Oct 10, 2026
factcheck

BPOM Bantah Klaim GMO Ubah Struktur Gen Manusia

Beredar luas di ruang digital sebuah klaim yang menyatakan bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung organisme hasil rekayasa genetika (GMO) dapat mengubah struktur gen manusia. Klaim ini muncul dalam...

BPOM Bantah Klaim GMO Ubah Struktur Gen Manusia

Beredar luas di ruang digital sebuah klaim yang menyatakan bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung organisme hasil rekayasa genetika (GMO) dapat mengubah struktur gen manusia. Klaim ini muncul dalam berbagai unggahan media sosial dan pesan berantai, sering kali disertai narasi menakutkan tentang "pencemaran DNA" akibat konsumsi pangan modern. Berdasarkan verifikasi terhadap pernyataan resmi otoritas pengawas obat dan makanan, klaim tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Klaim yang Beredar

Klaim yang dimaksud secara garis besar menyebutkan bahwa bahan pangan hasil rekayasa genetika mampu menyisipkan materi genetiknya ke dalam tubuh manusia, sehingga mengubah susunan DNA penerimanya. Narasi ini biasanya dibumbui dengan istilah-istilah teknis yang terdengar ilmiah, namun tidak disertai rujukan penelitian yang kredibel. Sumber klaim umumnya adalah unggahan anonim yang tidak mencantumkan data uji laboratorium maupun publikasi peer-reviewed.

Klaim: Makanan mengandung GMO mengubah struktur gen manusia setelah dikonsumsi.

Fakta: Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung perpindahan gen dari pangan ke genom manusia melalui proses pencernaan.

Verifikasi Otoritas Resmi

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan bahwa setiap produk GMO yang beredar di pasaran telah melalui proses pengkajian keamanan yang ketat sebelum diizinkan dijual. Pengkajian tersebut mencakup evaluasi komposisi nutrisi, potensi risiko lainnya, serta aspek keamanan hayati yang menyeluruh. Data menunjukkan bahwa produk yang lolos evaluasi dinilai aman untuk dikonsumsi sesuai peruntukannya.

Pernyataan ini bertentangan langsung dengan klaim yang menyebut GMO dapat mengubah struktur gen manusia. Faktanya adalah, materi genetik yang masuk melalui saluran pencernaan akan dicerna menjadi komponen yang lebih sederhana, bukan diserap utuh ke dalam inti sel manusia. Proses biologis ini merupakan pengetahuan dasar yang telah lama dipahami dalam ilmu gizi dan biologi molekuler.

Analisis Ilmiah

Secara ilmiah, DNA yang terkandung dalam makanan — baik dari sumber konvensional maupun rekayasa genetika — akan terurai oleh enzim pencernaan di lambung dan usus. Fragmen genetik yang tersisa tidak memiliki mekanisme untuk berpindah ke inti sel manusia dan mengubah susunan kromosom. Tidak ada bukti yang menunjukkan terjadinya integrasi gen pangan ke dalam genom manusia melalui konsumsi sehari-hari.

Verifikasi terhadap sejumlah publikasi ilmiah juga tidak menemukan satu pun studi yang membuktikan klaim tersebut. Sebaliknya, literatur yang ada konsisten menyatakan bahwa risiko utama yang dibahas dalam konteks GMO berkaitan dengan aspek lingkungan, alih teknologi, dan ketahanan pangan — bukan perubahan genetik pada manusia.

Kesimpulan

Berdasarkan verifikasi terhadap pernyataan resmi dan data ilmiah yang tersedia, klaim bahwa makanan mengandung GMO dapat mengubah struktur gen manusia dinilai tidak akurat dan menyesatkan. Otoritas pengawas telah memastikan keamanan produk GMO melalui pengkajian komposisi nutrisi dan potensi risiko sebelum produk dipasarkan. Masyarakat disarankan merujuk pada informasi dari sumber resmi dan tidak menyebarkan klaim tanpa dasar bukti yang dapat diverifikasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User