Oct 15, 2026
Cek Fakta

Prodia Luncurkan U-Buddy, Dokter Dhika Ingatkan Beda Aktivitas Fisik dan Latihan Fisik

JAKARTA — U by Prodia resmi memperkenalkan U-Buddy, fitur integrasi wearable device yang memungkinkan pengguna memantau data kesehatan harian secara langsu

Prodia Luncurkan U-Buddy, Dokter Dhika Ingatkan Beda Aktivitas Fisik dan Latihan Fisik

JAKARTA — U by Prodia resmi memperkenalkan U-Buddy, fitur integrasi wearable device yang memungkinkan pengguna memantau data kesehatan harian secara langsung, dalam acara peluncuran pada Rabu (7/10/2026). Dalam sesi edukasi yang menjadi bagian rangkaian acara, dr. Dhika menyoroti salah kaprah yang masih luas di masyarakat: banyak orang menganggap dirinya sudah "berolahraga" hanya karena aktif bergerak sepanjang hari.

Menurut dokter Dhika, aktivitas fisik dan latihan fisik adalah dua hal berbeda yang sering disamakan. Aktivitas fisik mencakup seluruh gerakan tubuh yang membakar energi — berjalan ke halte, menaiki tangga kantor, menyapu, atau berbelanja di pasar. Sementara latihan fisik adalah aktivitas yang terencana, terstruktur, berulang, dan punya target tertentu seperti meningkatkan daya tahan jantung, kekuatan otot, atau fleksibilitas.

"Banyak pasien saya bilang sudah cukup bergerak karena sehari-hari sibuk. Padahal tubuh butuh stimulus terukur, bukan sekadar rutinitas," ujar dr. Dhika dalam paparannya. Ia menegaskan bahwa keduanya sama-sama penting, tetapi tidak bisa saling menggantikan. Seseorang dengan pekerjaan fisik berat tetap memerlukan latihan terstruktur untuk melatih komponen kebugaran yang tidak tersentuh pekerjaannya.

Mengapa Pembedaan Ini Penting bagi Pengguna Wearable

Peluncuran U-Buddy membuat isu ini makin relevan. Perangkat wearable kini menampilkan angka langkah harian, kalori terbakar, hingga detak jantung. Masalahnya, data mentah tanpa pemahaman konteks bisa menyesatkan. Pengguna yang melihat 10.000 langkah tercapai sering menyimpulkan kebutuhan latihannya sudah beres, padahal latihan kekuatan dan latihan intensitas tinggi belum tentu dilakukan.

_Menurut American College of Sports Medicine, orang dewasa disarankan melakukan setidaknya 150 menit latihan aerobik intensitas sedang per pekan, ditambah latihan kekuatan otot minimal dua kali sepekan._ Rekomendasi ini berbicara soal latihan terstruktur, bukan akumulasi aktivitas harian semata.

Dokter Dhika juga mengingatkan bahwa intensitas menentukan manfaat. Jalan santai di mal tidak sama dengan jalan cepat berirama yang menaikkan denyut jantung ke zona latihan. Karena itu, fitur pemantauan zona detak jantung pada perangkat wearable menjadi alat bantu yang berguna — asalkan pengguna tahu cara membacanya.

Aspek Aktivitas Fisik Latihan Fisik
Sifat Spontan, alami Terencana, terstruktur
Tujuan Menjalankan aktivitas harian Meningkatkan kebugaran
Contoh Naik tangga, berkebun Lari interval, angkat beban
Pengukuran Total gerakan harian Durasi, intensitas, progres

_Praktisi kesehatan olahraga menilai integrasi wearable ke dalam ekosistem layanan kesehatan seperti U-Buddy berpotensi mendorong gaya hidup aktif yang lebih terukur_, terutama jika data ditindaklanjuti dengan pendampingan tenaga medis. Namun teknologi tetap hanya alat — tanpa pemahaman konsep dasar, angka di layar bisa memberi rasa aman yang keliru.

Pesan dr. Dhika sederhana: jangan berhenti di aktivitas fisik. Jadikan latihan fisik bagian dari jadwal, bukan sekadar sisa dari kesibukan harian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User