Aug 24, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Dr. Eko Ariyanto, Ahli Madya Kemenkeu yang Juga Dosen dan Peneliti Kebijakan

Dr. Eko Ariyanto hadir sebagai salah satu figur yang merangkum tiga dunia sekaligus dalam satu karier: birokrasi perpajakan negara, pendidikan tinggi, dan riset kebijakan. Ia tercatat sebagai Fungsion...

Dr. Eko Ariyanto, Ahli Madya Kemenkeu yang Juga Dosen dan Peneliti Kebijakan

Dr. Eko Ariyanto hadir sebagai salah satu figur yang merangkum tiga dunia sekaligus dalam satu karier: birokrasi perpajakan negara, pendidikan tinggi, dan riset kebijakan. Ia tercatat sebagai Fungsional Ahli Madya di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), mengajar perpajakan di Taxcentre Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), serta aktif sebagai peneliti kebijakan di Raramuri WPB. Perpaduan peran tersebut menjadikannya bagian dari kelompok kecil profesional yang berdiri di persimpangan antara pembuat kebijakan, akademisi, dan masyarakat.

Dalam ekosistem keilmuan administrasi fiskal, figur dengan latar belakang ganda semacam ini kerap dianggap memiliki nilai lebih. Pengalaman langsung di institusi pemerintah memberi perspektif praktis, sementara dunia kampus menuntut ketelitian teoretis dan metodologis. Keduanya, bila berjalan beriringan, dapat menghasilkan pemahaman kebijakan yang lebih utuh.

Karier di Kementerian Keuangan

Jabatan Fungsional Ahli Madya merupakan jenjang kepakaran di lingkungan Kementerian Keuangan yang menuntut kompetensi teknis yang mumpuni di bidangnya. Pada jenjang ini, seorang pejabat fungsional bertanggung jawab menyusun kajian, memberikan rekomendasi, serta mendukung perumusan kebijakan di unit kerjanya. Dalam konteks perpajakan, tugas tersebut mencakup analisis regulasi, evaluasi implementasi ketentuan perpajakan, hingga penyusunan bahan kebijakan yang akan digunakan oleh para pengambil keputusan.

Keberadaan pejabat fungsional seperti Dr. Eko Ariyanto menjadi penting karena kebijakan perpajakan tidak pernah berdiri sendiri. Ia menyangkut penerimaan negara, iklim investasi, kepatuhan wajib pajak, dan keadilan sosial sekaligus. Karena itu, setiap rekomendasi yang lahir dari kajian internal Kemenkeu harus berbasis data dan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pengabdian Akademik di Taxcentre FIA UI

Di luar tugas kedinasannya, Dr. Eko Ariyanto mengajar perpajakan di Taxcentre FIA UI. Taxcentre sendiri dikenal sebagai pusat kajian yang menghubungkan dunia akademik dengan praktik administrasi fiskal di Indonesia. Melalui kelas-kelas yang diampunya, ia membagikan pengetahuan tentang sistem perpajakan nasional, administrasi fiskal, hingga dinamika kebijakan pajak kepada mahasiswa dan peserta pelatihan.

Peran ganda sebagai pejabat Kemenkeu dan dosen memberi keuntungan tersendiri bagi para mahasiswa. Materi yang disampaikan tidak hanya bersumber dari literatur, tetapi juga dari pengalaman langsung menangani persoalan perpajakan di lapangan. Pendekatan semacam ini dinilai mampu menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik yang kerap menjadi keluhan di dunia pendidikan tinggi.

Keterlibatan praktisi dalam pengajaran juga memperkaya kurikulum. Materi perkuliahan dapat terus diperbarui mengikuti perkembangan regulasi terbaru, sehingga mahasiswa tidak hanya belajar teori yang sudah usang. Hal ini penting mengingat dunia perpajakan sangat dinamis dan kerap mengalami perubahan ketentuan dari waktu ke waktu.

Riset Kebijakan di Raramuri WPB

Peran ketiga Dr. Eko Ariyanto adalah sebagai peneliti kebijakan di Raramuri WPB. Dalam kapasitas ini, ia terlibat dalam kegiatan pengkajian dan analisis kebijakan publik, termasuk di dalamnya isu-isu perpajakan dan administrasi negara. Kegiatan riset semacam ini biasanya berfokus pada penyediaan bukti empiris yang dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas kebijakan, baik yang sedang berjalan maupun yang akan dirancang.

Penelitian kebijakan memiliki peran yang krusial dalam siklus pembuatan kebijakan. Tanpa kajian yang mendalam, sebuah kebijakan berisiko lahir dari asumsi yang tidak teruji. Dengan keterlibatan para peneliti yang juga memahami proses birokrasi dari dalam, hasil kajian menjadi lebih relevan dan aplikatif.

Sinergi Tiga Peran

Yang menarik dari profil Dr. Eko Ariyanto bukan sekadar banyaknya jabatan yang disandang, melainkan keterkaitan antar peran tersebut. Sebagai praktisi, ia memahami bagaimana kebijakan dijalankan; sebagai dosen, ia dituntut menjelaskan kebijakan secara sistematis; dan sebagai peneliti, ia dituntut mengujinya secara ilmiah. Ketiga posisi ini saling menguatkan dan membentuk siklus pengetahuan yang utuh.

Kolaborasi semacam ini juga membuka ruang bagi penelitian terapan yang hasilnya dapat langsung dimanfaatkan oleh pengambil kebijakan. Alih-alih berhenti di rak perpustakaan, hasil kajian dapat diolah menjadi rekomendasi konkret yang menjawab persoalan aktual di lapangan.

Dalam jangka panjang, figur dengan kombinasi peran semacam ini dapat menjadi jembatan yang mempercepat transfer pengetahuan antara pemerintah, kampus, dan masyarakat. Di tengah kompleksitas reformasi perpajakan dan tuntutan transparansi fiskal, keberadaan akademisi-praktisi seperti Dr. Eko Ariyanto menjadi aset yang berharga bagi pengembangan kebijakan publik yang lebih baik di Indonesia.

Dengan tiga peran yang saling melengkapi itu, kontribusi Dr. Eko Ariyanto diharapkan terus berlanjut, baik bagi institusi tempatnya mengabdi maupun bagi publik yang membutuhkan kebijakan perpajakan yang sehat dan akuntabel.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User