Oct 17, 2026
factcheck

Benyamin Davnie Dorong Kolaborasi Pelatihan SDM Tangsel untuk Pasar Global

Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengambil langkah strategis untuk memperkuat daya saing tenaga kerja lokal di kancah internasional. Wali Kota Benyamin Davnie secara tegas mendukung terjalinnya kemit...

Benyamin Davnie Dorong Kolaborasi Pelatihan SDM Tangsel untuk Pasar Global

Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengambil langkah strategis untuk memperkuat daya saing tenaga kerja lokal di kancah internasional. Wali Kota Benyamin Davnie secara tegas mendukung terjalinnya kemitraan erat antara institusi pendidikan tinggi dan dunia usaha yang bertujuan membekali warga dengan keterampilan khusus agar mampu menembus peluang kerja di berbagai negara. Inisiatif ini bukan sekadar wacana, melainkan sebuah gerakan konkret yang mengintegrasikan kurikulum pelatihan dengan kebutuhan industri global.

Fenomena pasar tenaga kerja global kini menunjukkan permintaan tinggi terhadap profesi-profesi terampil di sektor perawatan kesehatan, perhotelan, konstruksi, dan teknologi informasi. Kota Tangerang Selatan sebagai salah satu kawasan urban dengan pertumbuhan ekonomi pesat menyimpan potensi sumber daya manusia (SDM) yang besar. Namun, potensi itu kerap terhambat oleh kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki pencari kerja dengan standar yang ditetapkan oleh pemberi kerja luar negeri. Di sinilah kolaborasi kampus dan perusahaan memegang peranan penting untuk menjembatani kekosongan tersebut.

Model Sinergi Kampus dan Perusahaan

Kemitraan yang mulai dibangun melibatkan sejumlah perguruan tinggi di Tangerang Selatan yang bersedia membuka jalur sertifikasi profesi dan pelatihan berbasis kompetensi. Pihak swasta dari jejaring penempatan tenaga kerja internasional turut serta dalam menyusun modul pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pasar. Para peserta program tidak hanya mendapat teori, tetapi juga praktik langsung di laboratorium kerja yang disimulasikan mirip lingkungan profesional di luar negeri.

Beberapa institusi pendidikan, termasuk politeknik dan lembaga vokasi, telah mempersiapkan program akselerasi yang fokus pada penguasaan teknologi terkini dan pemahaman regulasi ketenagakerjaan internasional. Pelaku usaha, terutama yang bergerak di bidang alih daya dan perekrutan, menyediakan instruktur tamu serta akses magang di proyek-proyek berskala global. Model sinergi ini memastikan bahwa lulusan pelatihan tidak hanya mengantongi ijazah formal, tetapi juga portofolio yang diakui oleh pemberi kerja di mancanegara.

Selain itu, kurikulum yang dikembangkan bersifat adaptif, diperbarui setiap semester berdasarkan riset permintaan pasar. Misalnya, apabila negara tujuan seperti Jepang atau Jerman membutuhkan tenaga perawat lansia dengan sertifikasi spesifik, maka modul pelatihan akan langsung disesuaikan, termasuk penekanan pada bahasa dan budaya kerja setempat.

Pembekalan Menyeluruh Sebelum Berangkat

Proses persiapan calon pekerja migran asal Tangsel tidak berhenti pada aspek teknis. Pemerintah kota mendorong agar setiap program pelatihan menyertakan komponen penguatan bahasa asing, etika profesional, dan pemahaman hukum ketenagakerjaan di negara tujuan. Bahasa menjadi kunci utama karena banyak kegagalan penempatan kerja di luar negeri disebabkan oleh hambatan komunikasi. Oleh karena itu, peserta mendapatkan sesi intensif penguasaan bahasa Jepang, Korea, Inggris, atau bahasa lain sesuai permintaan.

Aspek non-teknis seperti adaptasi budaya, pengelolaan keuangan, dan mekanisme perlindungan pekerja migran juga diberikan secara terstruktur. Dengan pendekatan ini, tenaga kerja asal Tangsel diharapkan tidak hanya siap secara keterampilan, tetapi juga mampu berintegrasi dengan baik dalam komunitas kerja di luar negeri tanpa kehilangan jati diri. Pemerintah juga bekerja sama dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk memastikan seluruh prosedur pemberangkatan berjalan sesuai jalur resmi dan aman.

Visi Benyamin Davnie untuk SDM Tangsel

Dalam berbagai kesempatan, Wali Kota Benyamin Davnie menyampaikan bahwa kualitas manusia adalah aset paling berharga bagi daerah. Ia berpandangan bahwa kota tidak dapat terus bergantung pada penciptaan lapangan kerja di dalam negeri saja. Membuka akses ke pasar kerja global adalah langkah logis untuk mengurangi tingkat pengangguran sekaligus meningkatkan pendapatan per kapita. “Kita punya banyak anak muda potensial. Mereka harus diberi kesempatan untuk bersinar di mana pun, termasuk di luar negeri,” ujar Benyamin dalam sebuah dialog dengan pelaku pendidikan.

Dukungan dari pemerintah daerah diwujudkan melalui alokasi anggaran pelatihan bersertifikasi dan penyediaan beasiswa bagi warga kurang mampu. Beberapa program pelatihan bahkan digratiskan, asalkan peserta berkomitmen untuk mengikuti prosedur penempatan yang legal. Langkah ini turut mempersempit ruang gerak calo atau praktik penyaluran tenaga kerja non-prosedural yang selama ini merugikan pekerja asal Tangsel.

Tantangan dan Mekanisme Perlindungan

Meski memiliki prospek cerah, upaya pengiriman tenaga kerja profesional ke luar negeri tidak lepas dari tantangan. Masalah verifikasi perusahaan penempatan, kepastian kontrak, dan risiko eksploitasi masih menjadi momok. Untuk itu, pemerintah kota memperketat kerja sama hanya dengan lembaga pelatihan dan penyalur yang sudah tervalidasi oleh otoritas ketenagakerjaan nasional. Setiap kerja sama kampus-perusahaan akan diaudit secara berkala agar tidak menyimpang dari aturan.

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah pendampingan pasca penempatan. Pemkot Tangsel membangun pos pengaduan virtual yang memungkinkan pekerja di luar negeri melaporkan kendala secara real-time. Terobosan ini diharapkan mampu menekan angka kasus pekerja migran bermasalah. Semua tahapan mulai dari rekrutmen, pelatihan, pemberangkatan, hingga masa kontrak, dipantau ketat dengan data terintegrasi.

Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah tenaga kerja yang berangkat, tetapi juga dari peningkatan kualitas hidup mereka sepulang nanti. Remitansi yang dikirim diharapkan mendorong geliat ekonomi lokal, sementara keterampilan global yang dibawa pulang dapat diterapkan untuk membangun bisnis mandiri di Tangsel. Dengan dukungan penuh Benyamin Davnie, sinergi kampus dan perusahaan menjadi jalan baru yang menjanjikan bagi kemajuan sumber daya manusia di Tangerang Selatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User