Sep 15, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

CEO Emtek Sutanto Hartono Soroti Transformasi Talenta Media di IHCBS 2026

TANGERANG — Gelaran Indonesia Human Capital and Beyond Summit (IHCBS) 2026 yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2,

CEO Emtek Sutanto Hartono Soroti Transformasi Talenta Media di IHCBS 2026

TANGERANG — Gelaran Indonesia Human Capital and Beyond Summit (IHCBS) 2026 yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Selasa (15/9/2026), menjadi panggung penting bagi para pemimpin industri untuk membedah peta jalan Sumber Daya Manusia (SDM) nasional. Di tengah disrupsi teknologi yang kian agresif, Chief Executive Officer (CEO) Emtek Media dan Vidio, Sutanto Hartono, hadir memberikan pandangan strategis terkait lanskap talenta di sektor media dan hiburan digital.

Kehadiran Sutanto Hartono memicu sorotan tajam para pelaku industri. Sebagai nahkoda konglomerasi media yang menaungi platform layanan pengaliran (streaming) lokal terbesar di Indonesia, pesan yang dibawakan berfokus pada urgensi adaptasi talenta lokal dalam mengimbangi dominasi raksasa media global. Industri media tanah air kini tidak hanya bertarung dalam ranah akumulasi konten, melainkan juga dalam persaingan ketat perebutan SDM berbasis teknologi berpikiran maju dan berintegritas tinggi.

Transformasi Industri Media dan Tantangan Talenta Digital

Pergeseran peta bisnis dari penyiaran konvensional (free-to-air) menuju platform digital Over-The-Top (OTT) menuntut perubahan kompetensi pekerja secara drastis. Berdasarkan analisis lanskap industri, transisi ini menciptakan tantangan ganda: di satu sisi perusahaan harus melakukan modernisasi keterampilan (upskilling) pekerja senior, dan di sisi lain harus bersaing memperebutkan insinyur perangkat lunak, analis data, hingga spesialis kecerdasan buatan (AI) yang jumlahnya terbilang terbatas di pasar domestik.

Kronologi Pergeseran Strategi Talenta Media

Dalam sesi pemaparannya di forum IHCBS 2026, Sutanto Hartono menguraikan tahap pergeseran kebutuhan talenta yang dialami ekosistem Emtek dan Vidio dalam merespons kebutuhan pasar yang dinamis:

  1. Fase Akselerasi Digital (2020–2022): Lonjakan loncatan pengguna platform streaming memicu pencarian masif untuk talenta di bidang rekayasa perangkat lunak (engineering) dan pemasaran performa (performance marketing).
  2. Fase Efisiensi dan Integrasi AI (2023–2025): Fokus bergeser pada pemanfaatan otomatisasi pengolahan data penonton dan personalisasi konten, yang menuntut SDM memiliki pemahaman mendalam terkait machine learning.
  3. Fase Talenta Hibrida (2026 dan Masa Depan): Tuntutan munculnya SDM hibrida yang menguasai seni bercerita (storytelling) sekaligus keahlian analitik data tingkat lanjut untuk memprediksi tren konsumsi pemirsa.

Sutanto Hartono menegaskan bahwa daya saing platform lokal seperti Vidio sangat ditentukan oleh kemampuan talenta domestik dalam memahami kultur masyarakat Indonesia. "Kunci keberhasilan platform lokal bertahan dan memimpin di tengah gempuran pemain global adalah integrasi tajam antara pemahaman budaya lokal dan keahlian teknologi tingkat tinggi," ungkap Sutanto Hartono di hadapan ratusan praktisi HR dan pimpinan perusahaan di NICE PIK 2.

Analisis Perbandingan Kualifikasi SDM Media

Perubahan mendasar pada kebutuhan modal manusia di sektor industri media dapat dirangkum dalam tabel komparasi berikut:

Parameter Analisis Penyiaran Konvensional (FTA) Platform Streaming & OTT Digital
Fokus Utama Kompetensi Produksi Penyiaran & Pemrograman Jadwal Rekayasa Sistem Digital & Algoritma Data
Model Penjangkauan Audiens Penyebaran Massal (Demografis Luas) Personalisasi Presisi Berbasis AI
Kebutuhan Kunci SDM Kamera, Editor Video, Pengatur Acara AI Engineer, Data Scientist, UX Researcher
Strategi Retensi Talenta Struktur Jenjang Karir Hirarkis Kultur Kerja Agil & Insentif Berbasis Kinerja

Implikasi Bagi Ekosistem Tenaga Kerja Nasional

Langkah penyesuaian yang diambil Emtek Media dan Vidio membuktikan bahwa investasi pada modal manusia (human capital) kini menjadi modal utama pertahanan bisnis. Pengikatan talenta berbakat lokal dengan standar remunerasi dan lingkungan kerja yang kondusif menjadi harga mati agar industri digital Indonesia tidak sekadar menjadi penonton di negerinya sendiri.

Forum IHCBS 2026 ini diharapkan melahirkan kolaborasi kongkret antara pelaku industri, institusi pendidikan, dan regulator. Pemenuhan kesenjangan keterampilan (skills gap) harus segera dituntaskan agar pasokan tenaga kerja terampil nasional mampu menyokong ambisi Indonesia menjadi kekuatan ekonomi digital utama di Asia Tenggara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User