Oct 09, 2026
factcheck

Mengapa Perut Cepat Lapar Saat Cuaca Dingin Melanda

Keluhan mengenai rasa lapar yang datang lebih cepat ketika suhu udara menurun menjadi fenomena yang berulang setiap musim hujan atau saat cuaca dingin melanda. Banyak orang melaporkan bahwa asupan mak...

Mengapa Perut Cepat Lapar Saat Cuaca Dingin Melanda

Keluhan mengenai rasa lapar yang datang lebih cepat ketika suhu udara menurun menjadi fenomena yang berulang setiap musim hujan atau saat cuaca dingin melanda. Banyak orang melaporkan bahwa asupan makan mereka meningkat dibanding hari-hari biasa, meski aktivitas fisik tidak bertambah. Berdasarkan verifikasi terhadap penjelasan fisiologis, kondisi ini bukan sekadar sugesti, melainkan berkaitan erat dengan mekanisme tubuh dalam mempertahankan suhu inti.

Respons Termoregulasi dan Kebutuhan Energi

Tubuh manusia mempertahankan suhu inti di kisaran 36,5 hingga 37,5 derajat Celsius. Ketika udara di sekitar menjadi dingin, sistem saraf otonom memicu serangkaian respons untuk mencegah kehilangan panas berlebih. Salah satu mekanisme yang aktif adalah termogenesis, yaitu produksi panas melalui pembakaran kalori. Data menunjukkan bahwa paparan suhu rendah dapat meningkatkan pengeluaran energi tubuh, sehingga cadangan glikogen dan lemak lebih cepat terkuras.

Klaim bahwa rasa lapar saat cuaca dingin adalah tanda tubuh membutuhkan pembakaran kalori lebih banyak memiliki dasar ilmiah. Faktanya adalah, ketika pengeluaran energi meningkat, sinyal hormonal seperti ghrelin — yang merangsang nafsu makan — turut meningkat. Sebaliknya, hormon leptin yang menekan rasa lapar dapat menurun. Kombinasi inilah yang membuat perut terasa kosong lebih cepat dari biasanya.

Klaim: Cuaca dingin membuat perut mudah lapar karena tubuh membakar lebih banyak kalori.

Fakta: Peningkatan rasa lapar berkaitan dengan peningkatan pengeluaran energi untuk termoregulasi, meski besarannya bervariasi antar individu.

Faktor Perilaku dan Psikologis yang Sering Terabaikan

Selain faktor fisiologis, terdapat dimensi perilaku yang perlu diverifikasi. Saat hujan turun atau suhu menurun, aktivitas luar ruang cenderung berkurang. Penurunan aktivitas ini tidak selalu diikuti penurunan asupan makan, karena rasa lapar dapat dipicu oleh faktor lain seperti kebosanan, keinginan mencari kenyamanan, atau kebiasaan mengonsumsi makanan hangat. Berdasarkan verifikasi terhadap literatur gizi, makanan hangat sering diasosiasikan dengan rasa kenyang dan kehangatan, sehingga mendorong konsumsi lebih sering.

Sumber resmi di bidang gizi menegaskan bahwa tidak ada ambang suhu tunggal yang secara otomatis memicu rasa lapar pada semua orang. Respons ini bersifat individual, dipengaruhi usia, komposisi tubuh, tingkat aktivitas, serta kondisi kesehatan metabolik. Individu dengan massa otot lebih besar cenderung membakar lebih banyak energi saat dingin, sementara mereka yang kurang aktif mungkin tidak mengalami lonjakan nafsu makan sebesar itu.

Cara Menghangatkan Tubuh Tanpa Makan Berlebihan

Untuk merespons rasa lapar akibat cuaca dingin, pendekatan yang dianjurkan tidak selalu berupa penambahan porsi makan. Beberapa langkah berikut didasarkan pada bukti yang tersedia:

Pertama, konsumsi minuman hangat tanpa gula berlebih. Teh herbal, air jahe, atau kaldu rendah natrium dapat memberikan sensasi hangat tanpa menambah beban kalori besar. Suhu hangat merangsang reseptor di saluran cerna dan memberi sinyal kenyamanan.

Kedua, pilih makanan berserat dan berprotein. Kombinasi protein dan serat memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Ini bertentangan dengan kebiasaan mengonsumsi karbohidrat sederhana yang cepat dicerna dan justru memicu lapar kembali.

Ketiga, aktifkan gerakan ringan. Berdasarkan data olahraga, aktivitas fisik ringan seperti berjalan cepat atau peregangan dapat meningkatkan sirkulasi dan produksi panas tubuh. Gerakan ini membantu menghangatkan tanpa harus menambah asupan kalori.

Keempat, gunakan pakaian berlapis dan jaga kelembapan ruangan. Mengurangi kehilangan panas dari permukaan kulit menurunkan kebutuhan termogenesis, sehingga sinyal lapar tidak muncul secepat ketika tubuh terpapar dingin langsung.

Kesimpulan Verifikasi

Klaim bahwa cuaca dingin membuat perut mudah lapar dinilai SEBAGIAN BENAR. Rasa lapar memang dapat meningkat karena tubuh membutuhkan energi tambahan untuk menjaga suhu, namun besarnya pengaruh berbeda pada setiap orang. Faktor perilaku, kebiasaan, dan pilihan makanan juga berperan signifikan. Masyarakat disarankan tidak langsung menambah porsi makan secara berlebihan, melainkan mengatur jenis asupan, menjaga hidrasi, dan tetap aktif secara fisik. Informasi mengenai respons tubuh terhadap suhu rendah sebaiknya merujuk pada penjelasan fisiologis yang dapat diverifikasi, bukan pada anggapan bahwa cuaca dingin selalu identik dengan kebutuhan makan besar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User