Cek Fakta: Hoaks NU-Muhammadiyah Tolak Pajak hingga Pajak Sepeda
Selama musim panas 2026, sejumlah narasi keliru dan konten menyesatkan kembali marak beredar di platform media sosial. Tiga isu utama yang paling banyak menyita perhatian publik meliputi fatwa organis...
Selama musim panas 2026, sejumlah narasi keliru dan konten menyesatkan kembali marak beredar di platform media sosial. Tiga isu utama yang paling banyak menyita perhatian publik meliputi fatwa organisasi keagamaan terkait pembayaran pajak, efek samping vaksinasi pada bayi, serta klaim-klaim kebijakan pemerintah yang tidak berdasar. Tirto dan ANTARA, melalui kanal cek fakta masing-masing, telah melakukan verifikasi forensik terhadap unggahan-unggahan viral tersebut. Hasilnya, seluruh klaim yang diuji terbukti tidak akurat dan mengandung disinformasi yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat. Berikut pembahasan rinci setiap temuan.
Klaim: NU dan Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Stop Bayar Pajak
Pada awal Juli 2026, akun Facebook “Negoro Edy” dan “Uchiha Julianto” menyebarkan narasi bahwa Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah secara bersama-sama mengeluarkan fatwa yang mengimbau warga kedua ormas untuk berhenti membayar pajak kepada negara. Unggahan tersebut disertai pertanyaan provokatif yang mengajak warganet menyatakan dukungan.
Verifikasi: Tirto menelusuri sumber primer dengan menghubungi pengurus pusat NU dan Muhammadiyah. Kedua organisasi secara tegas membantah klaim itu. Fatwa atau keputusan resmi apapun yang menyerukan penghentian pembayaran pajak tidak pernah dikeluarkan. Pengecekan terhadap situs resmi dan kanal informasi masing-masing organisasi juga tidak menemukan pernyataan serupa. Narasi yang beredar merupakan hasil editan gambar yang menyematkan logo dan nama besar kedua ormas untuk menambah kredibilitas semu.
Fakta: Hingga saat ini, NU dan Muhammadiyah tetap patuh pada regulasi perpajakan dan tidak pernah mengeluarkan instruksi pembangkangan pajak. Kedua organisasi justru kerap mengajak umat untuk taat hukum dan berkontribusi melalui pajak demi pembangunan bangsa. Konten yang diunggah akun-akun tersebut tergolong HOAX dan bertujuan memecah belah serta mengadu domba antara masyarakat sipil dengan negara.
Klaim: Vaksin DPT Sebabkan Radang Otak pada Bayi
Menyusul insiden salah suntik vaksin ganda DPT pada seorang bayi berusia sembilan bulan di Puskesmas Bintara Jaya, Bekasi, pada 13 Juni 2026, beredar unggahan Facebook oleh akun “Dian Ulva” yang mengklaim bahwa bayi tersebut menderita radang otak. Unggahan menampilkan foto bayi yang ditutupi dengan narasi bahwa vaksin campak yang tertukar dengan DPT menyebabkan kejang hingga radang otak.
Verifikasi: Tim cek fakta Tirto melakukan penelusuran ke dinas kesehatan setempat dan rumah sakit rujukan. Berdasarkan keterangan resmi, bayi tersebut memang mengalami kejang demam pasca-imunisasi, namun hasil pemeriksaan medis, termasuk analisis cairan serebrospinal, menunjukkan tidak ada indikasi meningitis maupun ensefalitis (radang otak). Dokter menyatakan kondisi bayi stabil dan sempat menjalani perawatan observasi tanpa ada komplikasi neurologis serius. Klaim radang otak adalah berlebihan dan tidak didukung bukti medis.
Fakta: Efek samping vaksinasi umumnya ringan dan bersifat sementara, seperti demam atau nyeri di lokasi suntikan. Kasus di Bekasi merupakan insiden prosedural yang tengah ditangani oleh pihak puskesmas, namun tidak menyebabkan radang otak. Narasi yang dikembangkan oleh pengunggah bersumber dari ketidakpahaman dan sensasionalisasi. Oleh karena itu, klaim ini dikategorikan SALAH dan berpotensi menimbulkan keraguan terhadap program imunisasi nasional.
Klaim: Foto Vozinha Merangkul Messi di Ruang Ganti
Sebuah unggahan di X memperlihatkan foto yang diklaim sebagai momen kiper Cape Verde, Vozinha, merangkul Lionel Messi di ruang ganti. Foto tersebut memperoleh lebih dari tiga juta tampilan dan memicu diskusi di kalangan penggemar sepak bola.
Verifikasi: Setelah ditelusuri oleh ANTARA menggunakan teknik reverse image search dan analisis metadata, terungkap bahwa foto tersebut merupakan hasil manipulasi digital. Wajah dan tubuh Vozinha berasal dari foto pertandingan Cape Verde melawan lawan yang berbeda, sementara pose Messi diambil dari sesi pemotretan terpisah bersama rekan setimnya di timnas Argentina. Tidak ada bukti bahwa keduanya bertemu di ruang ganti pada waktu yang sama. Proporsi dan pencahayaan yang tidak konsisten semakin memperkuat indikasi penyuntingan.
Fakta: Klaim bahwa Vozinha dan Messi berfoto bersama dalam suasana akrab tidak berdasar. Gambar yang tersebar adalah hasil rekayasa visual yang dibuat untuk membangun narasi tertentu. Konten ini digolongkan sebagai HOAX karena sengaja mengelabui publik dengan bukti palsu.
Klaim: BPJS Tanggung Biaya Transportasi Pasien ke Rumah Sakit
Video berdurasi 45 detik di Instagram menyebarkan informasi bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menanggung biaya transportasi pasien, termasuk pembelian bensin dan pembayaran tol, asalkan struk disimpan dan diklaim dengan cara tertentu. Narasi ini menyasar keluarga yang sering mengantar orang tua berobat.
Verifikasi: ANTARA mengonfirmasi langsung kepada BPJS Kesehatan. Pihak BPJS menyatakan bahwa layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak mencakup biaya transportasi pasien menuju fasilitas kesehatan. Manfaat JKN hanya meliputi pelayanan kesehatan sesuai indikasi medis, bukan penggantian ongkos perjalanan. Tidak ada regulasi atau mekanisme klaim struktur bensin ataupun tol yang tersedia. Video tersebut memuat petunjuk klaim yang tidak resmi dan menyesatkan.
Fakta: Informasi bahwa BPJS membayar biaya transportasi pasien adalah HOAKS. Masyarakat diminta tidak menyebarluaskan konten serupa dan selalu merujuk pada kanal resmi BPJS Kesehatan untuk memperoleh informasi yang benar.
Klaim: Kemenhub Buka Wacana Pungut Pajak Sepeda
Unggahan di X menampilkan foto seorang pejabat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan tulisan yang menyebutkan bahwa kementerian tersebut membuka wacana pemungutan pajak bagi pesepeda. Cuitan tersebut dibumbui dengan narasi negatif tentang kondisi negara.
Verifikasi: Penelusuran ANTARA menemukan bahwa foto pejabat yang digunakan adalah dokumentasi lama dari kegiatan lain yang tidak terkait. Pihak Kemenhub secara resmi mengonfirmasi bahwa tidak ada wacana, apalagi kebijakan, untuk menarik pajak dari pengguna sepeda. Berita utama yang sahih tidak pernah memuat pernyataan serupa. Bahkan, pemerintah justru tengah mendorong penggunaan sepeda sebagai transportasi ramah lingkungan melalui berbagai program, bukan malah membebaninya dengan pajak baru.
Fakta: Klaim pemungutan pajak sepeda sepenuhnya HOAX. Narasi ini sengaja dibengkokkan untuk memprovokasi dan menciptakan persepsi buruk terhadap pemerintah.
Dari lima temuan tersebut, pola yang terlihat adalah pemanfaatan isu sensitif—pajak, kesehatan anak, figur publik, program jaminan sosial, dan kebijakan publik—untuk menarik perhatian dan membangun sentimen negatif. Seluruh klaim telah dibantah oleh sumber otoritatif. Masyarakat diimbau untuk selalu menyaring informasi yang diterima, memeriksa kebenarannya melalui kanal verifikasi seperti Lurusin, Tirto, dan ANTARA, serta tidak ikut menyebarkan narasi yang belum terverifikasi.
Comments (0)