Airlangga Minta 20 Persen Emas Bawah Bantal Masuk Ekosistem Bulion

Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta PT Pegadaian (Persero) dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk mendorong 20

Airlangga Minta 20 Persen Emas Bawah Bantal Masuk Ekosistem Bulion

Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta PT Pegadaian (Persero) dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk mendorong 20 persen emas "bawah bantal" milik masyarakat masuk ke dalam ekosistem bulion. Seruan ini disampaikan dalam rangka mengoptimalkan potensi emas nasional yang selama ini tersimpan tanpa produktivitas di rumah-rumah warga.

Istilah "bawah bantal" merujuk pada kebiasaan sebagian besar masyarakat Indonesia menyimpan emas dalam bentuk batangan, perhiasan, maupun koin di rumah, baik sebagai tabungan masa depan maupun warisan keluarga. Meski bernilai tinggi, emas yang tidak tercatat di lembaga keuangan ini dianggap belum memberikan manfaat ekonomi maksimal, baik bagi pemiliknya maupun bagi perekonomian nasional.

Seruan Menko Perekonomian

Dalam pernyataannya, Airlangga menekankan pentingnya peran lembaga keuangan negara dalam menjembatani kepemilikan emas masyarakat dengan instrumen ekonomi formal. Pegadaian yang telah lama dikenal sebagai lembaga pengelola emas, serta BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, dinilai memiliki jaringan dan kepercayaan publik untuk menjalankan tugas ini.

Airlangga meminta Pegadaian dan BSI menggencarkan edukasi serta menyiapkan layanan agar emas masyarakat yang selama ini "di bawah bantal" dapat masuk ke ekosistem bulion dan menjadi aset yang produktif.

Potensi Emas "Bawah Bantal" Masyarakat

Indonesia merupakan salah satu negara dengan minat kepemilikan emas masyarakat yang tinggi. Namun, porsi emas yang tercatat di lembaga keuangan masih jauh dari total kepemilikan rumah tangga. Pemerintah menilai target 20 persen merupakan angka realistis yang dapat dicapai melalui edukasi dan kemudahan layanan.

  • 20 persen target emas "bawah bantal" yang diminta masuk ekosistem bulion
  • Emas masyarakat tersimpan dalam bentuk batangan, perhiasan, dan koin
  • Pegadaian dan BSI menjadi garda depan pengumpul dan pengelola emas
  • Ekosistem bulion membuka peluang pembiayaan berbasis agunan emas
  • Edukasi dan layanan jemput bola menjadi kunci pencapaian target

Kronologi dan Langkah Realisasi

Agar target 20 persen dapat tercapai, sejumlah langkah perlu dijalankan secara bertahap. Berikut urutan langkah yang disiapkan:

  1. Edukasi publik — sosialisasi manfaat menyimpan emas di lembaga resmi dibandingkan menyimpannya di rumah.
  2. Penguatan layanan — Pegadaian dan BSI menyiapkan produk tabungan emas, simpanan emas, hingga layanan gadai berbasis emas.
  3. Penetrasi pasar — jemput bola ke komunitas dan daerah dengan kepemilikan emas tinggi.
  4. Integrasi ekosistem — menghubungkan tabungan emas dengan pembiayaan, perdagangan, dan industri hilir emas.
  5. Evaluasi berkala — mengukur pencapaian target 20 persen emas masyarakat yang berhasil masuk sistem.

Mengenal Ekosistem Bulion

Ekosistem bulion merupakan skema pengelolaan emas yang memungkinkan masyarakat menyimpan emasnya di lembaga resmi dan mengakses berbagai layanan keuangan, mulai dari tabungan emas, investasi, hingga pembiayaan dengan agunan emas. Skema ini berkembang seiring dorongan pemerintah menjadikan emas sebagai instrumen keuangan yang lebih likuid dan tercatat.

Masuknya emas "bawah bantal" ke ekosistem bulion memberikan dampak ganda. Bagi masyarakat, emas tersimpan lebih aman di lembaga yang diawasi otoritas, terhindar dari risiko kehilangan atau kerusakan. Bagi perekonomian, emas yang semula menganggur dapat dimanfaatkan sebagai agunan pembiayaan usaha, mendorong penyaluran kredit, dan memperkuat industri hilir emas nasional.

Harapan Pemerintah

Dengan tercapainya target 20 persen, pemerintah meyakini kontribusi emas masyarakat terhadap ekosistem keuangan nasional akan meningkat signifikan. Ke depan, sinergi antara Pegadaian, BSI, dan lembaga keuangan lain diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai industri emas global, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis emas, baik konvensional maupun syariah.

[SOCIAL_TWEET]: Airlangga minta 20% emas 'bawah bantal' masyarakat masuk ekosistem bulion lewat Pegadaian dan BSI. Emas tak lagi sekadar disimpan, tapi produktif! #Emas #Bulion #Pegadaian #BSI[SOCIAL_TG]: 💰 Target baru: 20% emas 'bawah bantal' masuk ekosistem bulion. Pegadaian dan BSI diminta Airlangga mengedukasi dan menjemput bola ke masyarakat. #Ekonomi #Emas

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User