Maine — Hutan 87.500 Hektar Hibah Pendiri Burt's Bees Jadi Monumen Nasional
Dari lilin lebah hingga hutan belantara seluas puluhan ribu hektar — begitulah ringkasan kisah Roxanne Quimby, sosok visioner di balik merek kosmetik terke
Dari lilin lebah hingga hutan belantara seluas puluhan ribu hektar — begitulah ringkasan kisah Roxanne Quimby, sosok visioner di balik merek kosmetik terkenal Burt's Bees. Pada 2016, Quimby menghibahkan 87.500 hektar lahan hutan di negara bagian Maine, Amerika Serikat, kepada pemerintah federal. Satu dekade kemudian, kawasan tersebut kini berstatus monumen nasional yang dilindungi undang-undang secara permanen untuk generasi mendatang.
Kisah Quimby dimulai jauh sebelum ia dikenal sebagai pebisnis. Ia adalah seorang seniman yang menjalani hidup sederhana dan ramah lingkungan di pedalaman Maine. Pada awal 1980-an, ia bertemu Burt Shavitz, seorang peternak lebah, dan keduanya mulai membuat lilin serta produk dari lilin lebah. Bisnis rumahan kecil itu kemudian tumbuh menjadi Burt's Bees, merek yang kini dikenal luas di seluruh dunia berkat lip balm dan produk perawatan tubuh berbahan alami.
Dari Seniman Menjadi Pebisnis Konservasi
Setelah menjual perusahaannya, Quimby tidak memilih hidup bermewah-mewahan. Sebaliknya, ia menginvestasikan sebagian besar keuntungannya untuk membeli lahan hutan di Maine dengan satu tujuan besar: melestarikan alam. Selama bertahun-tahun ia terus menambah koleksi lahannya hingga luasnya mencapai puluhan ribu hektar — meskipun langkahnya kerap menuai penolakan dari industri penebangan kayu dan sebagian warga lokal yang khawatir kehilangan lapangan kerja.
- Awal 2000-an: Quimby mulai membeli lahan hutan di wilayah Katahdin, Maine, secara bertahap dan sarat kontroversi.
- 2011: Quimby menawarkan lahannya kepada pemerintah federal, tetapi tawaran awal ditolak karena ia bersikeras kawasan itu ditetapkan sebagai kawasan lindung permanen.
- 2016: Hibah 87.500 hektar akhirnya disepakati dan resmi diserahkan kepada pemerintah Amerika Serikat.
- Agustus 2016: Presiden Barack Obama menetapkan kawasan tersebut sebagai Katahdin Woods and Waters National Monument.
- 2026: Satu dekade kemudian, kawasan itu berdiri sebagai salah satu monumen nasional termuda di AS sekaligus simbol kemenangan gerakan konservasi.
Penolakan, Kompromi, dan Warisan Abadi
Perjalanan Quimby tidak mulus. Banyak penduduk lokal dan perusahaan kayu menentang langkahnya. Mereka khawatir penetapan kawasan lindung akan membunuh industri penebangan yang menjadi tulang punggung ekonomi wilayah tersebut. Namun Quimby bertahan. Ia bahkan bersedia mengubah sebagian rencana awal agar bisa diterima, termasuk dengan menawarkan kompensasi dan melibatkan masyarakat setempat dalam pengelolaan kawasan.
"Saya tidak membeli hutan ini untuk diri saya sendiri. Saya membelinya untuk masa depan — untuk anak cucu, untuk alam, dan untuk negeri ini." — Roxanne Quimby, dikutip dalam berbagai pemberitaan mengenai upaya konservasinya.
Quimby meninggal dunia pada Desember 2020, tetapi warisannya terus hidup hingga kini. Katahdin Woods and Waters National Monument menjadi rumah bagi hutan tua, sungai-sungai jernih, serta beragam satwa liar seperti rusa, beruang hitam, dan burung-burung endemik. Kawasan ini juga berkembang menjadi tujuan ekowisata yang menarik pengunjung dari seluruh dunia.
Konservasi yang Menguntungkan Ekonomi Lokal
Bertentangan dengan kekhawatiran awal, kehadiran monumen nasional justru menghidupkan perekonomian lokal. Sejumlah catatan pariwisata menunjukkan dampak positif yang nyata:
- Jumlah pengunjung ke kawasan Katahdin meningkat signifikan setiap tahun setelah status monumen nasional disahkan.
- Bisnis lokal seperti penginapan, restoran, dan jasa pemandu wisata ikut tumbuh dan menyerap tenaga kerja baru.
- Status monumen nasional menjamin perlindungan kawasan secara permanen — tidak mudah diubah atau dialihfungsikan oleh kepentingan komersial.
- Hibah Quimby tercatat sebagai salah satu hibah tanah konservasi terbesar yang pernah diberikan oleh seorang individu dalam sejarah Amerika Serikat.
Kisah Roxanne Quimby membuktikan bahwa kekayaan dapat diarahkan untuk kepentingan publik yang langgeng. Dari lilin lebah yang sederhana, lahirlah hutan lindung seluas puluhan ribu hektar yang akan dinikmati generasi-generasi mendatang — sebuah transformasi yang jarang terjadi dan layak dikenang sepanjang masa.
[SOCIAL_TWEET]: Pendiri Burt's Bees hibahkan 87.500 hektar hutan untuk konservasi. Kini kawasan itu resmi jadi monumen nasional. 🌲🇺🇸[SOCIAL_TG]: 🌲 Pendiri Burt's Bees hibahkan 87.500 hektar hutan ke pemerintah AS pada 2016. Satu dekade kemudian, kawasan itu resmi menjadi monumen nasional. Baca kisah lengkapnya di Lurusin.com
Comments (0)