Beredar di berbagai kanal media sosial dan aplikasi perpesanan sejumlah informasi terkait pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kejaksaan tahun 2026. Informasi tersebut bervariasi, mulai dari narasi yang menyebut pendaftaran telah dibuka, unggahan yang membagikan tautan pendaftaran di luar kanal resmi, hingga tawaran bantuan pengurusan berkas dengan imbalan sejumlah uang. Berdasarkan verifikasi yang dilakukan terhadap mekanisme penyelenggaraan seleksi, sebagian besar narasi tersebut tidak memiliki dasar pada kebijakan resmi dan berpotensi menjadi modus penipuan.
Tulisan ini menyajikan hasil penelusuran terhadap informasi yang beredar dengan merujuk pada ketentuan penyelenggaraan seleksi ASN serta kanal komunikasi resmi instansi terkait. Tujuannya adalah memberikan kejelasan kepada masyarakat agar tidak terjebak pada informasi yang tidak akurat.
Klaim yang Beredar
Informasi yang menyebar di masyarakat dapat dikelompokkan menjadi beberapa pola klaim. Pertama, klaim bahwa pendaftaran CPNS Kejaksaan 2026 telah resmi dibuka dan masyarakat diminta segera mendaftar melalui tautan tertentu. Kedua, klaim bahwa terdapat kuota khusus atau jalur prioritas yang dapat diakses melalui perantara. Ketiga, klaim bahwa peserta dapat dijamin lulus apabila membayar sejumlah uang kepada pihak tertentu.
Klaim: “Pendaftaran CPNS Kejaksaan 2026 telah dibuka; hubungi nomor berikut untuk dibantu proses pendaftaran.”
Fakta: Pendaftaran hanya dapat dilakukan melalui portal resmi SSCASN dan tidak dipungut biaya apapun.
Verifikasi terhadap Sumber Resmi
Penelusuran dilakukan dengan membandingkan informasi yang beredar dengan kanal resmi penyelenggara seleksi. Seleksi CPNS dilaksanakan melalui portal SSCASN yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), yaitu sscasn.bkn.go.id. Adapun pengumuman resmi terkait penerimaan pegawai di lingkungan Kejaksaan dimuat melalui situs resmi Kejaksaan, yaitu kejaksaan.go.id, serta akun media sosial resmi Kejaksaan RI.
Berdasarkan verifikasi, tidak ditemukan bukti bahwa pendaftaran dapat dilakukan melalui jalur lain selain portal resmi. Seluruh tahapan seleksi, mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi, hingga seleksi kompetensi, dilaksanakan secara terpusat melalui sistem yang dikelola BKN. Setiap narasi yang mengarahkan masyarakat pada tautan di luar kanal tersebut bertentangan dengan mekanisme resmi.
Data menunjukkan bahwa pola penawaran bantuan pendaftaran berbayar merupakan modus yang berulang kali muncul pada setiap periode rekrutmen ASN. Instansi resmi secara konsisten menyampaikan bahwa proses pendaftaran tidak memerlukan perantara dan tidak dipungut biaya. Oleh karena itu, informasi yang menawarkan kemudahan atau jaminan kelulusan dengan imbalan uang tidak akurat dan menyesatkan.
Fakta Seputar Pendaftaran CPNS Kejaksaan
Faktanya adalah, pendaftaran CPNS, termasuk untuk formasi di lingkungan Kejaksaan, mengikuti ketentuan umum seleksi pengadaan ASN. Peserta diwajibkan memiliki akun di portal SSCASN dan mengisi seluruh data secara mandiri. Proses seleksi dilakukan melalui Computer Assisted Test (CAT) yang hasilnya dapat dipantau secara transparan oleh peserta.
Beberapa persyaratan umum yang berlaku meliputi kewarganegaraan Indonesia, batas usia yang ditetapkan sesuai formasi, kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan jabatan yang dilamar, serta tidak pernah dijatuhi hukuman pidana. Namun, rincian persyaratan dan jadwal resmi hanya sah apabila dimuat dalam pengumuman resmi yang diterbitkan instansi penyelenggara.
Masyarakat tidak perlu membayar biaya apapun untuk mendaftar. Biaya yang muncul dalam bentuk transfer, pembelian paket, atau jasa pengurusan atas nama pendaftaran CPNS merupakan indikasi kuat dari aktivitas penipuan. Jika menemukan tawaran semacam itu, publik dapat melaporkannya kepada pihak berwenang.
Ciri Informasi yang Menyesatkan
Terdapat sejumlah ciri yang dapat digunakan untuk mengenali informasi pendaftaran yang menyesatkan. Pertama, penggunaan tautan yang tidak mengarah pada domain resmi pemerintah. Kedua, permintaan transfer uang dengan dalih biaya administrasi, biaya pembuatan akun, atau jaminan kelulusan. Ketiga, narasi yang mendesak calon pelamar untuk bertindak cepat dengan tenggat waktu yang tidak masuk akal.
Selain itu, informasi yang menyebut adanya kuota khusus bagi peserta tertentu atau jaminan penempatan di lokasi tertentu juga tidak memiliki dasar dalam ketentuan seleksi. Seleksi CPNS dirancang dengan prinsip transparansi dan persaingan sehat, sehingga tidak ada jalur khusus yang dapat dibeli.
Kesimpulan
Berdasarkan verifikasi terhadap ketentuan resmi dan mekanisme penyelenggaraan seleksi, informasi yang beredar mengenai pendaftaran CPNS Kejaksaan 2026 tidak seluruhnya akurat. Narasi yang menyatakan pendaftaran dapat diurus melalui perantara atau dengan imbalan uang bertentangan dengan mekanisme resmi dan dikategorikan sebagai informasi yang menyesatkan, dengan indikasi kuat mengarah pada penipuan.
Masyarakat diimbau untuk hanya merujuk pada portal SSCASN dan situs resmi Kejaksaan RI serta kanal informasi BKN. Setiap informasi yang tidak dapat diverifikasi melalui sumber resmi sebaiknya diabaikan dan dilaporkan. Rating: klaim pendaftaran berbayar dikategorikan HOAX, sedangkan narasi bahwa pendaftaran hanya melalui portal resmi adalah BENAR.
Comments (0)