Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melantik Donny Ermawan sebagai Rektor Universitas Republik Indonesia (RI) dalam sebuah upacara resmi di Istana Negara. Pelantikan ini menandai era baru bagi universitas tersebut dengan kepemimpinan dari tokoh berlatar belakang pertahanan.
Upacara Pelantikan di Istana Negara
Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Donny Ermawan sebagai Rektor Universitas Republik Indonesia pada Jumat pagi di Istana Negara. Turut hadir dalam acara tersebut Yos Sunitiyoso, Direktur Hilirisasi dan Kemitraan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), serta jajaran pejabat tinggi lainnya.
Donny mengenakan pakaian dinas resmi sementara Prabowo membacakan sumpah jabatan. Suasana khidmat memenuhi ruangan utama istana yang dihiasi bendera merah putih.
Jejak Karir Sang Rektor Baru
Sebelum dipercaya memimpin Universitas RI, Donny Ermawan adalah Wakil Menteri Pertahanan. Pria kelahiran Bandung ini mengawali karirnya sebagai aparatur sipil negara pada tahun 1990 di Departemen Pertahanan. Selama lebih dari tiga dekade, ia menduduki berbagai posisi strategis hingga mencapai puncak karier sebagai orang nomor dua di kementerian tersebut.
Di bawah kepemimpinannya, Kementerian Pertahanan meluncurkan sejumlah program modernisasi alutsista dan pengembangan sumber daya manusia. Pengalaman ini dianggap sebagai modal berharga untuk memimpin universitas yang ingin menekankan riset berbasis teknologi dan keamanan.
Yos Sunitiyoso: Penghubung Dunia Kampus dan Industri
Sementara itu, Yos Sunitiyoso, yang hadir dalam kapasitas sebagai Direktur Hilirisasi dan Kemitraan, menegaskan komitmen Kemdiktisaintek untuk mendukung Universitas RI. “Kami akan mendorong agar riset-riset di kampus ini bisa langsung diterapkan di masyarakat,” ujarnya kepada awak media usai acara.
Yos sendiri dikenal sebagai figur penting dalam program Merdeka Belajar yang mengintegrasikan dunia industri dengan perguruan tinggi. Kolaborasi antara rektor baru dan direktur hilirisasi ini diharapkan menciptakan ekosistem inovasi yang solid.
Pesan Presiden tentang Trilogi Pendidikan
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan tiga pilar utama: penelitian, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia mendorong Universitas RI untuk menjadi model universitas yang adaptif terhadap perubahan global.
“Rektor baru harus mampu membawa perubahan. Saya percaya Pak Donny dengan latar belakangnya bisa melakukan itu,” kata Prabowo.
Presiden juga menyinggung pentingnya ketahanan siber dalam kurikulum, mengingat latar belakang pertahanan Donny. Ia meminta agar fakultas baru segera dibentuk untuk merespons kebutuhan zaman.
Respons Civitas Academica
Pelantikan Donny Ermawan mendapat sambutan beragam dari kalangan akademisi. Sebagian optimis, sebagian lagi mempertanyakan relevansi latar belakang militer untuk memimpin institusi pendidikan. Namun, Rektor sebelumnya, Prof. Budi Santoso, menyampaikan dukungan penuh.
“Kami yakin Pak Donny bisa membawa angin segar. Beliau adalah negarawan dan profesional,” ujar Budi.
Para mahasiswa juga berharap kepemimpinan baru ini tidak mengurangi independensi kampus. “Kami mau kampus tetap kritis dan bebas,” seru seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial.
Rencana Strategis ke Depan
Donny Ermawan memaparkan rencana jangka pendeknya yang mencakup peningkatan ranking kampus, perbaikan infrastruktur digital, dan penguatan kolaborasi riset internasional. Dalam 100 hari pertama, ia akan fokus pada tata kelola organisasi dan sumber daya manusia.
“Kami akan menjadikan Universitas RI sebagai pusat riset terdepan di Asia Tenggara,” tegas Donny.
Ia juga menunjuk Yos Sunitiyoso sebagai penasihat tidak tetap untuk masalah hilirisasi, sebagai bentuk sinergi antara universitas dan kementerian.
Penutup
Dengan dilantiknya Donny Ermawan, babak baru Universitas RI resmi dimulai. Masyarakat menanti implementasi janji-janji perubahan yang diusung rektor baru. Kolaborasi dengan Kemdiktisaintek melalui Yos Sunitiyoso menjadi kunci sukses visi tersebut.
Upacara diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Para tamu undangan pun pulang membawa optimisme untuk masa depan pendidikan tinggi Indonesia.
Comments (0)