Aug 25, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Donny Ermawan: Wamenhan dan Gubernur Universitas Pertahanan adalah Dua Peran Saling Mendukung

Di tengah sorotan publik terhadap efektivitas birokrasi pemerintahan, Donny Ermawan memberikan kepastian baru. Ia menyatakan secara tegas bahwa dirinya tidak akan meninggalkan posisi Wakil Menteri Per...

Donny Ermawan: Wamenhan dan Gubernur Universitas Pertahanan adalah Dua Peran Saling Mendukung

Di tengah sorotan publik terhadap efektivitas birokrasi pemerintahan, Donny Ermawan memberikan kepastian baru. Ia menyatakan secara tegas bahwa dirinya tidak akan meninggalkan posisi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) pasca dilantik sebagai Gubernur Universitas Pertahanan RI. Keputusan ini muncul setelah serangkaian diskusi internal di Kementerian Pertahanan dan evaluasi atas potensi kontribusi yang bisa diberikan dari peran ganda tersebut.

Menurut Donny, kedua jabatan ini bukanlah beban yang saling bertabrakan, melainkan dua sisi dari satu koin yang sama. "Pendidikan pertahanan adalah ujung tombak kemandirian pertahanan negara. Dengan memimpin universitas, saya bisa langsung memastikan bahwa kurikulum dan risetnya searah dengan kebijakan yang kami rumuskan di Kemhan," jelasnya. Ia menambahkan bahwa selama ini Kementerian Pertahanan seringkali menjadi pengguna akhir dari riset dan lulusan Universitas Pertahanan, sehingga koordinasi vertikal yang intens sangat diperlukan.

Landasan Logis Rangkap Jabatan

Argumentasi keselarasan antara Kementerian Pertahanan dan Universitas Pertahanan RI didasarkan pada beberapa pilar utama. Pertama, dari sisi pembangunan sumber daya manusia, Kemhan membutuhkan para perwira dan analis yang memiliki kompetensi terkini di bidang teknologi militer, manajemen bencana, hingga keamanan siber. Universitas Pertahanan, di bawah kepemimpinan baru, akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan itu melalui penyesuaian program studi secara dinamis.

Kedua, dari aspek riset dan pengembangan, Donny menilai bahwa inovasi di bidang pertahanan tidak bisa dilakukan secara terpisah. Laboratorium dan pusat studi di universitas dapat menjadi mitra langsung bagi Badan Penelitian dan Pengembangan Kemhan. "Kolaborasi ini akan memangkas jalur birokrasi yang selama ini memperlambat inovasi," ujarnya. Ketiga, dari perspektif pembinaan karakter kebangsaan, Universitas Pertahanan memiliki peran vital dalam menanamkan nilai-nilai bela negara yang sejalan dengan program Kementerian Pertahanan di masyarakat luas.

Mengenal Lebih Dekat Universitas Pertahanan RI

Universitas Pertahanan RI, yang kerap disingkat URI dalam korespondensi internal, merupakan perguruan tinggi yang berada langsung di bawah naungan Kementerian Pertahanan. Didirikan untuk menjawab kebutuhan akan pendidikan tinggi yang spesifik di bidang pertahanan, kampus ini memadukan kurikulum militer dan sipil. Mahasiswanya tidak hanya berasal dari kalangan TNI, tetapi juga pegawai negeri sipil dan masyarakat umum yang tertarik pada studi keamanan dan strategi.

Dengan status sebagai Gubernur Universitas, Donny Ermawan akan memegang kendali penuh atas arah strategis institusi. Ia akan mengawasi fakultas-fakultas seperti Fakultas Strategi Pertahanan, Fakultas Manajemen Pertahanan, dan Fakultas Teknologi Pertahanan. Pengalaman Donny sebagai perwira tinggi dan birokrat pertahanan dianggap sebagai modal penting untuk membawa universitas ini ke level yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional. "Kita ingin lulusan Unhan nantinya bisa setara dengan lulusan akademi pertahanan terbaik di dunia," cetusnya.

Dinamika dan Harapan Publik

Tidak sedikit pihak yang mencermati dinamika ini dengan seksama. Isu rangkap jabatan seringkali menjadi perdebatan di ruang publik, terutama terkait dengan potensi menurunnya kinerja akibat beban kerja yang berlebih. Namun, Donny Ermawan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memastikan kedua institusi tetap berjalan optimal. Ia akan mendelegasikan sejumlah tugas teknis di Kemhan kepada staf ahli, sementara di universitas, ia akan membentuk tim manajemen harian yang solid di bawah koordinasinya.

Di sisi lain, banyak kalangan yang optimistis. Seorang pengamat pertahanan dari lembaga studi strategis menyebut bahwa model kepemimpinan terintegrasi ini bukanlah hal baru. "Di banyak negara, menteri atau wakil menteri pertahanan sering merangkap sebagai rektor atau gubernur universitas pertahanan. Ini adalah praktik yang efisien untuk menyelaraskan kebijakan dengan output pendidikan," jelasnya. Ia menambahkan bahwa yang terpenting adalah mekanisme pengawasan dan evaluasi kinerja yang transparan tetap berjalan.

Donny Ermawan sendiri berkomitmen untuk melanjutkan program-program prioritas Kemhan, termasuk di antaranya adalah penguatan wilayah perbatasan, modernisasi alutsista, dan pemberdayaan potensi pertahanan rakyat semesta. Dengan adanya Universitas Pertahanan sebagai mitra strategis, ia yakin bahwa implementasi program tersebut akan semakin kuat karena didukung oleh hasil penelitian dan pengabdian dari sivitas akademika. "Ini adalah simbiosis mutualisme yang akan menguntungkan pertahanan negara secara keseluruhan," pungkasnya.

Keputusan untuk tetap memegang dua jabatan ini kini menunggu pembuktian di lapangan. Publik dan pengamat akan terus memantau apakah sinergi yang dibayangkan dapat terwujud dalam bentuk nyata, atau justru menjadi beban ganda yang sulit dikelola. Yang jelas, Donny Ermawan telah memilih untuk menjawab keraguan dengan optimisme dan rencana kerja yang terukur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User