Deddy Corbuzier Sebut Podcast Nyaman Boleh Membuat Pendengar Tertidur
JAKARTA — Founder sekaligus host podcast Close The Door, Deddy Corbuzier, melontarkan pernyataan yang memantik perbincangan di kalangan pecinta konten audi
JAKARTA — Founder sekaligus host podcast Close The Door, Deddy Corbuzier, melontarkan pernyataan yang memantik perbincangan di kalangan pecinta konten audio. Ia menyebut podcast yang bagus tidak harus berhasil membuat pendengarnya terus memperhatikan tayangan dari awal hingga akhir. Justru sebaliknya, menurut Deddy, podcast yang nyaman justru boleh membuat pendengarnya tertidur.
Pernyataan itu disampaikan di tengah maraknya konten berdurasi panjang yang membanjiri platform digital Tanah Air. Sebagai salah satu kreator konten paling berpengaruh di Indonesia, pandangan Deddy soal arah industri podcast tentu menjadi perhatian tersendiri, baik bagi kreator, pendengar, maupun platform penyedia layanan streaming.
Podcast Nyaman Tidak Perlu Ditonton Sampai Habis
Deddy Corbuzier menegaskan bahwa ukuran keberhasilan sebuah podcast tidak bisa dinilai semata-mata dari seberapa lama pendengar bertahan menyimak tayangan. Menurutnya, ada dimensi lain yang jauh lebih penting, yaitu kenyamanan. Ketika sebuah podcast terasa nyaman, pendengar justru merasa seperti sedang mengobrol santai dengan teman, bukan menonton tayangan yang menuntut fokus penuh.
"Podcast yang bagus tidak harus membuat pendengar terus memperhatikan tayangan. Podcast yang nyaman justru bisa membuat pendengarnya tertidur," kata Deddy Corbuzier.
Pernyataan ini menegaskan pergeseran cara masyarakat menikmati podcast. Berbeda dengan konten hiburan lain yang mengandalkan ketegangan dan rasa penasaran, podcast dinilai memiliki fungsi yang berbeda, yakni menjadi teman di sela aktivitas. Banyak pendengar memutar podcast sambil bekerja, berolahraga, bepergian, hingga sebelum tidur.
Fenomena Podcast Berdurasi Panjang
Pernyataan Deddy muncul di tengah tren podcast berdurasi panjang yang kian digemari pendengar Indonesia. Close The Door sendiri dikenal dengan format obrolan yang panjang dan mendalam, kerap melebihi satu jam hingga lebih dari dua jam. Alih-alih dianggap membosankan, format ini justru dinikmati banyak orang karena memberi ruang bagi narasumber untuk berbicara lebih terbuka dan detail.
- Podcast panjang memberi ruang eksplorasi topik secara mendalam tanpa terpotong durasi;
- Pendengar dapat menikmati podcast sambil melakukan aktivitas lain, seperti bekerja atau berkendara;
- Kenyamanan menjadi kunci utama, bukan sekadar intensitas perhatian terhadap tayangan.
Kronologi Pernyataan Deddy Corbuzier
- Deddy Corbuzier menyampaikan pandangannya bahwa podcast yang bagus tidak harus selalu diperhatikan penuh oleh pendengarnya.
- Ia menambahkan bahwa podcast yang nyaman justru boleh membuat pendengarnya tertidur, sebuah standar baru dalam menilai kualitas konten audio.
- Di tengah maraknya konten brain rot, Deddy menegaskan bahwa setiap orang memiliki karakter berbeda dalam menikmati konten, termasuk podcast berdurasi panjang.
- Pernyataan ini sekaligus membela format podcast panjang di tengah tren konten pendek yang serba cepat.
Brain Rot dan Karakter Penonton yang Berbeda
Selain soal kenyamanan, Deddy juga menyinggung fenomena brain rot yang belakangan ramai diperbincangkan. Istilah brain rot bahkan dinobatkan sebagai Word of the Year 2024 oleh Oxford University Press, merujuk pada konten dangkal yang dikonsumsi tanpa berpikir, umumnya berupa video pendek di media sosial.
Menurut Deddy, setiap orang memiliki karakter berbeda dalam menikmati konten. Ada yang nyaman dengan video pendek yang cepat dan padat, ada pula yang justru menikmati podcast berdurasi panjang yang mengalir santai. Tidak ada satu format pun yang bisa diklaim paling benar, karena selera setiap individu memang berbeda-beda.
"Setiap orang memiliki karakter berbeda dalam menikmati konten, termasuk podcast berdurasi panjang," ujar Deddy Corbuzier.
Pandangan ini menjadi penyeimbang di tengah kekhawatiran bahwa tren konten cepat akan mematikan format-format mendalam seperti podcast. Bagi Deddy, selama konten dibuat dengan nyaman, jujur, dan dekat dengan audiens, penonton tetap akan menemukan jalannya masing-masing tanpa perlu dipaksa memperhatikan setiap detik tayangan.
Makna bagi Industri Podcast Tanah Air
Pernyataan Deddy Corbuzier setidaknya menegaskan dua hal bagi industri podcast Indonesia. Pertama, standar kesuksesan konten audio tidak lagi semata diukur dari metrik perhatian, melainkan juga dari kedekatan emosional dengan pendengar. Kedua, keberagaman selera penonton harus dihargai, baik yang menyukai konten cepat maupun yang betah dengan obrolan panjang.
Dengan posisinya sebagai salah satu kreator konten paling disegani di Indonesia, arahan Deddy ini berpotensi memengaruhi cara kreator lain menyusun strategi konten mereka ke depan. Yang jelas, pesan utamanya sederhana: podcast yang baik adalah podcast yang jujur, nyaman, dan dekat dengan pendengarnya — meskipun akhirnya membuat pendengarnya terlelap.
[SOCIAL_TWEET]: Deddy Corbuzier: podcast bagus tak harus ditonton sampai habis. Podcast yang nyaman justru boleh bikin pendengar tertidur. Setuju? #Podcast #CloseTheDoor #BrainRot[SOCIAL_TG]: Deddy Corbuzier: "Podcast yang nyaman justru bisa membuat pendengarnya tertidur." Bagaimana menurutmu soal standar podcast ala founder Close The Door ini?
Comments (0)