Sep 24, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Peluncuran Danantara Hadirkan SBJ dan Jokowi di Istana

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatat satu momen politik penting pada akhir Februari 2025, ketika struktur pengelolaan baru atas aset negara resmi diperkenalkan ke publik. Badan Pengelola In...

Peluncuran Danantara Hadirkan SBJ dan Jokowi di Istana

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatat satu momen politik penting pada akhir Februari 2025, ketika struktur pengelolaan baru atas aset negara resmi diperkenalkan ke publik. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara — yang akrab disingkat Danantara — diresmikan dalam acara di kompleks kepresidenan Jakarta pada Senin, 24 Februari 2025.

Agenda Peluncuran dan Kehadiran Tokoh Nasional

Acara tersebut tidak sekadar seremoni administratif. Dalam ruang yang sama, tiga kepala negara RI dari tiga generasi berbeda duduk berdampingan: Presiden Prabowo Subianto menempati posisi tengah, diapit oleh Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ketujuh Joko Widodo. Kehadiran keduanya membaca sebagai gestur kesinambungan pemerintahan, bahwa pergantian pucuk pimpinan tidak serta-merta memutus jejak pengelolaan keuangan dan aset milik negara.Prabowo, sebagai pemimpin yang baru saja menerima estafet kekuasaan pada Oktober 2024, memilih membuka babak baru pengelolaan investasi negara melalui wadah yang terpisah dari skema BUMN konvensional. Danantara dibentuk dengan mandat mengkoordinasi portofolio saham negara di ratusan badan usaha milik negara, menyatukan keputusan strategis di bawah satu atap.

Sementara itu, kehadiran SBY — tokoh Partai Demokrat yang lama berada di luar lingkar kekuasaan eksekutif — menarik perhatian pengamat politik. Kehadirannya menandai bahwa peluncuran ini dipandang sebagai agenda lintas-generasi, bukan sekadar program satu presiden. Jokowi, yang selama sepuluh tahun menakhodai BUMN dan merancang sejumlah lembaga investasi serupa, juga hadir, memberi legitimasi historis terhadap konsep yang sedang digulirkan.

Apa Itu Danantara dan Mengapa Penting

Secara struktural, Danantara berperan sebagai payung pengelola portofolio investasi negara. Alih-alih Kementerian BUMN mengurus urusan operasional perusahaan-perusahaan pelat merah secara langsung, Danantara dirancang untuk menangani aspek strategis: penempatan dana, optimisasi aset, serta penyelarasan kebijakan investasi antar-BUMN. Dengan begitu, pemerintah berharap keputusan investasi dapat diambil lebih cepat tanpa terkendala birokrasi berlapis.

Menurut rancangan yang dipaparkan pemerintah, Danantara akan mengelola saham negara di lebih dari 800 BUMN dan anak perusahaan. Angka ini menjadikan entitas baru tersebut sebagai salah satu lembaga pengelola aset terbesar di Asia Tenggara, menyaingi lembaga serupa seperti Temasek Holdings di Singapura atau Khazanah Nasional di Malaysia — meskipun karakteristik dan skala permodalannya berbeda.

Model operasionalnya mengacu pada pendekatan holding company, di mana entitas induk bertindak sebagai pemegang saham strategis dan pengawas kinerja, bukan pengelola harian operasional. Filosofi ini meniru pola yang sudah lama diterapkan negara-negara dengan ekonomi campuran, di mana aset negara dikelola dengan disiplin korporat alih-alih semata instrumen politik.

Latar Belakang Pembentukan Lembaga Baru

Langkah ini tidak muncul dalam ruang hampa. Sepanjang dekade terakhir, BUMN Indonesia kerap menghadapi kritik atas tumpang tindih fungsi, ketergantungan pada penyertaan modal negara, dan rendahnya rasio dividen terhadap total aset. Pemerintah berulang kali menyatakan bahwa optimisasi portofolio BUMN perlu pendekatan yang lebih terpusat dan berorientasi hasil investasi.

Sebelumnya, upaya serupa pernah diwujudkan melalui lembaga khusus seperti Indonesia Investment Authority (INA) yang berfokus pada dana abadi dan investasi pasar publik. Danantara, dalam pengertian tertentu, memperluas cakupan itu: mencakup seluruh ekosistem BUMN, bukan hanya instrumen keuangan tertentu. Dengan demikian, korporasi pelat merah dari sektor energi, transportasi, telekomunikasi, hingga perbankan masuk dalam radar pengelolaan yang sama.

Acara peluncuran di istana juga menegaskan dimensi simbolis. Dengan hadirnya dua presiden terdahulu, pemerintah ingin menegaskan bahwa pengelolaan aset negara bersifat lintas rezim dan diharapkan tidak berubah total setiap kali terjadi pergantian kepemimpinan. Pesan itu penting bagi investor asing yang kerap ragu terhadap stabilitas kebijakan ekonomi Indonesia.

Tantangan dan Ekspektasi Pasar

Meski demikian, implementasi Danantara tidak lepas dari sejumlah tantangan. Pertama, koordinasi antar-BUMN dengan budaya korporat yang sangat beragam membutuhkan waktu. Kedua, transparansi pengelolaan aset sebesar itu akan terus menjadi sorotan publik dan DPR. Ketiga, efektivitas lembaga baru ini bergantung pada kualitas tata kelola yang mampu menjauhkan keputusan investasi dari tekanan politik jangka pendek.

Pasar akan menilai Danantara berdasarkan realisasi, bukan seremoni peluncurannya. Apakah entitas ini mampu menaikkan kontribusi dividen BUMN, memperbaiki tata kelola, dan menarik minat investor asing akan menjadi tolok ukur yang sesungguhnya dalam dua sampai tiga tahun ke depan.

Peluncuran Danantara pada 24 Februari 2025 menutup satu bab dan membuka bab lain dalam sejarah pengelolaan kekayaan negara Indonesia. Momen di istana, lengkap dengan tiga presiden yang hadir, menjadi penanda visual bahwa transformasi ini dipandang sebagai proyek nasional jangka panjang — yang keberhasilannya hanya bisa diuji oleh data dan kinerja di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User