Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali membongkar peredaran produk kesehatan ilegal berskala besar di Indonesia. Dalam operasi penindakan terbarunya, otoritas pengawas obat menyita sebanyak 38 jenis produk obat tradisional tanpa izin edar yang terbukti mengandung Bahan Kimia Obat (BKO). Temuan paling mengkhawatirkan dalam investigasi ini adalah terdeteksinya senyawa kimia baru bernama pyrimidenafil pada tiga produk penambah stamina pria dewasa.
Investigasi intensif yang digelar BPOM menyoroti modus operandi produsen nakal yang kian canggih dalam menyamarkan bahan kimia sintetis keras ke dalam kemasan bertema herbal alami. Masuknya senyawa turunan baru seperti pyrimidenafil dinilai sebagai taktik penghindaran uji laboratorium standar sekaligus mengancam nyawa konsumen secara langsung.
Kronologi Pengungkapan dan Temuan Laboratorium
Operasi penertiban ini merupakan hasil pengembangan data intelijen dan uji sampling berkala di berbagai jalur distribusi, mulai dari pasar konvensional hingga platform lokapasar daring. Rangkaian investigasi berlangsung dalam beberapa tahapan krusial:
- Pemetaan Jalur Distribusi: Petugas BPOM mengidentifikasi lonjakan peredaran suplemen stamina dan jamu pegal linu tanpa nomor registrasi resmi yang dipasarkan secara masif di media sosial dan marketplace.
- Operasi Penggeledahan: Penggerebekan dilakukan serentak pada sejumlah gudang penyimpanan dan fasilitas produksi ilegal di berbagai wilayah, menyita puluhan ribu kemasan siap edar.
- Uji Forensik Laboratorium: Pengujian mendalam mendeteksi kontaminasi BKO seperti parasetamol, deksametason, sildenafil, serta senyawa analog baru yakni pyrimidenafil yang belum pernah terdaftar dalam basis data medis nasional.
"Penambahan bahan kimia obat pada produk herbal merupakan tindak pidana serius. Senyawa analog seperti pyrimidenafil sengaja direkayasa untuk mengelabui deteksi, namun memiliki risiko fatal berupa serangan jantung mendadak, kerusakan hati, hingga gagal ginjal," tegas perwakilan penyidik BPOM dalam laporan resminya.
Bahaya Laten Senyawa Pyrimidenafil bagi Kesehatan
Temuan pyrimidenafil pada produk stamina pria memicu alarm bahaya di kalangan medis. Senyawa ini bekerja dengan memanipulasi aliran darah secara ekstrem tanpa takaran dosis medis yang terukur. Bagi individu dengan riwayat hipertensi atau gangguan kardiovaskular, konsumsi zat kimia ilegal ini dapat memicu penurunan tekanan darah secara drastis (hipotensi berat), aritmia, dan kematian mendadak.
Selain obat stamina, puluhan produk jamu tradisional yang disita juga kedapatan dicampur bahan pereda nyeri kimiawi secara serampangan. Konsumsi jamu berbahan kimia keras dalam jangka panjang dapat merusak lapisan lambung hingga memicu pendarahan internal permanen.
Langkah Pengamanan dan Imbauan Konsumen
Menindaklanjuti temuan ini, BPOM telah memerintahkan penarikan produk dari seluruh rantai pasok dan memblokir ribuan tautan penjualan online. Masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan prinsip Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli produk kesehatan apa pun.
- Cek Kemasan: Pastikan wadah dan segel dalam kondisi utuh tanpa tanda-tanda kerusakan atau pencetakan ulang.
- Cek Izin Edar: Verifikasi nomor registrasi resmi (POM TR/TI/TL) langsung melalui aplikasi BPOM Mobile atau laman resmi cekbpom.pom.go.id.
- Waspadai Klaim Berlebihan: Hindari obat tradisional yang mengklaim mampu memberikan efek instan layaknya obat kimia medis sintetis.
Comments (0)