Oct 15, 2026
factcheck

Tabebuya dan Target RTH 30 Persen Jakarta Dipertanyakan

Keindahan deretan pohon tabebuya berbunga merah muda dan ungu di sejumlah ruas jalan ibu kota menjadi pemandangan yang ramai dibicarakan publik dalam beberapa tahun terakhir. Namun di balik daya tarik...

Tabebuya dan Target RTH 30 Persen Jakarta Dipertanyakan

Keindahan deretan pohon tabebuya berbunga merah muda dan ungu di sejumlah ruas jalan ibu kota menjadi pemandangan yang ramai dibicarakan publik dalam beberapa tahun terakhir. Namun di balik daya tarik visual tersebut, muncul pertanyaan mendasar mengenai apakah penanaman pohon hias ini benar-benar berkontribusi signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan ruang terbuka hijau, atau hanya menjadi simbol estetika yang tidak menyelesaikan persoalan lingkungan secara substansial.

Klaim yang Diperiksa

Berdasarkan verifikasi yang dilakukan terhadap pernyataan yang beredar, terdapat klaim bahwa program penghijauan di Jakarta selama ini terlalu terpusat pada penanaman tabebuya dan sekadar mengejar angka target ruang terbuka hijau sebesar 30 persen. Klaim ini dinyatakan pertama kali dalam forum resmi oleh salah satu fraksi di DPRD DKI Jakarta, yang menyoroti pentingnya perluasan penghijauan secara lebih menyeluruh dan tidak sekadar mengandalkan satu jenis tanaman hias.

Klaim: Penghijauan Jakarta hanya berfokus pada tabebuya demi mengejar target RTH 30 persen.

Faktanya adalah klaim tersebut tidak sepenuhnya akurat, namun juga tidak sepenuhnya salah. Data dari instansi terkait menunjukkan bahwa tabebuya memang menjadi salah satu jenis pohon yang paling banyak ditanam dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kawasan jalan protokol dan taman kota. Hal ini tidak dapat dipisahkan dari pertimbangan estetika dan fungsi sebagai tanaman peneduh jalan yang tidak menghasilkan buah, sehingga dianggap lebih praktis dalam pemeliharaan.

Verifikasi Data dan Bukti

Berdasarkan data yang dihimpun dari program penanaman pohon yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah, komposisi jenis tanaman yang digunakan dalam penghijauan tidak hanya terbatas pada tabebuya. Terdapat sejumlah jenis tanaman lain yang turut dimanfaatkan, seperti tanjung, trembesi, dan beberapa jenis tanaman perdu. Namun proporsi tabebuya dalam beberapa tahun terakhir memang menonjol dibandingkan jenis lainnya, khususnya di kawasan yang menjadi simbol wajah kota.

Yang perlu dicatat adalah bahwa target ruang terbuka hijau sebesar 30 persen sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan belum tercapai. Berdasarkan data resmi, capaian ruang terbuka hijau publik di DKI Jakarta masih berada di bawah angka tersebut, meskipun terdapat tren peningkatan dari tahun ke tahun. Ketimpangan ini menjadi dasar bagi munculnya kekhawatiran bahwa strategi penghijauan yang menitikberatkan aspek visual tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

Bukti lain yang perlu dipertimbangkan adalah fungsi ekologis tanaman. Pohon dengan kanopi lebar dan tajuk rindang memiliki kapasitas lebih besar dalam menyerap karbon, menurunkan suhu udara, dan meresapkan air hujan dibandingkan tanaman hias berbunga. Dalam konteks perubahan iklim dan permasalahan banjir yang masih menjadi persoalan kronis di beberapa wilayah, kebutuhan akan pohon dengan fungsi ekologis maksimal menjadi relevan untuk diperhitungkan.

Analisis dan Kesimpulan

Verifikasi terhadap klaim menunjukkan hasil yang bersifat sebagian benar. Pernyataan mengenai dominasi tabebuya dalam program penanaman tidak bertentangan dengan data yang tersedia. Demikian pula kekhawatiran mengenai belum tercapainya target ruang terbuka hijau 30 persen adalah fakta yang dapat dikonfirmasi melalui dokumen resmi.

Namun perlu dicatat bahwa menyatakan penghijauan Jakarta hanya berfokus pada tabebuya merupakan generalisasi yang menyesatkan. Data menunjukkan variasi jenis tanaman tetap dilakukan, meskipun proporsinya tidak seimbang. Yang perlu menjadi perhatian adalah bahwa kritik terhadap pendekatan penghijauan yang terlalu menekankan aspek estetika memang memiliki dasar bukti yang kuat dan sejalan dengan kebutuhan pembangunan kota berkelanjutan.

Berdasarkan seluruh bukti yang diperiksa, pernyataan tersebut dinilai SEBAGIAN BENAR. Penekanan berlebihan pada satu jenis tanaman hias untuk mengejar target ruang terbuka hijau adalah persoalan nyata yang perlu dibenahi, tanpa mengabaikan manfaat yang telah diraih dari berbagai program penghijauan yang telah berjalan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User