Sep 16, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

DPR Desak Investigasi Rentetan Kecelakaan Kapal Tua di Indonesia

Gelombang laut di perairan Nusantara kembali menelan korban. Di tengah kondisi cuaca yang dilaporkan normal oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofis

DPR Desak Investigasi Rentetan Kecelakaan Kapal Tua di Indonesia

Gelombang laut di perairan Nusantara kembali menelan korban. Di tengah kondisi cuaca yang dilaporkan normal oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serangkaian kecelakaan kapal justru marak terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Fenomena ini memicu tanda tanya besar: mengapa tragedi maritim terus berulang bahkan di saat kondisi perairan tergolong bersahabat?

Sorotan tajam kini tertuju pada kelemahan sistemik tata kelola pelayaran nasional. Isu keselamatan bahari tidak lagi sekadar soal tantangan alam semata, melainkan cerminan dari pengawasan yang abai, ketidakjelasan manifes penumpang, serta ketergantungan pada armada kapal yang sudah terlampau tua.

Armada Tua dan Bayang-Bayang Tragedi di Laut

Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, secara tegas meminta pendalaman menyeluruh terhadap rangkaian insiden maritim ini. Ia menilai ada pola berulang yang seolah dibiarkan tanpa penanganan tuntas, terutama terkait kelaikan fisik kapal-kapal yang beroperasi di jalur-jalur vital.

Berdasarkan penelusuran masukan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) serta Basarnas, sebagian kapal yang mengalami kecelakaan fatal diketahui telah berumur di atas 35 tahun. Angka ini memicu kekhawatiran serius mengenai batas ketahanan material dan keandalan teknis kapal.

"Kita sudah wanti-wanti terus, tetapi kejadian terus, jadi sulit kita tidak mengaitkan kecelakaan dengan usia kapal tersebut," ujar Mori Hanafi.

Meskipun umur armada tidak secara otomatis menjadi penyebab tunggal, Mori menekankan bahwa kapal berumur puluhan tahun memiliki keterbatasan yang sulit diperbaiki secara total. "Setiap komponen kapal tua memiliki batas kelelahan material. Merestorasi armada yang sudah berlayar lebih dari tiga dekade membutuhkan ketelitian serta biaya luar biasa tinggi yang kerap diabaikan operator," ungkapnya menekankan pentingnya audit kelaikan.

Benang Kusut Manifes dan Lemahnya Pengawasan

Masalah pelayaran nasional tidak berhenti pada faktor usia kapal. Temuan lapangan menunjukkan adanya kelalaian berulang dalam pencatatan manifes penumpang dan muatan barang bawaan. Ketidaksesuaian antara data manifes dan realitas di lapangan acap kali memperparah dampak kecelakaan serta menyulitkan penanganan darurat oleh tim SAR.

Beberapa masalah mendasar yang mendesak untuk dibenahi antara lain:

  • Manifes Tidak Akurat: Jumlah penumpang dan muatan sering kali melampaui kapasitas resmi tanpa terdata secara transparan.
  • Pengawasan Barang Bawaan: Ketiadaan kejelasan informasi terkait barang bawaan berisiko tinggi yang dapat mengganggu stabilitas kapal.
  • Pengawasan Teknis Rutin: Izinya pelayaran yang tetap diterbitkan meski terdapat catatan kelemahan komponen kapal.

Evaluasi Komparatif Risiko Pelayaran

Guna memahami dinamika risiko antara kelaikan armada dan kepatuhan regulasi, berikut gambaran perbandingan faktor risiko pelayaran berdasarkan kategori usia kapal:

Faktor Evaluasi Armada Usia Tua (>35 Tahun) Armada Modern / Baru
Ketahanan Struktur Rentan kelelahan material dan korosi tinggi Struktur material optimal sesuai standar modern
Batas Restorasi Teknis Sangat terbatas, risiko ketidakcocokan komponen pengganti Sistem terintegrasi dengan sensor keselamatan otomatis
Tingkat Risiko Insiden Tinggi, terutama jika perawatan berkala terabaikan Rendah, selama prosedur standar operasional dipatuhi

Ketimpangan ini memperlihatkan bahwa tanpa tindakan korektif yang radikal, perairan Indonesia akan terus terancam oleh tragedi berulang. Penegakan aturan manifes secara transparan, audit independen kelaikan kapal, serta pembatasan ketat usia operasional armada menjadi harga mati demi melindungi nyawa para pengguna transportasi laut.

Di tengah cuaca yang normal, maraknya kecelakaan kapal menimbulkan pertanyaan besar. DPR menyoroti pengawasan kapal berumur di atas 35 tahun serta manifes penumpang yang kerap tidak akurat. Baca artikel investigasi selengkapnya di Lurusin.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User