Pakar Ekonomi Ungkap Alasan Pertamax Belum Ikut Turunnya Harga Minyak Dunia

**Jakarta** – Harga minyak mentah dunia beberapa waktu belakangan menunjukkan tren penurunan, tetapi PT Pertamina (Persero) belum juga melakukan penyesuaian harga untuk produk Pertamax (RON 92). Kon

Jul 06, 2026 - 06:44
0 0
Pakar Ekonomi Ungkap Alasan Pertamax Belum Ikut Turunnya Harga Minyak Dunia
**Jakarta** – Harga minyak mentah dunia beberapa waktu belakangan menunjukkan tren penurunan, tetapi PT Pertamina (Persero) belum juga melakukan penyesuaian harga untuk produk Pertamax (RON 92). Kondisi ini memantik pertanyaan publik, apakah ada pertimbangan khusus yang menyebabkan harga di tingkat konsumen tidak bergerak.

Berdasarkan pantauan Lurusin.com, harga Pertamax di seluruh Indonesia masih bertahan di angka Rp 16.250 per liter. Harga tersebut sudah tidak berubah selama sekitar satu bulan, meskipun harga acuan minyak mentah seperti Brent dan WTI mengalami pelemahan signifikan. Sejumlah kalangan lantas menduga ada alasan bisnis atau kebijakan internal yang membuat Pertamina enggan segera menurunkan harga bahan bakar nonsubsidi ini.

Masih dalam batas wajar

Ekonom Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menilai bahwa penetapan harga Pertamax saat ini masih berada dalam koridor yang wajar jika dilihat dari kacamata makroekonomi dan mekanisme perusahaan.

“Angka Rp 16.250 per liter sejauh ini masih berada dalam batas yang bisa diterima, mengingat Pertamina juga harus menjaga margin dan kontinuitas operasional. Harga minyak dunia yang turun tidak serta-merta langsung menurunkan harga di konsumen, karena ada faktor waktu, stok yang sudah dibeli dengan harga lama, serta komponen biaya lain yang ikut memengaruhi,” jelas Yayan kepada Lurusin.com.

Ia menambahkan bahwa mekanisme formula penetapan harga BBM non subsidi di Indonesia tidak semata-mata mengacu pada pergerakan harga minyak harian. Terdapat faktor lain yang diperhitungkan, seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, biaya pengolahan, distribusi, dan margin usaha yang ditetapkan oleh badan pengatur. Jika rupiah melemah sementara harga minyak turun, efeknya bisa saling menghapuskan dan harga di pasaran tidak berubah drastis.

Stok dan waktu penyesuaian

Faktor teknis lain yang kerap menjadi penentu adalah lamanya waktu penyesuaian kebijakan harga. Perusahaan energi milik negara ini biasanya tidak mengubah harga jualnya secara harian, melainkan melakukan evaluasi berkala dengan melihat tren rata-rata harga minyak dalam beberapa minggu ke belakang. Selain itu, volume stok yang dimiliki Pertamina juga turut andil. Bila minyak mentah dan produk jadi yang dimiliki saat ini dibeli ketika harga masih tinggi, maka penurunan harga jual baru akan dilakukan setelah stok tersebut mulai tergantikan oleh pasokan baru dengan harga yang lebih murah.

Jaga daya beli dan stabilitas

Keputusan menahan harga di tengah penurunan harga minyak dunia juga bisa dilihat dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional. Langkah tersebut memungkinkan konsumen tetap mendapatkan kepastian harga, sekaligus memberi ruang bagi perusahaan untuk memulihkan selisih yang mungkin terjadi pada periode sebelumnya ketika harga minyak melonjak tetapi harga BBM tidak langsung dinaikkan secara proporsional. Dengan demikian, kebijakan penundaan ini bukan semata “alasan tersembunyi”, melainkan bagian dari manajemen keuangan yang hati-hati.

Pemerintah dan Pertamina dijadwalkan akan kembali mengevaluasi harga BBM pada awal Juli 2026, bersamaan dengan penetapan harga BBM bersubsidi dan nonsubsidi lainnya. Masyarakat pun masih menanti apakah akan ada penyesuaian turun untuk Pertamax dalam waktu dekat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User