Thailand Hanya Bawa Pemain Liga Lokal ke AFF 2026
Skuad Homogen Tanpa Pemain Luar NegeriTim nasional Thailand memastikan diri hanya mengandalkan pemain yang bermain di kompetisi dalam negeri untuk turnamen Piala AFF 2026. Sebanyak 25 nama resmi diumu...
Skuad Homogen Tanpa Pemain Luar Negeri
Tim nasional Thailand memastikan diri hanya mengandalkan pemain yang bermain di kompetisi dalam negeri untuk turnamen Piala AFF 2026. Sebanyak 25 nama resmi diumumkan oleh federasi, seluruhnya berasal dari klub-klub Thai League 1. Keputusan ini diambil setelah pelatih kepala Masatada Ishii gagal mendapatkan izin pelepasan pemain dari luar negeri karena turnamen berlangsung di luar kalender resmi FIFA. Situasi ini memaksa Gajah Perang menyusun skuad murni dari liga sendiri, tanpa satu pun pemain yang berkarier di Jepang, Eropa, atau negara lain.
Meski demikian, kualitas tetap terjaga. Thailand memiliki salah satu liga paling kompetitif di Asia Tenggara, dan banyak pilar utama yang tampil reguler di level klub. Mereka akan berusaha mempertahankan gelar juara AFF dengan mengandalkan kedalaman skuad yang sebenarnya sudah terbiasa bermain bersama di liga yang sama.
Daftar 25 Pemain Berdasarkan Posisi
Di posisi penjaga gawang, tiga nama diandalkan: Siwarak Tedsungnoen dari Buriram United yang tetap menjadi pilihan utama karena pengalamannya, Patiwat Khammai yang tampil konsisten bersama Muangthong United, serta Kampol Pathom-attakul dari Ratchaburi FC. Siwarak, di usianya yang kini 41 tahun, masih menunjukkan refleks tajam dan kepemimpinan di lini belakang.
Lini pertahanan diisi delapan pemain. Theerathon Bunmathan tetap menjadi motor dari sisi kiri pertahanan, kini bermain untuk Buriram United. Ia akan didampingi oleh Pansa Hemviboon (Buriram United) dan Elias Dolah (Port FC) di jantung pertahanan, sementara Suphanan Bureerat (BG Pathum United) mengisi bek kanan. Cadangan di posisi ini termasuk Chatmongkol Rueangthanarot (Chonburi FC), Jakkaphan Praisuwan (Muangthong United), Peerapat Notechaiya (Bangkok United), dan Irfan Doloh (Buriram United) — yang sebetulnya lebih sering beroperasi sebagai gelandang bertahan.
Gelandang menjadi sektor paling kaya kreativitas. Chanathip Songkrasin yang kembali dari Jepang dan kini memperkuat Buriram United menjadi otak serangan. Bersamanya ada adik kandungnya, Supachok Sarachat, yang juga kembali ke Thai League dan bermain untuk Port FC setelah kontrak di Hokkaido Consadole Sapporo berakhir. Duet ini diharapkan mampu membongkar pertahanan lawan. Nama lain di lini tengah: Sarach Yooyen (BG Pathum United), Weerathep Pomphan (Muangthong United), Thitiphan Puangchan (Bangkok United), dan Bodin Phala (Port FC) yang bisa dimainkan di sayap. Sementara Worachit Kanitsribampen (Chonburi FC) dan Ekanit Panya yang kini dipinjamkan ke Muangthong United oleh klub Eropa — menariknya ia dilepas sementara sehingga bisa tampil — melengkapi opsi serangan dari lini kedua.
Di lini depan, Thailand tetap mengandalkan Teerasil Dangda yang sudah berusia 38 tahun namun tetap tajam bersama BG Pathum United. Ia akan dibantu oleh Supachai Chaided (Buriram United) yang menjadi topskor Thai League musim lalu. Opsi lain adalah Poramet Arjvirai (Muangthong United) yang muda dan punya akselerasi tinggi, serta Adisak Kraisorn (Port FC) sebagai super-sub berpengalaman. Kombinasi ini memberi Ishii banyak variasi pola serangan.
Alasan Taktis di Balik Keputusan
Mengabaikan pemain di luar negeri sebenarnya bukan pilihan utama, melainkan keterpaksaan akibat regulasi. Namun pelatih Ishii tidak mau dianggap lemah. Dalam pernyataan resminya, ia mengatakan bahwa skuad ini adalah yang terbaik yang bisa ia bawa dan tidak ada perbedaan signifikan dengan tim yang diperkuat pemain luar. Ia menekankan bahwa para pemain sudah saling memahami karakter permainan satu sama lain karena bertemu setiap pekan di kompetisi domestik. “Kami punya kombinasi yang solid. Tidak ada waktu adaptasi yang panjang, dan itu bisa jadi keuntungan,” ujar Ishii, Kamis (11/6/2026).
Thailand tergabung di Grup A bersama Malaysia, Myanmar, dan Timor Leste. Dengan skuad lokal murni ini, mereka diunggulkan lolos ke fase gugur. Namun banyak pengamat mempertanyakan kedalaman saat menghadapi tekanan tim yang menurunkan pemain naturalisasi atau andalan dari Eropa. Ujian sesungguhnya akan datang di semifinal dan final.
Komposisi Klub Mendominasi
Dari 25 pemain, Buriram United menyumbang tujuh pemain, menegaskan dominasi mereka di sepak bola Thailand saat ini. BG Pathum United dan Muangthong United masing-masing mengirim lima pemain, Port FC empat, Bangkok United dua, dan sisanya tersebar di Chonburi FC serta Ratchaburi FC. Dominasi Buriram terlihat jelas, bahkan hampir membentuk separuh starting eleven potensial. Kolom kebugaran juga mencuri perhatian: banyak dari pemain ini baru menyelesaikan musim reguler Thai League dan langsung bergabung ke pemusatan latihan nasional, sehingga risiko kelelahan cukup tinggi tetapi adaptasi taktik lebih cepat.
Piala AFF 2026 akan menjadi panggung pembuktian bahwa liga lokal Thailand mampu melahirkan tim nasional yang kompetitif. Meskipun tanpa bintang-bintang dari J-League atau Eropa, Gajah Perang tetap optimistis membawa pulang trofi.
Comments (0)