjadi ketika kondisi tersebut bertemu dengan lahan gambut yang telah mengering akibat aktivitas manusia.

Data menunjukkan bahwa titik panas paling konsisten muncul di area gambut yang memiliki kanal drainase. Kanal-kanal ini menurunkan muka air tanah, sehingga gambut kehilangan kelembapan alaminya. Ketika curah hujan menurun akibat El Nino, gambut kering menjadi sangat rentan terhadap percikan api sekecil apa pun. Kondisi ini menjelaskan mengapa kebakaran pada tahun-tahun El Nino cenderung lebih luas dan bertahan lama.

Verifikasi Berdasarkan Data Resmi

Berdasarkan verifikasi terhadap laporan pemantauan titik panas, terdapat pola yang berulang: peningkatan drastis jumlah titik panas terjadi pada bulan-bulan puncak kemarau di periode El Nino. Sumber resmi mencatat bahwa luas area terbakar pada tahun El Nino kuat dapat berkali-kali lipat dibanding tahun dengan curah hujan normal. Namun, data juga menunjukkan bahwa lahan yang tidak mengalami gangguan drainase memiliki jumlah titik panas jauh lebih rendah.

Kesimpulan dari verifikasi ini adalah bahwa narasi yang hanya menyalahkan El Nino tidak akurat. Penjelasan yang lebih tepat adalah interaksi antara anomali iklim dan degradasi lahan gambut. Menyesatkan apabila publik diarahkan untuk percaya bahwa karhutla murni bencana alam tanpa keterlibatan faktor tata guna lahan. Sebaliknya, juga tidak akurat jika mengabaikan peran El Nino sepenuhnya.

Implikasi dan Kesimpulan Verifikasi

Berdasarkan bukti yang tersedia, El Nino berfungsi sebagai katalis yang memperparah kondisi yang sudah rentan. Lahan gambut yang berkurang dan mengering adalah faktor struktural yang membuat dampak El Nino jauh lebih merusak. Tanpa perbaikan tata kelola lahan gambut, setiap siklus El Nino berpotensi menghasilkan karhutla yang lebih parah.

Faktanya adalah kebakaran hutan dan lahan di Indonesia merupakan hasil interaksi antara variabilitas iklim dan perubahan fungsi lahan. Rating untuk klaim bahwa El Nino memperparah karhutla akibat berkurangnya lahan gambut adalah BENAR dengan catatan bahwa penyebab utamanya tetap bersifat multifaktor. Verifikasi ini menegaskan pentingnya pemulihan lahan gambut sebagai langkah mitigasi yang tidak bisa ditunda, terutama dalam menghadapi siklus El Nino berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User