Di Momen Hari Anak Nasional, SDN Kebayoran Lama Ambruk, Gubernur Janji Perbaikan
Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli seharusnya menjadi momen penuh suka cita dan refleksi tentang masa depan anak-anak Indonesia. Namun,
Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli seharusnya menjadi momen penuh suka cita dan refleksi tentang masa depan anak-anak Indonesia. Namun, dari Jakarta Selatan justru datang kabar yang memilukan: sebuah gedung sekolah dasar ambruk akibat kondisi bangunan yang sudah sangat tua dan tidak layak. Bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 roboh, menyisakan puing dan sekaligus menampar wajah dunia pendidikan di ibu kota. Di tengah riuhnya janji perlindungan anak, kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa masih banyak pekerjaan rumah besar yang belum terselesaikan.
Kronologi Ambruknya SDN Kebayoran Lama Selatan 09
Berdasarkan informasi yang dihimpun, gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09 mendadak ambruk pada Senin (25/7/2025) sekitar pukul 10.30 WIB. Beruntung, saat itu tidak ada kegiatan belajar mengajar sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Para siswa dan guru tengah berada di luar lingkungan sekolah yang sedang menjalani libur akhir semester.
Meski demikian, kondisi ini tetap mengejutkan warga sekitar. Saksi mata melaporkan mendengar suara berderak keras sebelum atap dan sebagian dinding gedung runtuh. Serpihan beton dan kayu berserakan di area kelas yang biasanya dipenuhi puluhan anak setiap harinya. Dugaan awal penyebab ambruk adalah tulang bangunan yang termakan usia, mengingat gedung tersebut telah berdiri selama lebih dari 40 tahun tanpa renovasi struktural yang memadai.
“Saya kaget sekali, tiba-tiba gedung roboh. Untung anak-anak libur, kalau tidak, bisa bahaya sekali,” ujar Rina, salah seorang warga yang tinggal di dekat sekolah.
Gubernur DKI Jakarta Langsung Turun Tangan
Merespons peristiwa ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk segera melakukan penanganan darurat. Pramono menegaskan bahwa perbaikan gedung sekolah itu menjadi prioritas utama agar proses belajar mengajar tidak terganggu terlalu lama. Ia juga meminta Dinas Pendidikan DKI untuk mengaudit seluruh bangunan sekolah tua di ibu kota.
“Saya pastikan perbaikan akan segera dilakukan. Tidak boleh ada anak-anak kita yang belajar di gedung yang membahayakan. Kita akan alokasikan anggaran darurat untuk ini,” tegas Pramono di Balai Kota, Selasa (26/7).
Langkah cepat Gubernur ini, meski diapresiasi, juga membuka luka lama soal pemeliharaan aset publik di Jakarta. Banyak pihak menilai insiden ini hanyalah puncak dari keteledoran bertahun-tahun dalam merawat infrastruktur pendidikan. KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) mencatat, sepanjang 2024-2025 terdapat lebih dari 30 sekolah dasar di Jakarta yang kondisinya rawan ambruk atau mengalami kerusakan berat. Angka ini menunjukkan bahwa apa yang terjadi di Kebayoran Lama bukanlah kasus terisolasi.
Ironi di Balik Perayaan Hari Anak Nasional
Kejadian ambruknya SDN Kebayoran Lama Selatan 09 terasa sangat kontras karena berlangsung tepat setelah peringatan Hari Anak Nasional. Di hari itu, Kementerian PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) menyuarakan seruan untuk menjamin hak-hak anak, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan dari kekerasan. Namun, data di lapangan masih jauh dari harapan.
- Jaminan kesehatan: Masih ada ribuan anak di Jakarta yang belum tercover BPJS Kesehatan meskipun program JKN telah lama berjalan.
- Pendidikan: Selain sekolah rusak, angka putus sekolah di jenjang SD meningkat akibat tekanan ekonomi pasca-pandemi.
- Kekerasan terhadap anak: Data KPAI menunjukkan peningkatan kasus kekerasan fisik dan seksual pada anak sebesar 15% pada semester pertama 2025 dibanding periode yang sama tahun lalu.
Para pegiat anak menyebut ambruknya gedung sekolah ini sebagai tamparan keras bagi para pemangku kebijakan. “Ini menunjukkan bahwa retorika tentang perlindungan anak masih jauh dari realisasi. Anak-anak kita masih terancam bahaya di tempat yang seharusnya paling aman, yaitu sekolah,” kata aktivis anak dari Save the Children Indonesia.
Rencana Perbaikan dan Komitmen Jangka Panjang
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berjanji bahwa proses perbaikan gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09 akan dimulai dalam waktu maksimal dua minggu dengan target rampung sebelum semester ganjil dimulai. Selain itu, Pramono Anung juga menginstruksikan pembentukan tim tinjau ulang struktur seluruh sekolah yang berdiri lebih dari 30 tahun. Hal ini diharapkan mampu mencegah tragedi serupa di masa mendatang.
Namun, pengamat pendidikan mengingatkan bahwa pendekatan reaktif tidak cukup. Dibutuhkan sistem pemeliharaan rutin dan alokasi dana abadi untuk peremajaan sekolah-sekolah tua. Tanpa itu, kejadian serupa akan terus berulang, menodai setiap perayaan Hari Anak Nasional di tahun-tahun yang akan datang.
Atas insiden ini, Polres Metro Jakarta Selatan dan Dinas Binamarga DKI juga dilibatkan untuk menyelidiki apakah ambruknya gedung murni karena faktor usia atau ada kelalaian serius dalam inspeksi rutin bangunan. Hasil audit struktural diharapkan keluar dalam pekan ini, dan apabila ditemukan unsur kelalaian, Gubernur berjanji akan menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab.
[SOCIAL_FB]: Di tengah euforia Hari Anak Nasional, sebuah SD di Jakarta Selatan ambruk dan memaksa kita semua menelan pil pahit. Bangunan tua, minim perawatan, nyaris mencelakai anak-anak. Gubernur Pramono Anung bergerak cepat, tapi akankah sekolah-sekolah lain bernasib sama? Simak selengkapnya di bawah.[SOCIAL_THREADS]: Peringatan Hari Anak Nasional kemarin. Hari ini SD ambruk di Jakarta. Ini bukan kebetulan — ini alarm keras. Thread tentang gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang roboh dan PR besar dunia pendidikan kita 🧵👇
Comments (0)