Thailand ke Final SEA V-Cup 2026 Lewat Kemenangan 3-0 atas Kamboja
Thailand memastikan langkah ke partai puncak SEA V-Cup 2026 Putra setelah menundukkan Kamboja dengan skor telak 3-0 pada leg kedua semifinal yang digelar Sabtu (25/7). Kemenangan ini melengkapi agrega...
Thailand memastikan langkah ke partai puncak SEA V-Cup 2026 Putra setelah menundukkan Kamboja dengan skor telak 3-0 pada leg kedua semifinal yang digelar Sabtu (25/7). Kemenangan ini melengkapi agregat yang membuat pasukan Gajah Perang tak terbendung. Di tempat terpisah, tiket final lainnya akan diperebutkan oleh Indonesia dan Vietnam yang dijadwalkan bertanding pada pukul 19.00 WIB malam ini.
Gol Cepat dan Dominasi Penuh
Sejak peluit awal dibunyikan, Thailand langsung menerapkan tekanan tinggi. Permainan cepat dari sayap dan umpan-umpan vertikal bertubi-tubi mengurung pertahanan Kamboja. Gol pembuka hadir pada menit ke-14 melalui Thanakorn Phromsawat. Menerima bola di kotak penalti setelah kombinasi apik dua rekannya, Thanakorn dengan tenang menaklukkan kiper menggunakan tembakan mendatar ke sudut tiang jauh. Unggul cepat membuat ritme permainan Thailand kian sulit dikejar.
Kamboja yang mencoba keluar dari tekanan justru beberapa kali kehilangan bola di area berbahaya. Lini tengah Thailand yang dipimpin Chanathip Songkrasin bermain disiplin dalam memutus alur serangan dan langsung mengubahnya menjadi serangan balik. Hingga menit ke-30, tercatat Thailand menguasai bola hingga 65 persen dan menciptakan tujuh peluang, sementara Kamboja hanya melepaskan satu tembakan spekulatif dari luar kotak.
Babak Kedua: Penegasan Kekuatan
Selepas jeda, Thailand terus menekan tanpa mengendur. Pada menit ke-52, Supachai Jaided menggandakan keunggulan lewat skema tendangan bebas. Sepakan melengkungnya menghujam pojok atas gawang tanpa bisa dihalau kiper Kamboja yang sudah mati langkah. Gol ini mematahkan semangat tim tamu yang terlihat mulai goyah.
Keunggulan dua gol membuat Thailand bermain lebih lepas. Gol ketiga lahir pada menit ke-71 melalui aksi individu Ekanit Panya. Melakukan penetrasi dari sisi kiri, ia mengecoh dua bek sebelum melepaskan tembakan deras yang bersarang di sisi kanan gawang. Skor 3-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang, memastikan agregat akhir yang nyaman bagi Thailand setelah sebelumnya bermain imbang 0-0 di leg pertama di Phnom Penh.
Statistik pasca-pertandingan menunjukkan total penguasaan bola Thailand mencapai 63 persen dengan 8 tembakan tepat sasaran, berbanding hanya 1 milik Kamboja. Performa tanpa cela barisan belakang yang dikawal Kiatisak Panyavej juga mencatatkan clean sheet penting.
Kiprah Kamboja yang Bersejarah
Meski tersingkir, Kamboja meninggalkan turnamen dengan catatan positif. Lolos ke semifinal merupakan pencapaian tertinggi mereka sepanjang sejarah SEA V-Cup. Pelatih Kim Ty mengakui perbedaan kualitas lawan. “Thailand sangat kuat di lini tengah. Kami tidak bisa mengembangkan permainan. Tapi para pemain sudah berjuang habis-habisan,” ujarnya. Ia berharap pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi regenerasi tim nasional Kamboja ke depannya.
Perjalanan Kamboja yang sebelumnya menyingkirkan unggulan di fase grup patut diapresiasi. Kejutan yang mereka ciptakan menunjukkan peta kekuatan sepak bola Asia Tenggara yang semakin merata.
Menyambut Partai Puncak
Thailand kini menanti calon lawan yang akan keluar dari duel antara Indonesia dan Vietnam. Kedua tim dipastikan tampil dengan motivasi tinggi karena leg pertama berakhir dengan skor imbang 1-1 di Hanoi. Laga malam ini diperkirakan berlangsung ketat dengan tensi tinggi.
Jika Indonesia berhasil lolos, maka final akan menjadi ulangan pertemuan di edisi 2024 yang juga mempertemukan kedua negara. Sementara bila Vietnam yang melaju, rivalitas dua kekuatan tradisional Asia Tenggara akan kembali tercipta. Pelatih Thailand, Choketawee Promrut, menyatakan tidak mempermasalahkan siapa yang akan dihadapi. “Kami fokus mempersiapkan tim. Siapa pun lawan di final, kami siap memberikan yang terbaik,” tuturnya.
Final dijadwalkan pada Rabu (29/7) di Bangkok. Dengan status tuan rumah dan dukungan penuh suporter, Thailand membidik gelar juara untuk ketiga kalinya secara beruntun. Kedalaman skuat dan performa meyakinkan di semifinal membuat mereka difavoritkan, meski konsistensi tetap menjadi kunci untuk mengangkat trofi.
Comments (0)