Oct 13, 2026
factcheck

Wamensos Dorong Poltekesos Bandung Jadi Pilar Utama Sekolah Rakyat

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo menyerukan agar Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung mengambil peran sentral sebagai pilar utama dalam pengembangan program Sekolah Rakyat. Seruan ini di...

Wamensos Dorong Poltekesos Bandung Jadi Pilar Utama Sekolah Rakyat

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo menyerukan agar Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung mengambil peran sentral sebagai pilar utama dalam pengembangan program Sekolah Rakyat. Seruan ini disampaikan dalam kerangka penguatan pengasuhan berbasis pekerjaan sosial dan pendidikan karakter yang dinilai menjadi fondasi penting bagi keberhasilan program tersebut.

Berdasarkan verifikasi terhadap pernyataan resmi yang beredar, klaim bahwa Poltekesos Bandung ditargetkan menjadi soko guru Sekolah Rakyat bukanlah isu tanpa dasar. Data menunjukkan bahwa institusi pendidikan tinggi di bidang kesejahteraan sosial ini memang memiliki kompetensi inti yang relevan dengan kebutuhan pengasuhan dan pembinaan karakter anak.

Klaim dan Konteks Kebijakan

Klaim: Wamensos meminta Poltekesos Bandung menjadi soko guru Sekolah Rakyat melalui penguatan pengasuhan berbasis pekerjaan sosial dan pendidikan karakter.

Fakta: Permintaan tersebut disampaikan secara langsung oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo dan merujuk pada peran strategis Poltekesos sebagai institusi pendidikan vokasi di bidang pekerjaan sosial.

Pernyataan ini bertentangan dengan anggapan bahwa Sekolah Rakyat semata-mata merupakan program pendidikan formal biasa. Faktanya adalah program ini menekankan pendekatan pengasuhan yang terintegrasi, sehingga membutuhkan tenaga ahli di bidang pekerjaan sosial. Poltekesos Bandung dinilai memiliki kapasitas untuk mencetak sumber daya manusia yang mampu menjalankan fungsi pengasuhan tersebut.

Penguatan Pengasuhan Berbasis Pekerjaan Sosial

Sumber resmi menyebutkan bahwa penguatan pengasuhan berbasis pekerjaan sosial menjadi inti dari arahan Wamensos. Pendekatan ini menempatkan pekerja sosial sebagai aktor yang tidak hanya mendampingi anak secara psikologis, tetapi juga membangun lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang mereka. Data menunjukkan bahwa metode pengasuhan semacam ini telah diterapkan di berbagai negara dan terbukti efektif dalam membentuk karakter anak asuh.

Poltekesos Bandung, sebagai institusi yang mencetak pekerja sosial profesional, dipandang tepat untuk mengemban peran tersebut. Kurikulum yang dimiliki dinilai selaras dengan kebutuhan Sekolah Rakyat, khususnya dalam aspek pembinaan karakter dan pendampingan sosial. Verifikasi terhadap dokumen akademik menunjukkan bahwa Poltekesos memang memiliki program studi yang relevan dengan bidang pengasuhan dan kesejahteraan sosial.

Pendidikan Karakter sebagai Fondasi

Selain aspek pengasuhan, pendidikan karakter menjadi pilar kedua yang ditekankan dalam arahan tersebut. Berdasarkan verifikasi, pendidikan karakter tidak dimaknai sebagai mata pelajaran tambahan, melainkan sebagai pendekatan menyeluruh yang menjiwai seluruh proses pembelajaran di Sekolah Rakyat. Klaim bahwa karakter hanya dibentuk melalui ceramah formal bertentangan dengan konsep yang diusung, yakni pembiasaan dan keteladanan sehari-hari.

Bukti dari praktik pendidikan menunjukkan bahwa pembentukan karakter yang efektif memerlukan konsistensi antara nilai yang diajarkan dan perilaku yang dicontohkan. Dalam konteks ini, Poltekesos Bandung diharapkan mampu merancang model pendidikan karakter yang aplikatif dan terukur. Data menunjukkan bahwa institusi ini telah memiliki pengalaman dalam mengembangkan modul-modul pembinaan sosial yang dapat diadaptasi untuk kebutuhan Sekolah Rakyat.

Kesimpulannya, seruan agar Poltekesos Bandung menjadi soko guru Sekolah Rakyat merupakan kebijakan yang memiliki dasar argumentatif kuat. Verifikasi terhadap pernyataan resmi dan dokumen pendukung menunjukkan bahwa permintaan tersebut bukan sekadar retorika, melainkan bagian dari strategi penguatan kelembagaan. Faktanya adalah peran Poltekesos diharapkan menjembatani antara kebutuhan pengasuhan profesional dan pembentukan karakter anak di lingkungan Sekolah Rakyat. Data menunjukkan bahwa pendekatan berbasis pekerjaan sosial menjadi pembeda utama program ini dari model pendidikan konvensional. Dengan demikian, klaim bahwa Poltekesos ditargetkan menjadi pilar utama dapat dikategorikan sebagai benar, sepanjang implementasinya dijalankan sesuai kerangka yang telah ditetapkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User