Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) secara resmi menetapkan Achmad Donny sebagai Bendahara Umum untuk masa bakti yang baru. Penunjukan ini diumumkan dalam rapat pleno pengurus yang berlangsung di Jakarta, menandai dimulainya tanggung jawab strategis dalam mengelola keuangan organisasi kemahasiswaan Islam terbesar di Tanah Air. Achmad Donny bukanlah nama baru dalam lingkup aktivisme mahasiswa dan tata kelola keuangan berbasis syariah.
Profil dan Jejak Aktivis
Achmad Donny dikenal sebagai sosok yang mumpuni dalam tata kelola keuangan organisasi. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di jurusan Ekonomi Syariah dari salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di kawasan Jabodetabek. Selama masa kuliah, ia aktif di berbagai forum diskusi dan pelatihan yang berkaitan dengan keuangan sosial Islam, termasuk zakat, wakaf, dan ekonomi produktif. Pengalaman organisasinya dimulai dari lingkup terkecil, yakni sebagai koordinator divisi dana dan usaha di komisariat kampus, lalu menjabat sebagai Sekretaris Departemen Keuangan PB SEMMI pada periode sebelumnya.
Rekan-rekan sejawatnya menggambarkan Achmad sebagai pribadi yang teliti dan transparan. Salah satu pengurus senior SEMMI menyebutkan bahwa Donny konsisten mendorong sistem pelaporan keuangan berbasis digital di internal organisasi. Hal ini dinilai menjadi modal penting untuk mengemban tugas sebagai Bendahara Umum yang mengelola dana dengan cakupan nasional, menuntut akurasi dan akuntabilitas tinggi.
Tugas Strategis dan Mandat Baru
Sebagai Bendahara Umum, Achmad Donny tidak hanya bertanggung jawab atas pencatatan lalu lintas keuangan, namun juga menyusun strategi penggalangan dana yang berkelanjutan. SEMMI selama ini mengandalkan simpati umat dan donasi mitra strategis dalam menjalankan program-program pemberdayaan mahasiswa di seluruh provinsi. Donny diharapkan mampu memperkuat pondasi keuangan organisasi agar tak bergantung pada satu sumber tunggal.
Di bawah kepengurusan baru, SEMMI menargetkan peningkatan transparansi laporan keuangan yang dapat diakses publik secara berkala. Achmad memandang hal ini sebagai bentuk amanah dan tanggung jawab moral terhadap seluruh anggota dan umat. Dalam perbincangan dengan media internal organisasi, ia menyampaikan komitmennya untuk mengimplementasikan standar akuntansi syariah yang merujuk pada fatwa dewan syariah nasional. Langkah ini dinilai sejalan dengan visi SEMMI yang menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme.
Lebih lanjut, Bendahara Umum memiliki peran kunci dalam perencanaan anggaran program unggulan, seperti pelatihan kepemimpinan nasional, program beasiswa aktivis, serta kegiatan sosial di daerah tertinggal. Tugas ini memerlukan kemampuan menyusun skala prioritas yang tepat sasaran, sesuatu yang disebutkan Donny sebagai fokus utamanya: “Setiap rupiah yang dipercayakan harus memberi dampak nyata bagi pengembangan kader muslim dan masyarakat,” ujarnya dalam sesi pengenalan pengurus baru.
Harapan dan Langkah Inovasi
Dengan penunjukan Achmad Donny, PB SEMMI mengharapkan adanya inovasi dalam tata kelola keuangan, termasuk memanfaatkan platform teknologi untuk memudahkan pencatatan donasi dan distribusi bantuan secara real-time. Wacana pembentukan unit usaha kecil-kecilan yang dikelola oleh kader juga mulai dibahas sebagai upaya menciptakan kemandirian ekonomi organisasi. Donny diyakini memiliki kapasitas untuk merealisasikan gagasan ini berkat latar belakang pendidikannya dan pengalaman praktis yang ia kantongi.
Tantangan ke depan tidak ringan. Intensitas program kerja yang tinggi pasca pandemi menuntut alokasi dana yang efisien namun tetap berdampak luas. Achmad Donny menyadari bahwa posisinya akan selalu berada di bawah sorotan, baik dari internal maupun publik. Oleh karena itu, ia berjanji untuk menjalankan prinsip keterbukaan dan tidak segan melakukan audit internal secara berkala.
Pengukuhan Achmad Donny sebagai Bendahara Umum PB SEMMI diharapkan membawa angin segar bagi konsolidasi organisasi, khususnya dalam membangun kepercayaan publik dan mitra. Dengan integritas dan keahlian yang dimilikinya, langkah ini menjadi salah satu fondasi penting untuk mewujudkan SEMMI sebagai organisasi yang tidak hanya vokal dalam isu keumatan, namun juga menjadi teladan dalam pengelolaan sumber daya secara profesional dan berlandaskan syariah.
Comments (0)