Sep 10, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

AS — Amazon Digugat Akibat Tolak Fasilitasi Pekerja Hamil di Gudang

Raksasa teknologi dan e-commerce global, Amazon, kembali tersandung skandal ketenagakerjaan serius. Empat mantan pekerja wanita mengajukan gugatan kelompok

AS — Amazon Digugat Akibat Tolak Fasilitasi Pekerja Hamil di Gudang

Raksasa teknologi dan e-commerce global, Amazon, kembali tersandung skandal ketenagakerjaan serius. Empat mantan pekerja wanita mengajukan gugatan kelompok (class-action lawsuit) di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Timur New York. Mereka menuduh perusahaan secara sistematis melakukan diskriminasi terhadap karyawan hamil dengan menolak hak-hak dasar, seperti izin ke toilet hingga kursi untuk duduk saat bekerja di fasilitas gudang logistik.

Gugatan perdata tersebut diajukan oleh Willamina Barclay, Kristina Green, Jennifer Hatch, dan Dazaria Parks. Keempat perempuan tersebut menyatakan bahwa pihak manajemen secara konsisten mengabaikan instruksi medis dasar, membatasi waktu istirahat darurat, dan akhirnya memberhentikan mereka secara sepihak.

Penolakan Fasilitas Dasar dan Tekanan Produktivitas

Dalam berkas dokumen pengadilan, para penggugat menyoroti kerasnya budaya kerja gudang Amazon yang mengorbankan keselamatan biologis pekerja demi mengejar target kecepatan pemenuhan pesanan. Permintaan penyesuaian kerja yang diajukan selama masa kehamilan ditolak mentah-mentah oleh pihak manajemen logistik.

"Semua penggugat hamil. Mereka semua meminta penyesuaian dasar terkait kehamilan kepada Amazon agar dapat terus menjalankan pekerjaannya. Namun, Amazon menolak modifikasi mendasar yang secara hukum diakui sangat dibutuhkan pekerja hamil, bahkan dalam kehamilan tanpa komplikasi: akses toilet, waktu istirahat ekstra 15 menit, serta izin duduk alih-alih berdiri terus-menerus," tulis dokumen gugatan resmi tersebut.

Berdasarkan laporan investigasi internal berkas perkara, berikut adalah sejumlah hak dasar kehamilan yang diduga dilanggar:

  • Akses Toilet: Pembatasan frekuensi buang air kecil yang secara medis meningkat drastis selama masa kehamilan.
  • Keringanan Fisik: Penolakan penyediaan kursi kerja, memaksa pekerja hamil berdiri selama berjam-jam di lantai beton gudang.
  • Waktu Pemulihan: Penolakan tambahan istirahat singkat 15 menit untuk meredakan ketegangan fisik dan dehidrasi.

Sanksi Sistem Absensi Otomatis Berujung Pemecatan

Penelusuran atas pola pemecatan menunjukkan modus operandi yang bertumpu pada sistem manajemen waktu Amazon yang kaku. Ketika para penggugat terpaksa mengambil jeda mendadak karena alasan medis, berkonsultasi ke dokter, atau dilarikan ke instalasi gawat darurat, sistem operasional justru memberlakukan penalti.

Alih-alih memberikan cuti medis berbayar atau dispensasi resmi, Amazon secara otomatis memotong saldo unpaid time off (jatah cuti tidak berbayar) yang jumlahnya sangat terbatas. Begitu kuota waktu tersebut habis terpakai untuk keperluan darurat medis, perusahaan langsung melayangkan ancaman disipliner dan memecat keempat wanita tersebut antara kurun waktu April 2025 hingga Juli 2026.

Gugatan Kelompok Berskala Nasional

Tuntutan hukum ini tidak sekadar mencari kompensasi ganti rugi individual, melainkan berupaya mewakili seluruh pekerja gudang Amazon di seantero Amerika Serikat yang mengalami perlakuan serupa. Kasus ini menjadi sorotan tajam kelompok pembela hak-hak buruh dan perlindungan perempuan, menuntut evaluasi menyeluruh terhadap algoritma produktivitas korporasi yang dinilai tidak manusiawi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User