Dua Belas Peristiwa Besar Sebelum Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Berdasarkan penelusuran terhadap kitab-kitab sirah, kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diyakini berlangsung pada Tahun Gajah, sekitar tahun 570 Masehi, didahului sederet peristiwa yang dicatat para seja...

Dua Belas Peristiwa Besar Sebelum Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Berdasarkan penelusuran terhadap kitab-kitab sirah, kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diyakini berlangsung pada Tahun Gajah, sekitar tahun 570 Masehi, didahului sederet peristiwa yang dicatat para sejarawan Islam sebagai pertanda besar. Dua di antaranya paling sering diperbincangkan: padamnya api sesembahan kaum Majusi di Persia dan runtuhnya istana Kisra, penguasa Persia. Namun riwayat yang dihimpun para ulama jauh lebih banyak dari itu. Berikut dua belas peristiwa yang lazim dirangkum dari berbagai narasi sirah menjelang kelahiran Rasulullah SAW.

Keseluruhan peristiwa itu dapat dirangkum sebagai berikut: pertama, hancurnya pasukan gajah Abrahah; kedua, padamnya api Majusi; ketiga, runtuhnya istana Kisra; keempat, keringnya Danau Sawah; kelima, mimpi Mubedhan; keenam, kegelisahan Kisra dan tersiarnya kabar nabi akhir zaman; ketujuh, jatuhnya berhala-berhala di sekitar Ka'bah; kedelapan, terputusnya kemampuan para kahin meramal; kesembilan, ramainya kabar di kalangan Ahlul Kitab; kesepuluh, kabar Sayf bin Dzi Yazan kepada Abdul Muthalib; kesebelas, cahaya yang terpancar dari diri Aminah; dan kedua belas, kabar tentang janin penghulu umat yang sampai kepada Aminah.

Tahun Gajah dan Hancurnya Pasukan Abrahah

Peristiwa paling awal dalam rentetan ini adalah penyerbuan pasukan bergajah pimpinan Abrahah, penguasa Yaman, yang bertekad menghancurkan Ka'bah. Faktanya adalah peristiwa ini disebut langsung dalam Al-Qur'an, tepatnya pada Surat Al-Fil, sehingga menjadi bukti paling kuat di antara seluruh riwayat yang ada. Menurut sebagian riwayat, kehancuran pasukan Abrahah terjadi sekitar lima puluh hari sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW, dan tahun itulah yang kemudian dikenal dengan sebutan Tahun Gajah atau Amul Fil.

Kaitan antara Tahun Gajah dan kelahiran Nabi merupakan pendapat yang paling masyhur dalam literatur sirah. Meski demikian, para ulama berbeda pendapat mengenai tanggal pasti kelahiran; pendapat yang paling dikenal adalah 12 Rabiul Awal, sementara sejumlah riwayat lain menyebut tanggal berbeda pada bulan yang sama.

Peristiwa di Negeri Persia: Padamnya Api Majusi

Kelompok peristiwa kedua berasal dari Persia. Diriwayatkan dalam kitab-kitab sirah, antara lain Al-Bidayah wan-Nihayah karya Ibnu Katsir, bahwa pada malam kelahiran Nabi Muhammad SAW, api sesembahan kaum Majusi yang konon telah menyala selama seribu tahun lamanya, tiba-tiba padam. Bagi pemeluk Majusi, api adalah simbol keagamaan yang dijaga ketat oleh para pendeta, sehingga pemadamannya menjadi kejadian luar biasa yang mengguncang negeri itu.

Pada waktu yang sama, riwayat menyebutkan istana Kisra, raja Persia, berguncang hebat hingga empat belas balkonnya runtuh. Danau Sawah, perairan yang diagungkan bangsa Persia, dilaporkan mengering seketika. Sementara itu, Mubedhan — pendeta agung Majusi — bermimpi melihat unta-unta perkasa menuntun kuda-kuda Arab menyeberangi Sungai Tigris lalu menyebar ke berbagai penjuru negeri. Mimpi itu dibaca sebagai pertanda runtuhnya kekuasaan Persia dan bangkitnya kekuatan baru dari tanah Arab. Kisra sendiri dilanda kecemasan setelah mendengar kabar-kabar tersebut, dan berita tentang bakal lahirnya nabi akhir zaman mulai tersiar hingga ke lingkungan istana.

Pertanda di Tanah Arab dan Sekitarnya

Di jazirah Arab, sebagian riwayat menyebutkan bahwa berhala-berhala yang mengelilingi Ka'bah jatuh tersungkur pada malam kelahiran Nabi Muhammad SAW. Para kahin dan dukun yang selama ini menjadi rujukan ramalan disebut kehilangan kemampuan menebak; sebagian riwayat menghubungkan hal ini dengan terhalangnya jin dari mencuri kabar langit, sehingga sumber ilmu para peramal ikut terputus.

Kabar tentang nabi akhir zaman sejatinya telah lama dinanti. Sirah Ibnu Hisyam mencatat kisah Sayf bin Dzi Yazan, raja Yaman, yang menyampaikan kepada Abdul Muthalib bahwa seorang nabi akan lahir dari keturunannya. Para penganut Yahudi dan Nasrani di sekitar jazirah Arab juga dikisahkan ramai membicarakan kemunculan nabi terakhir berdasarkan kitab-kitab suci mereka, sebuah narasi yang kerap disebut dalam literatur sirah.

Peristiwa Seputar Kandungan Aminah

Riwayat yang masyhur menyebutkan bahwa Aminah binti Wahb, ibu Nabi, tidak merasakan beban berat sebagaimana perempuan lain selama mengandung, serta melihat cahaya memancar dari dirinya hingga menerangi istana-istana di negeri Syam. Sebagian riwayat juga menyebutkan adanya kabar yang sampai kepadanya bahwa janin yang dikandungnya adalah penghulu umat, dan kelak bayi itu diberi nama Muhammad.

Catatan atas Kekuatan Riwayat

Perlu ditegaskan bahwa dua belas peristiwa di atas tidak berasal dari satu jalur riwayat dengan kekuatan yang sama. Ibnu Katsir mencatat sebagian besarnya dalam Al-Bidayah wan-Nihayah, dan Safiyurrahman Al-Mubarakfuri menghimpunnya kembali dalam Ar-Rahiq Al-Makhtum. Sebagian riwayat statusnya diperselisihkan para ulama hadis, sehingga tidak semuanya dapat disetarakan derajat keabsahannya.

Peristiwa yang ditegaskan langsung oleh sumber utama umat Islam, Al-Qur'an, hanyalah hancurnya pasukan gajah pada Tahun Gajah. Karena itu, penyebutan angka dua belas merupakan rangkuman dari berbagai narasi sirah, bukan laporan tunggal dari satu perawi. Berdasarkan verifikasi tekstual yang tersedia, kelahiran Nabi Muhammad SAW berlangsung pada Tahun Gajah, dan para sejarawan Islam mencatat sejumlah peristiwa luar biasa yang mengiringinya — di antaranya padamnya api Majusi dan runtuhnya istana Kisra sebagaimana tersebar dalam literatur sirah.

Kesimpulannya, seluruh riwayat di atas menggambarkan bahwa momentum kelahiran Nabi Muhammad SAW terekam dalam literatur sirah sebagai peristiwa besar yang didahului banyak pertanda, dengan derajat keabsahan yang berbeda-beda pada tiap riwayatnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User