Aug 25, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

12 Bacaan Sholawat Maulid Nabi untuk Merayakan Kelahiran Rasulullah

Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang dalam tradisi Nusantara dikenal dengan sebutan muludan, selalu menjadi momen yang dinantikan umat Islam. Rangkaian kegiatan dalam perayaan ini umumnya diis...

12 Bacaan Sholawat Maulid Nabi untuk Merayakan Kelahiran Rasulullah

Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang dalam tradisi Nusantara dikenal dengan sebutan muludan, selalu menjadi momen yang dinantikan umat Islam. Rangkaian kegiatan dalam perayaan ini umumnya diisi dengan pembacaan sholawat, zikir, serta tausiah. Berdasarkan kebiasaan yang berkembang di masyarakat, terdapat dua belas bacaan sholawat yang kerap dilantunkan untuk memeriahkan peringatan Maulid Nabi.

Sholawat adalah bentuk doa, pujian, dan penghormatan yang ditujukan kepada Rasulullah SAW. Membaca sholawat tidak hanya menjadi bagian dari ritual perayaan, tetapi juga diyakini membawa keberkahan bagi yang mengamalkannya. Berikut penjelasan mengenai dua belas bacaan sholawat yang lazim digunakan dalam acara muludan.

Tradisi Muludan dan Peran Sholawat

Perayaan Maulid Nabi di Indonesia memiliki kekhasan tersendiri. Di berbagai daerah, acara ini diramaikan dengan pembacaan kitab maulid seperti Barzanji, Diba', dan Simtudduror yang dibawakan secara bergantian oleh para jamaah. Di sela-sela pembacaan tersebut, sholawat-sholawat pendek juga dilantunkan agar suasana semakin khidmat. Tradisi ini menjadi bukti bahwa sholawat menempati posisi penting dalam perayaan kelahiran Rasulullah SAW.

Selain sebagai bentuk ekspresi kecintaan, pembacaan sholawat dalam acara maulid juga menjadi sarana dakwah. Melalui lantunan pujian kepada Nabi, nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat tersampaikan kepada generasi muda yang hadir dalam acara tersebut.

Dua Belas Bacaan Sholawat yang Lazim Dibaca

1. Sholawat Nariyah. Bacaan ini sangat dikenal di kalangan umat Islam Nusantara. Sholawat Nariyah sering dibuka dalam berbagai majelis dan diyakini memiliki keutamaan sebagai bacaan penenang hati serta pembuka kelancaran urusan.

2. Sholawat Badar. Sholawat ini populer di lingkungan masyarakat Nahdlatul Ulama dan diciptakan oleh KH Ali Manshur pada sekitar tahun 1960-an. Lantunan Sholawat Badar biasanya mengiringi pembacaan maulid di banyak kampung dan pesantren.

3. Sholawat Thibbil Qulub. Sesuai namanya, bacaan ini kerap disebut sebagai sholawat penyembuh hati. Sholawat Thibbil Qulub biasa dibaca untuk memohon kesembuhan, baik secara lahir maupun batin.

4. Sholawat Munjiyat. Sholawat ini lazim dipanjatkan untuk memohon keselamatan dan pertolongan Allah SWT. Banyak umat Islam menjadikannya wirid harian, terutama pada masa-masa sulit.

5. Sholawat Ibrahimiyah. Bacaan ini menjadi bagian dari tahiyat akhir dalam salat sehingga hampir seluruh umat Islam menghafalnya. Sholawat Ibrahimiyah juga kerap dilafalkan pada penutup doa.

6. Sholawat Al-Fatih. Sholawat ini banyak diamalkan di lingkungan tarekat dan majelis zikir. Keutamaannya disebut-sebut berkaitan dengan pembacaan yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.

7. Sholawat Khawwash. Bacaan ini dikenal sebagai salah satu sholawat yang kerap dijadikan wirid harian oleh sebagian umat. Kandungannya berupa pujian serta permohonan rahmat bagi Rasulullah SAW.

8. Sholawat Nuril Anwar. Sholawat ini sering menjadi bagian dari rangkaian bacaan maulid di sejumlah pesantren. Nama Nuril Anwar sendiri merujuk pada cahaya yang menjadi simbol kemuliaan Nabi Muhammad SAW.

9. Sholawat Ummi. Bacaan ini menjadi pilihan di banyak majelis taklim dan pengajian rutin. Sholawat Ummi dinilai mudah dihafal sehingga cocok dibaca oleh semua kalangan.

10. Sholawat Mughrom. Sholawat ini populer di kalangan generasi muda dan sering dilantunkan dalam acara maulid maupun haul. Iramanya yang syahdu membuat suasana perayaan semakin khusyuk.

11. Sholawat Kamilah. Sesuai namanya, bacaan ini dianggap sebagai sholawat yang sempurna. Isinya mencakup doa keselamatan bagi Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan umatnya.

12. Sholawat Jibril. Sholawat ini merupakan bacaan terpendek dan sangat mudah dihafal. Sholawat Jibril sering digunakan sebagai zikir ringan di sela-sela aktivitas sehari-hari.

Adab dan Keutamaan Membaca Sholawat

Dalam membaca sholawat, umat Islam dianjurkan untuk menjaga kekhusyukan dan ketertiban. Saat nama Nabi Muhammad SAW disebut, para jamaah biasanya bershalawat sebagai bentuk penghormatan. Para ulama juga menganjurkan agar bacaan sholawat diucapkan dengan tartil dan penuh kesadaran, bukan sekadar lantunan tanpa makna.

Keutamaan membaca sholawat disebutkan dalam berbagai dalil. Salah satu yang masyhur adalah sabda Rasulullah yang menyatakan bahwa orang yang bershalawat kepadanya akan memperoleh balasan shalawat dari Allah SWT. Oleh karena itu, momentum Maulid Nabi menjadi kesempatan baik untuk memperbanyak bacaan sholawat.

Penutup

Demikian dua belas bacaan sholawat yang lazim digunakan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pembacaan sholawat dalam acara muludan bukan sekadar tradisi, melainkan wujud cinta kepada Rasulullah sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga momentum perayaan ini menjadi pengingat untuk terus meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User