Sep 09, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

BANYUWANGI — Polisi Terjunkan Tim Khusus Urai Kemacetan Pelabuhan Ketapang

Kemacetan parah kembali melumpuhkan jalur utama penyeberangan Jawa-Bali di kawasan Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Antrean panjang ke

BANYUWANGI — Polisi Terjunkan Tim Khusus Urai Kemacetan Pelabuhan Ketapang

Kemacetan parah kembali melumpuhkan jalur utama penyeberangan Jawa-Bali di kawasan Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Antrean panjang kendaraan bermotor—mulai dari truk logistik berukuran besar, bus interkota, hingga kendaraan pribadi—mengular hingga mencapai lebih dari 6 kilometer menyisir jalur Pantura Banyuwangi-Situbondo. Menanggapi krisis mobilitas yang mengancam urat nadi distribusi barang dan penumpang ini, jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi menerjunkan tim khusus guna mengurai simpul kepadatan di kawasan pesisir tersebut.

Fenomena penumpukan armada di gerbang utama penyeberangan timur Pulau Jawa ini dipicu oleh akumulasi faktor teknis dan operasional. Berdasarkan penelusuran investigatif Lurusin.com di lapangan, lonjakan volume kendaraan terjadi bersamaan dengan melambatnya proses bongkar muat kapal (dwell time) akibat cuaca buruk di Selat Bali, serta kendala validasi tiket digital. Waktu tunggu calon penumpang melambung drastis dari kondisi normal, di mana para pengemudi terpaksa tertahan di dalam kendaraan mereka hingga 5 sampai 7 jam sebelum berhasil menaiki geladak kapal.

Kronologi Eskalasi Kemacetan di Jalur Utama

Guna memberikan pemahaman komprehensif terkait dinamika krisis lalu lintas ini, berikut urutan kronologis timbulnya penumpukan kendaraan di Pelabuhan Ketapang:

  1. Pukul 01.30 WIB: Terjadi penurunan kecepatan penyenderan kapal akibat gelombang tinggi dan arus kuat di Selat Bali yang membahayakan proses penambatan di Dermaga Ponton dan MB (Movable Bridge).
  2. Pukul 04.00 WIB: Volume truk logistik non-sembako yang tiba bersamaan mulai meluber keluar dari kantong parkir pelabuhan dan memadati bahu jalan nasional Banyuwangi-Situbondo.
  3. Pukul 07.00 WIB: Panjang antrean secara resmi menembus kawasan wisata Grand Watu Dodol (GWD), berjarak sekitar 6,5 kilometer dari pintu gerbang masuk pelabuhan.
  4. Pukul 09.30 WIB: Satlantas Polresta Banyuwangi mengaktifkan skema delay system (sistem penundaan arus) dan menerjunkan 150 personel gabungan untuk mengamankan persimpangan serta mencegah kemacetan total (gridlock).

Analisis Operasional: Titik Lemah Tata Kelola Pelabuhan

Investigasi analitis menunjukkan adanya ketidakseimbangan yang signifikan antara volume kendaraan darat yang masuk dengan kecepatan angkut armada kapal yang beroperasi. Meskipun otoritas pelabuhan telah menyiagakan puluhan unit armada, keterbatasan kapasitas dermaga serta lamanya proses penyenderan menjadi leher botol (bottleneck) utama.

Indikator Operasional Kondisi Normal Kondisi Puncak Kemacetan
Panjang Antrean Kendaraan < 500 Meter 5 - 7 Kilometer
Waktu Tunggu Masuk Kapal 30 - 45 Menit 5 - 7 Jam
Okupansi Buffer Zone 45% - 60% Overkapasitas (>170%)
Waktu Bongkar Muat (Port Time) 45 Menit 65 - 80 Menit

Pakar Manajemen Transportasi Laut, Dr. Sugeng Supriyanto, menilai bahwa intervensi kepolisian di jalan raya merupakan langkah darurat yang harus diimbangi perbaikan infrastruktur pelabuhan. "Masalah mendasar di Ketapang-Gilimanuk bukan semata-mata jumlah armada kapal, melainkan efisiensi pemanfaatan dermaga berkapasitas besar dan integrasi sistem kantong penampungan (buffer zone). Jika ritme bongkar muat melambat, penumpukan di jalan nasional tidak akan terhindarkan," tegasnya.

Intervensi Taktis Kepolisian dan Imbauan Publik

Dalam upayanya menetralisir kelumpuhan arus lalu lintas, Kepolisian Resor Kota Banyuwangi bersama PT ASDP Indonesia Ferry menerapkan rekayasa lalu lintas berlapis. Kendaraan berat tipe truk tronton dialihkan secara bertahap ke kantong-kantong parkir darurat di Terminal Kargo Ketapang dan pelataran kantong parkir di sepanjang jalur pantura.

"Kami menerapkan skema penundaan arus secara bertahap di tiga titik penyekatan utama. Kendaraan yang belum memiliki tiket terkonfirmasi dilarang keras mendekati area pelabuhan untuk mencegah penumpukan yang lebih parah di pintu masuk. Kami juga menindak tegas pengemudi yang nekat menerobos jalur berlawanan,"

Pihak kepolisian mengimbau para pengguna jasa penyeberangan agar memastikan telah mengantongi tiket digital Ferizy sebelum berangkat menuju pelabuhan. Langkah ini diharapkan mampu memangkas durasi transaksi di pintu masuk sehingga mempercepat alur penyeberangan Jawa-Bali.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User