Korban KM Nurul Salsa Ditemukan, Warga Kendal Dapat Bantuan Sumur
Dalam dua peristiwa kemanusiaan yang terjadi di Indonesia, kabar duka dan harapan datang bersamaan pada akhir pekan ini. Tim SAR gabungan akhirnya berhasil
Dalam dua peristiwa kemanusiaan yang terjadi di Indonesia, kabar duka dan harapan datang bersamaan pada akhir pekan ini. Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan satu jenazah yang diduga kuat merupakan korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Nurul Salsa di perairan Pulau Matalaang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Pada saat yang sama, warga Desa Karanggondang, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, merayakan beroperasinya sumur bor air bersih yang dibangun oleh Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih Emtek Media setelah bertahun-tahun hidup dalam krisis air.
Operasi Pencarian Berbuah Hasil di Pulau Matalaang
Penemuan jenazah terjadi pada Minggu pagi (08/09/2024) sekitar pukul 07.30 WITA. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polairud, dan nelayan setempat, menemukan tubuh korban terapung di sekitar koordinat 4°50' LS dan 119°35' BT, tepatnya di sebelah timur Pulau Matalaang. Jenazah tersebut langsung dievakuasi menuju Pelabuhan Paotere, Makassar, untuk proses identifikasi oleh pihak kepolisian dan keluarga korban.
KM Nurul Salsa diketahui tenggelam pada Selasa (03/09/2024) setelah dihantam ombak tinggi saat dalam perjalanan dari Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, menuju Pelabuhan Pamatata di Selayar. Kapal yang mengangkut 17 penumpang dan 4 awak itu kelebihan muatan dan dihantam cuaca buruk yang tiba-tiba, mengakibatkan kapal oleng dan terbalik. Dari total 21 orang di atas kapal, sebelumnya 11 orang berhasil diselamatkan, sementara 10 lainnya dinyatakan hilang. Hingga penemuan ini, jumlah korban meninggal yang berhasil ditemukan menjadi 4 orang, dengan 6 orang masih dalam pencarian.
"Kami akan terus mengerahkan seluruh kekuatan untuk mencari sisa korban. Tidak ada batas waktu bagi operasi kemanusiaan ini," ujar Kepala Basarnas Sulawesi Selatan, Djunaidi, yang memimpin langsung operasi SAR.
Proses pencarian terkendala oleh kondisi perairan yang sering berkabut dan arus bawah laut yang kuat. Tim penyelam juga dikerahkan untuk menyisir lokasi di sekitar titik tenggelamnya kapal, namun jarak pandang yang terbatas di kedalaman laut sekitar 20-30 meter memaksa tim untuk mengandalkan sonar dan deteksi permukaan.
Bertahun-tahun Menanti, Sumur Bor Jadi Penyelamat Warga Kendal
Sementara itu, ratusan kilometer dari lokasi pencarian, warga Desa Karanggondang, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, merayakan momen bersejarah. Setelah lebih dari satu dekade mengalami kesulitan akses air bersih, mereka kini dapat menikmati air dari sumur bor yang dibangun oleh Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih Emtek Media. Sumur dengan kedalaman 120 meter tersebut resmi dioperasikan pada Sabtu (07/09/2024) dan langsung disambut antusias oleh warga.
Selama ini, warga harus menempuh perjalanan hingga 3 kilometer untuk mendapatkan air bersih dari sumber mata air terdekat yang kualitasnya pun tidak selalu layak konsumsi. Beberapa keluarga terpaksa membeli air galon yang harganya bisa mencapai Rp15.000 per galon, sebuah beban berat bagi warga yang mayoritas merupakan petani dan buruh tani dengan penghasilan pas-pasan. Kondisi semakin parah saat musim kemarau tiba, di mana sumur-sumur tradisional milik warga mengering total.
"Sekarang kami tidak perlu lagi bangun pukul 3 pagi untuk antre air. Anak-anak bisa mandi sebelum sekolah dan saya bisa mengairi tanaman tanpa khawatir kehabisan air," cerita Mulyani, warga RT 04 dengan mata berbinar.
Proyek sumur bor ini merupakan bagian dari program "Air untuk Negeri" yang dijalankan yayasan tersebut sejak 2021. Selain di Kendal, program serupa juga direncanakan masuk ke daerah-daerah krisis air lainnya di Jawa Tengah, seperti Rembang dan Blora. Pemerintah desa setempat akan membantu pemeliharaan mesin pompa air yang memiliki kapasitas 2.000 liter per jam tersebut, memastikan keberlanjutan akses air bagi 1.200 jiwa yang kini menjadi penerima manfaat utama.
Dua Sisi Kemanusiaan: Duka dan Harapan
Kedua peristiwa ini menggambarkan kontras wajah kemanusiaan di Indonesia. Di satu sisi, tragedi laut yang memilukan dengan upaya tanpa henti dari tim SAR untuk menuntaskan duka keluarga korban. Di sisi lain, cerita tentang harapan baru yang muncul dari kolaborasi antara lembaga sosial dan masyarakat untuk mengatasi krisis air di pedesaan. Keduanya menjadi pengingat bahwa tanggap darurat dan pembangunan berkelanjutan adalah dua hal yang harus berjalan beriringan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
[SOCIAL_TWEET]: Tim SAR temukan jenazah korban KM Nurul Salsa di perairan Pangkep. Di sisi lain, warga Kendal akhirnya nikmati air bersih dari sumur bor setelah bertahun-tahun kesulitan. Dua sisi kemanusiaan di Indonesia. #Kemanusiaan #AirBersih #SAR[SOCIAL_TG]: 🔍 Tim SAR temukan jenazah korban KM Nurul Salsa di Pulau Matalaang. Operasi terus berlanjut untuk 6 korban yang masih hilang. 💧 Warga Kendal dapat sumur bor setelah 10 tahun krisis air bersih. #update
Comments (0)