Aug 24, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

9 Hal yang Merusak Kulit Pria Akibat Kesalahan Skincare

Perawatan kulit kerap dianggap sepele oleh banyak pria. Padahal, kebiasaan kecil yang tampak remeh dalam rutinitas harian justru bisa menjadi pemicu utama masalah wajah, mulai dari jerawat membandel, ...

9 Hal yang Merusak Kulit Pria Akibat Kesalahan Skincare

Perawatan kulit kerap dianggap sepele oleh banyak pria. Padahal, kebiasaan kecil yang tampak remeh dalam rutinitas harian justru bisa menjadi pemicu utama masalah wajah, mulai dari jerawat membandel, kulit kering, hingga penuaan dini. Tanpa disadari, sederet kesalahan yang dilakukan secara terus-menerus dapat menghambat upaya memiliki penampilan yang segar dan sehat. Berikut sembilan praktik yang sering dijumpai dan tanpa disadari merusak lapisan pelindung alami kulit.

1. Mengabaikan Sunscreen

Paparan sinar ultraviolet tidak hanya membakar permukaan kulit, tetapi juga merusak kolagen dan memicu pigmentasi. Pria sering kali melewatkan tabir surya karena merasa tidak praktis atau beranggapan kulit mereka cukup kuat. Padahal, perlindungan dari UVA dan UVB adalah langkah minimal yang wajib dilakukan, terlepas dari aktivitas di dalam maupun luar ruangan. Tanpa sunscreen, risiko kemerahan, noda hitam, hingga kanker kulit meningkat secara signifikan dalam jangka panjang.

2. Asal Memilih Produk Skincare

Ketidaktahuan terhadap jenis dan kebutuhan kulit membuat banyak pria sekadar membeli produk yang populer di pasaran. Akibatnya, kandungan di dalamnya bisa jadi tidak cocok dan justru menimbulkan iritasi, rasa perih, atau efek berminyak berlebihan. Memilih pembersih wajah berbasis deterjen kuat, misalnya, dapat mengikis lapisan lipid alami yang berfungsi sebagai tameng. Sangat penting untuk mengenali apakah kulit cenderung kering, berminyak, atau sensitif sebelum memutuskan rangkaian perawatan apa yang digunakan.

3. Cuci Muka Terlalu Sering

Frekuensi mencuci wajah yang berlebihan—lebih dari dua kali sehari—malah menjadi kontraproduktif. Sabun pembersih akan menghilangkan sebum yang sebenarnya berperan menjaga kelembapan alami. Saat kulit kehilangan lapisan minyak pelindungnya, kelenjar akan bereaksi dengan memproduksi minyak lebih banyak lagi. Lingkaran setan ini sering berujung pada pori-pori tersumbat dan timbulnya jerawat yang sulit dikendalikan.

4. Tidak Menggunakan Pelembab

Banyak pria menganggap pelembab hanya diperlukan oleh mereka yang berkulit kering. Padahal, kulit berminyak pun membutuhkan hidrasi untuk menjaga keseimbangan. Ketiadaan pelembab membuat kulit rentan dehidrasi, permukaannya menjadi kasar, dan garis-garis halus lebih cepat terlihat. Pilih pelembab berbahan dasar air yang ringan dan tidak menyumbat pori agar kulit tetap ternutrisi tanpa rasa lengket.

5. Memencet Jerawat

Dorongan untuk segera menghilangkan jerawat dengan tangan sering kali berakhir dengan peradangan yang lebih meluas. Tindakan ini mendorong bakteri masuk lebih dalam ke jaringan kulit, memperparah infeksi, dan meninggalkan bekas berupa noda kehitaman atau jaringan parut yang sulit hilang. Penanganan yang benar adalah dengan mengaplikasikan produk khusus jerawat atau berkonsultasi ke dokter kulit untuk tindakan yang aman dan steril.

6. Menggunakan Alat Cukur yang Tidak Steril

Pisau cukur yang telah aus atau kotor menyimpan sisa sel kulit mati dan bakteri yang dapat menembus mikro-luka saat bercukur. Akibatnya, muncul benjolan kecil kemerahan yang terasa perih atau bahkan folikulitis. Memastikan pisau cukur selalu tajam, dibersihkan setelah pemakaian, dan tidak digunakan bergantian adalah langkah sederhana untuk mencegah iritasi kronis pada wajah.

7. Mengabaikan Eksfoliasi

Proses alami pengelupasan sel kulit mati sering tidak berjalan optimal tanpa bantuan eksfoliasi. Tumpukan sel-sel tua ini membuat kulit tampak kusam dan menghalangi penyerapan produk perawatan selanjutnya. Pria cenderung melewatkan langkah ini karena dianggap ribet, padahal eksfoliasi satu hingga dua kali seminggu sudah cukup untuk mendorong regenerasi kulit yang lebih cerah dan halus.

8. Terlalu Banyak Menggunakan Produk Beralkohol

Aftershave atau toner dengan konsentrasi alkohol tinggi mungkin memberikan sensasi segar dan bersih sesaat, namun efek jangka panjangnya adalah kulit yang semakin kering dan sensitif. Alkohol menguapkan kelembapan alami, membuat pelindung kulit melemah, dan menimbulkan iritasi terutama pada tipe kulit sensitif. Alternatif berbahan dasar witch hazel atau aloe vera jauh lebih aman untuk meredakan peradangan setelah bercukur.

9. Tidak Membersihkan Wajah Setelah Berolahraga

Keringat bercampur kotoran, minyak, dan sisa polusi yang menempel di wajah selama beraktivitas fisik menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri. Bila dibiarkan terlalu lama, pori-pori akan tersumbat dan memicu jerawat meradang. Membersihkan wajah sesegera mungkin setelah latihan, minimal dengan air bersih dan sabun ringan, akan memutus rantai penyebab masalah kulit tersebut.

Menjaga kesehatan kulit bukan tentang mengikuti tren atau menghabiskan banyak biaya, melainkan menghindari kebiasaan yang secara diam-diam melemahkan pertahanan alami wajah. Dengan memperbaiki sederet kesalahan di atas, pria bisa mendapatkan kulit yang lebih kuat, tampak lebih segar, dan terhindar dari masalah jangka panjang yang sebenarnya mudah dicegah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User