Sep 15, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

DUBAI — India Boykot Pejabat Pakistan Saat Penyerahan Tropi Asia Cup

Kemenangan manis tim kriket putri India atas Sri Lanka dengan selisih 72 run di babak final Women’s Asia Cup yang berlangsung di Dubai mendadak berubah men

DUBAI — India Boykot Pejabat Pakistan Saat Penyerahan Tropi Asia Cup

Kemenangan manis tim kriket putri India atas Sri Lanka dengan selisih 72 run di babak final Women’s Asia Cup yang berlangsung di Dubai mendadak berubah menjadi panggung drama geopolitik yang memanas. Di balik selebrasi juara, tersimpan sebuah manuver boikot politik yang dingin: tim India secara tegas menolak menerima piala kemenangan langsung dari tangan Ketua Asian Cricket Council (ACC), Mohsin Naqvi. Sikap ini memicu gelombang kontroversi mengingat Naqvi tidak hanya menduduki posisi tertinggi di otoritas kriket Asia, tetapi juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Pakistan sekaligus Ketua Pakistan Cricket Board (PCB).

Keputusan Kolektif di Tengah Ketegangan Geopolitik

Langkah ekstrem tim India tersebut bukan aksi spontan para pemain di lapangan, melainkan instruksi resmi dari petinggi kriket negara tersebut. Wakil Presiden Board of Control for Cricket in India (BCCI), Rajeev Shukla, mengonfirmasi bahwa penolakan tersebut merupakan hasil kesepakatan internal lembaga. Menariknya, Shukla mengklaim bahwa Naqvi tidak memberikan perlawanan atau protes atas tindakan boikot tersebut di atas panggung.

"Kami mendiskusikan masalah ini di antara kami dan memutuskan bahwa kami tidak akan menerima piala darinya. Ini adalah keputusan kolektif kami. Dia (Naqvi) juga tidak mengajukan keberatan apa pun terhadap hal itu. Kami telah menginformasikan hal ini kepada tim, dan dia menyerahkan piala itu kepada siapa pun yang harus dia serahkan lalu pergi,"

Pernyataan ini dikeluarkan BCCI setelah publik India melontarkan kritik pedas terhadap jajaran pengurus. Publik menilai ada ketidaktegasan sikap dari para pejabat yang hadir di tempat kejadian.

Sorotan pada Diplomasi Bermuka Dua BCCI

Meskipun tim India memboikot seremonial penyerahan piala, kritik tajam justru mengarah pada Rajeev Shukla dan Sekretaris BCCI, Devajit Saikia. Keduanya tertangkap kamera sedang bertukar senyum dan berbincang akrab dengan Mohsin Naqvi di sela-sela pertandingan final di Dubai. Pemandangan tersebut dinilai ironis dan memicu amarah publik kriket India yang menganggap aksi boikot menjadi diplomasi setengah hati.

Perseteruan politik antara India dan Pakistan memang telah lama merambah dunia olahraga. Kedua negara tetangga yang memiliki sejarah konflik panjang ini hampir tidak pernah terlibat dalam seri kriket bilateral selama bertahun-tahun. Pertemuan mereka hanya terjadi di turnamen multi-negara yang digelar di tempat netral seperti Uni Emirat Arab.

Parameter Kejadian Detail Informasi
Pertandingan Final India mengalahkan Sri Lanka (Selisih 72 Run)
Lokasi Turnamen Dubai, Uni Emirat Arab
Sosok Penyerah Piala Mohsin Naqvi (Ketua ACC & Mendagri Pakistan)
Aksi Tim India Menolak menerima tropi langsung dari Ketua ACC
Sikap BCCI Menyatakan aksi sebagai keputusan kolektif resmi

Dampak Terhadap Masa Depan Kriket Asia

Insiden ini mempertegas betapa rampingnya batas antara olahraga dan politik di kawasan Asia Selatan. Tindakan tim putri India yang mengabaikan pimpinan ACC di hadapan publik internasional berpotensi memperkeruh hubungan keorganisasian dalam tubuh ACC sendiri. Sentimen nasionalisme yang kuat di dalam negeri India tampaknya memaksa BCCI untuk mengambil posisi keras secara terbuka, meskipun harus mengorbankan etika seremonial dalam olahraga internasional.

Hingga saat ini, pihak PCB maupun Mohsin Naqvi secara pribadi belum mengeluarkan pernyataan resmi balasan terkait insiden penolakan tersebut, namun riak dari peristiwa di Dubai ini dipastikan akan memengaruhi dinamika penyelenggaraan turnamen kriket Asia di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User