Klaim Penampakan Uang Baru BI Terbantahkan, Hasil Verifikasi Menunjukkan Rekayasa

Dalam sepekan terakhir, beredar tangkapan layar yang memperlihatkan sosok uang kertas baru diduga resmi dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Klaim ini langsung menyebar di grup percakapan dan media sosial...

Klaim Penampakan Uang Baru BI Terbantahkan, Hasil Verifikasi Menunjukkan Rekayasa

Dalam sepekan terakhir, beredar tangkapan layar yang memperlihatkan sosok uang kertas baru diduga resmi dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Klaim ini langsung menyebar di grup percakapan dan media sosial, memicu perbincangan mengenai kemungkinan adanya peluncuran pecahan mata uang terbaru. Lurusin melakukan verifikasi forensik terhadap klaim tersebut.

[KLAIM] Uang kertas baru resmi diluncurkan Bank Indonesia

Klaim yang beredar menampilkan gambar uang kertas berwarna dominan biru kehijauan dengan ilustrasi pahlawan nasional dan latar pemandangan yang berbeda dari desain yang sudah dikenal. Narasi yang menyertai tangkapan layar menyebutkan bahwa Bank Indonesia (BI) telah merilis uang kertas pecahan baru pada awal tahun ini sebagai bagian dari pembaruan sistem pembayaran. Beberapa unggahan bahkan mencantumkan tautan yang seolah-olah mengarah ke siaran pers resmi BI.

[SUMBER KLAIM] Akun anonim di media sosial dan tangkapan layar aplikasi perpesanan

Sumber klaim yang pertama kali teridentifikasi adalah akun media sosial anonim tanpa rekam jejak kredibel. Gambar tersebut kemudian disebarluaskan melalui tangkapan layar percakapan WhatsApp yang berantai, sehingga sulit untuk memastikan pengunggah aslinya. Tidak satu pun dari sumber-sumber ini yang menyertakan tautan resmi ke situs web Bank Indonesia, dan akun yang menyebarkan tidak pernah menunjukkan identitas terverifikasi.

[VERIFIKASI] Jejak digital, pernyataan resmi, dan analisis gambar

Lurusin menerapkan protokol verifikasi tiga lapis. Pertama, penelusuran jejak digital terhadap gambar yang diklaim menunjukkan bahwa foto uang kertas tersebut bukanlah hasil pemotretan langsung, melainkan hasil manipulasi dari desain uang yang sudah ada. Dengan menggunakan perkakas analisis metadata dan reverse image search, kami menemukan bahwa elemen-elemen visual dalam gambar tersebut identik dengan komposisi uang edisi tahun 2016 yang diedit melalui peranti lunak pengolah gambar.

Kedua, Lurusin menelusuri kanal komunikasi resmi Bank Indonesia, termasuk situs web bi.go.id, siaran pers, serta akun media sosial terverifikasi. Tidak ditemukan pengumuman, rilis, maupun agenda peluncuran uang kertas baru dalam periode yang dimaksud klaim. BI secara tegas hanya mengakui uang rupiah emisi 2016 sebagai pecahan yang masih berlaku dan belum ada rencana penerbitan desain baru dalam waktu dekat.

Ketiga, tim Lurusin mengonfirmasi langsung ke Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia melalui surat elektronik resmi. Balasan dari pihak BI menyatakan bahwa gambar yang beredar tidak berasal dari keluaran resmi Bank Indonesia. Mereka menegaskan bahwa setiap informasi terkait uang rupiah hanya disebarkan melalui kanal resmi dan tidak pernah melalui tangkapan layar yang beredar di grup percakapan informal.

[FAKTA] Gambar hasil manipulasi digital, bukan produk resmi BI

Berdasarkan verifikasi, faktanya adalah sebagai berikut:

1. Rekayasa visual. Analisis forensik gambar menunjukkan tanda-tanda pengeditan pada lapisan warna, bayangan, dan elemen tanda air. Komponen gambar asli berasal dari uang pecahan Rp100.000 emisi 2016 yang dimodifikasi dengan palet warna dan ilustrasi tambahan. Metode analisis tingkat piksel mengonfirmasi adanya artefak penyuntingan yang tidak ditemukan pada citra hasil pemindaian uang asli.

2. Tidak ada otorisasi. Data resmi Bank Indonesia per 31 Desember 2024 tidak memasukkan satupun rencana penerbitan pecahan baru. Uang rupiah yang sah tetap mengacu pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/27/PBI/2016. Klaim tentang peluncuran baru bertentangan dengan surat edaran BI yang terakhir diterbitkan.

3. Disinformasi berulang. Pola penyebaran klaim serupa telah muncul sejak tahun 2020 dengan modus tangkapan layar yang diedit. Masyarakat kembali menjadi korban disinformasi yang sama, hanya berbeda pada desain yang direkayasa.

[KESIMPULAN] HOAX — Uang kertas baru tidak pernah diterbitkan

Klaim bahwa tangkapan layar menunjukkan uang kertas baru resmi dikeluarkan Bank Indonesia adalah tidak benar. Tidak ada satupun data, dokumen, atau pernyataan otoritas yang mendukung klaim tersebut. Faktanya, gambar merupakan hasil manipulasi digital yang menyebar tanpa konfirmasi. Lurusin memberikan kategori HOAX pada klaim ini dan mengimbau agar masyarakat hanya merujuk pada informasi resmi Bank Indonesia dalam mengonfirmasi keaslian uang rupiah. Verifikasi lengkap dan bukti pendukung dapat diakses melalui arsip Lurusin.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User