Skena seni dan kebudayaan internasional di Buenos Aires tengah bersiap menyambut salah satu perhelatan paling dinanti tahun ini. Elina Costantini mengambil peran kepemimpinan strategis dalam penyelenggaraan pameran retrospektif berskala internasional bertajuk Viva Frida. Pameran yang bertempat di Museo de Arte Latinoamericano de Buenos Aires (MALBA) tersebut diproyeksikan akan mencetak rekor kunjungan baru bagi museum bergengsi tersebut.
Proyek ambisius ini merupakan buah kolaborasi tingkat tinggi antara platform Semana de la Alta Costura Argentina (SAC) dan Museo Frida Kahlo dari Coyoacán, Meksiko. Di bawah arahan langsung Elina Costantini, pameran ini memboyong lebih dari 300 artefak dan benda orisinal milik ikon seni rupa dunia, Frida Kahlo, langsung dari kediaman legendarisnya, Casa Azul.
Kronologi dan Rangkaian Pelaksanaan Pameran
Proses kurasi dan pengiriman arsip berharga ini memerlukan persiapan matang dan pengamanan tingkat tinggi mengingat status benda-benda tersebut sebagai cagar budaya internasional. Berikut adalah garis waktu perhelatan penting tersebut:
- 14 September: Pembukaan resmi pekan mode Semana de la Alta Costura (SAC) edisi keempat yang mengawali integrasi antara fesyen tingkat tinggi dan seni rupa.
- 19 September: Peluncuran perdana pameran Viva Frida untuk publik di MALBA, menandai pertama kalinya koleksi bersejarah berskala masif ini menginjakkan kaki di kawasan Amerika Selatan.
- 20 September: Penutupan rangkaian acara SAC yang ditandai dengan peragaan busana terbuka untuk publik di pelataran luar MALBA, menghadirkan koleksi yang terinspirasi oleh sang maestro Meksiko.
Koleksi Otentik dari Balik Dinding Casa Azul
Kurasi pameran ini dipimpin langsung oleh kurator kenamaan internasional, Circe Henestrosa. Koleksi yang dihadirkan mencakup spektrum luas dari kehidupan personal hingga proses kreatif Frida Kahlo. Benda-benda yang dipamerkan meliputi:
- Pakaian adat Tehuana dan gaun khas yang menjadi identitas visual Kahlo.
- Aksesoris, perhiasan, serta perangkat ortopedi dan korset medis yang sarat nilai emosional.
- Dokumen pribadi, korespondensi surat, dan foto-foto arsip langka.
- Karya litografi orisinal dan lukisan-lukisan penting sang seniman.
"Ini adalah kali pertama kawasan Amerika Selatan menerima koleksi sejarah dengan magnitudo sebesar ini. Seluruh karya didatangkan langsung dari Casa Azul di Meksiko," ungkap Elina Costantini mengenai skala proyek tersebut.
Perayaan Seperempat Abad MALBA dan Dimensi Personal
Momentum pameran Viva Frida kian berbobot karena bertepatan dengan perayaan 25 tahun berdirinya Museum MALBA, yayasan seni rupa yang didirikan oleh sang suami, Eduardo Costantini. Di tengah jadwal padat yang menuntut dedikasi tinggi—bahkan hanya menyisakan waktu tidur sekitar tiga jam per hari—Elina tetap tampil prima memimpin setiap detail teknis acara.
Pada hari penutupan, pelataran museum akan menjadi panggung peragaan busana publik yang menampilkan karya empat perancang busana terkemuka: Carla Fernández asal Meksiko, serta Natalia Antolín, Camila Romano, dan Pía Carregal dari Argentina. Hubungan mendalam Elina dengan warisan Frida Kahlo bahkan tercermin secara personal dalam keluarganya, di mana ia dan sang suami menyematkan nama 'Kahlo Milagro' kepada putri mereka yang kini berusia 19 bulan sebagai simbol kekaguman abadi terhadap keteguhan sang seniman.
Comments (0)