Sep 10, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

Banyuwangi — Antrean Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Mengular 15 Kilometer

Jalur arteri penghubung Jawa dan Bali kembali lumpuh total. Antrean kendaraan bermotor yang hendak menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dila

Banyuwangi — Antrean Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Mengular 15 Kilometer

Jalur arteri penghubung Jawa dan Bali kembali lumpuh total. Antrean kendaraan bermotor yang hendak menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dilaporkan mengular hingga mencapai panjang 15 kilometer ke arah Situbondo. Ribuan sopir truk logistik dan pengendara pribadi terjebak berjam-jam di tengah cuaca terik tanpa kepastian jadwal keberangkatan kapal.

Pemandangan memanjang tersebut didominasi oleh truk-truk ekspedisi bertonase besar pengangkut bahan pangan, sembako, dan material industri menuju Pulau Dewata. Situasi ini memicu kelumpuhan aktivitas ekonomi lintas pulau, mengingat pelabuhan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk merupakan urat nadi logistik vital bagi pasokan kebutuhan pokok di Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Kekacauan Logistik dan Jeritan Sopir Ekspedisi

Kondisi kemacetan parah ini berdampak langsung pada nasib para pengemudi armada logistik. Sebagian besar dari mereka mengaku telah tertahan lebih dari 24 jam sebelum berhasil menyentuh gerbang pelabuhan. Risiko pembusukan muatan pangan segar kian membayangi para sopir yang dikejar tenggat waktu pengiriman.

"Kami sudah terjebak sejak kemarin sore. Muatan sayur dan buah bisa busuk di bak kalau tidak segera sampai di Denpasar. Biaya operasional habis di jalan hanya untuk makan dan beli air minum selama macet," keluh Wahyudi (42), salah seorang sopir truk ekspedisi asal Surabaya.

Kemacetan horor ini menimbulkan sederet dampak serius di lapangan, antara lain:

  • Kerugian Ekonomi: Risiko penyusutan kualitas komoditas pangan segar yang memicu kerugian finansial hingga puluhan juta rupiah per truk.
  • Lumpuhnya Jalur Pantura: Arus lalu lintas lokal di kawasan Wongsorejo hingga Ketapang terhenti total akibat badan jalan dipadati antrean dua lapis.
  • Krisis Sanitasi dan Logistik: Para pengguna jalan kesulitan mengakses fasilitas air bersih, toilet umum, dan tempat istirahat yang memadai di sepanjang bahu jalan.

Faktor Pemicu: Cuaca Ekstrem dan Disparitas Kapasitas Dermaga

Penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa kemacetan ekstrem ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor krusial. Selain lonjakan volume kendaraan logistik menjelang akhir pekan, kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di perairan Selat Bali memaksa otoritas pelabuhan memberlakukan sistem buka-tutup serta membatasi manuver sandar kapal feri jenis Landing Craft Tank (LCT) dan Roll-on/Roll-off (Ro-Ro).

Pihak Otoritas Penyeberangan: Kecepatan arus laut dan angin kencang memperlambat durasi bongkar-muat di dermaga ponton dan dermaga bergerak (MB), sehingga interval keberangkatan kapal molor dari jadwal normal.

Kondisi kian diperparah oleh minimnya kantong parkir penyangga (buffer zone) di luar area pelabuhan yang mampu menampung lonjakan kendaraan berukuran besar. Meski rekayasa lalu lintas telah diberlakukan oleh Satlantas Polresta Banyuwangi, arus kendaraan yang terus berdatangan dari arah barat membuat ekor antrean kian memanjang dan sulit terurai dengan cepat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User