Jajal SUV Listrik Wuling Ala Suzuki Jimny Seharga Rp 200 Jutaan
Liuzhou - Wuling melalui sub-merek Baojun sebenarnya telah memiliki jawaban untuk tren SUV listrik kompak yang sedang melanda pasar otomotif global. Baojun Yep Plus, sebuah SUV berpenggerak listrik d
Liuzhou - Wuling melalui sub-merek Baojun sebenarnya telah memiliki jawaban untuk tren SUV listrik kompak yang sedang melanda pasar otomotif global. Baojun Yep Plus, sebuah SUV berpenggerak listrik dengan desain boxy yang sangat mirip Suzuki Jimny, menawarkan kombinasi gaya retro-modern dan teknologi ramah lingkungan dengan harga yang terbilang terjangkau. Media kami di Lurusin.com berkesempatan menjajal langsung kendaraan ini di area proving ground milik SAIC-GM-Wuling (SGMW) di Liuzhou, Guangxi, China.
Baojun sendiri merupakan satu grup dengan Wuling di bawah naungan SGMW, hasil kerja sama antara SAIC, General Motors, dan Wuling Motors. Menariknya, Yep Plus tidak hanya dijual dengan merek Baojun di China, tetapi juga diekspor ke pasar global dengan nama Chevrolet Spark EUV di bawah bendera General Motors. Ini menandakan potensi mobil ini untuk masuk ke berbagai negara, termasuk kemungkinan ke Indonesia.
Desain Ikonik yang Terinspirasi Suzuki Jimny
Sekilas, Baojun Yep Plus memang sangat mirip dengan Suzuki Jimny yang legendaris. Bodi kotak dengan overhang pendek, grill depan tertutup khas mobil listrik, serta lampu depan LED yang tegas memberikan kesan tangguh dalam dimensi yang kompak. Dimensinya sekitar 3.380 mm panjang, 1.685 mm lebar, dan 1.720 mm tinggi, menjadikannya lincah untuk bermanuver di perkotaan. Meski kecil, kabinnya dirancang cukup lapang untuk empat penumpang dewasa.
Interiornya mengusung konsep minimalis dengan dua layar digital sebagai pusat informasi dan hiburan. Material yang digunakan cukup solid untuk kelasnya, dan fitur-fitur keselamatan seperti ADAS (Advanced Driver Assistance System) diklaim menjadi salah satu nilai jual utama di pasar China.
Performa dan Harga
Baojun Yep Plus dibekali motor listrik tunggal yang menghasilkan tenaga sekitar 50 kW (67 dk) dan torsi 140 Nm. Dengan baterai berkapasitas 28,1 kWh, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 303 km berdasarkan siklus CLTC. Baterainya mendukung pengisian cepat yang mengisi 30-80% dalam waktu kurang dari 40 menit.
"Mobil ini sangat menyenangkan untuk dikendarai di dalam kota. Meskipun tenaganya tidak besar, torsi instan dari motor listrik membuatnya responsif, dan dimensi mungilnya memudahkan parkir di tempat sempit," ujar salah satu penguji Lurusin.com yang ikut serta dalam sesi uji coba.
Yang paling mengejutkan adalah banderol harganya. Di China, Baojun Yep Plus dibanderol mulai dari 93.800 yuan atau setara Rp 200 jutaan. Dengan harga itu, SUV listrik ini menjadi salah satu yang paling terjangkau di kelasnya dan berpotensi menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang mencari kendaraan listrik sebagai mobil kedua atau untuk penggunaan harian di perkotaan.
Kehadiran Baojun Yep Plus di bawah merek Chevrolet sebagai Spark EUV juga membuka spekulasi bahwa model ini bisa saja masuk ke Indonesia melalui jalur impor umum atau bahkan dirakit secara lokal jika permintaan cukup tinggi. Hingga saat ini, pihak SGMW belum memberikan komentar resmi tentang rencana distribusi global lebih lanjut. Namun, jika benar-benar hadir, Yep Plus bisa menjadi pesaing serius di segmen SUV listrik kompak Tanah Air dengan harga yang sangat kompetitif.
Comments (0)