Oct 15, 2026
Cek Fakta

Keputihan Abnormal Bisa Jadi Sinyal Infertilitas, Dokter Ingatkan Segera Periksa

JAKARTA — Keputihan sering dianggap masalah kesehatan reproduksi yang sepele. Banyak perempuan memilih mengabaikannya, menganggapnya hal wajar yang akan hi

Keputihan Abnormal Bisa Jadi Sinyal Infertilitas, Dokter Ingatkan Segera Periksa

JAKARTA — Keputihan sering dianggap masalah kesehatan reproduksi yang sepele. Banyak perempuan memilih mengabaikannya, menganggapnya hal wajar yang akan hilang sendiri, atau sekadar membeli obat di apotek tanpa berkonsultasi. Padahal, di balik keluhan yang tampak biasa itu, bisa bersembunyi persoalan serius yang berkaitan langsung dengan kesuburan.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Caroline Tirtajasa, Sp.OG., Subsp. FER., DABRM, menegaskan bahwa keputihan abnormal tidak bisa diremehkan. Menurutnya, kondisi ini berpotensi besar berkaitan dengan infeksi yang, bila dibiarkan, dapat berujung pada infertilitas atau gangguan kesuburan.

"Keputihan abnormal itu bisa dikaitkan dengan infertilitas. Jadi jangan tunggu lama, segera periksakan ke dokter," tegas Caroline dalam diskusi peluncuran bukunya yang berjudul 'Sebelum Terlambat' di Jakarta, Rabu (8/10).

Peringatan ini disampaikan Caroline bukan tanpa dasar. Dalam praktiknya, ia kerap menemui pasien yang datang terlambat ketika infeksi sudah menyebar dan menimbulkan komplikasi pada organ reproduksi. Padahal, deteksi dini dapat menyelamatkan fungsi kesuburan seorang perempuan.

Mengapa Keputihan Abnormal Berbahaya?

Secara medis, keputihan atau fluor albus sebenarnya adalah kondisi fisiologis yang normal. Namun, keputihan dapat dikategorikan abnormal ketika menunjukkan ciri-ciri tertentu yang membedakannya dari yang wajar. Perubahan warna, bau, tekstur, hingga jumlah yang berlebihan menjadi sinyal yang perlu diwaspadai.

Caroline menjelaskan bahwa keputihan abnormal umumnya dipicu oleh infeksi, baik karena bakteri, jamur, maupun parasit. Infeksi yang tidak ditangani dengan tepat dapat naik ke saluran reproduksi bagian atas dan memicu peradangan pada tuba falopi, rahim, hingga indung telur.

  • Perubahan warna keputihan menjadi hijau, kuning, atau keabu-abuan
  • Bau tidak sedap yang menyengat, terutama setelah menstruasi atau hubungan intim
  • Tekstur kental menggumpal, berbuih, atau disertai darah di luar siklus haid
  • Rasa gatal, perih, atau nyeri saat buang air kecil dan berhubungan intim

Kondisi inilah yang menurut Caroline harus menjadi alarm bagi setiap perempuan. Semakin lama dibiarkan, semakin besar risiko kerusakan permanen pada organ reproduksi.

Jangan Tunggu Terlambat

Judul buku yang diluncurkan Caroline, 'Sebelum Terlambat', bukan sekadar frasa menarik. Ia ingin mengingatkan bahwa keterlambatan dalam mendeteksi masalah kesehatan reproduksi kerap berujung pada penyesalan yang tidak bisa diputar ulang.

Dalam banyak kasus, pasangan baru menyadari adanya masalah kesuburan setelah bertahun-tahun mencoba memiliki anak. Padahal, akar persoalannya bisa saja sudah ada sejak lama, termasuk infeksi ringan yang diabaikan.

"Banyak pasien datang sudah dalam kondisi lanjut. Kalau saja mereka datang lebih awal, penanganannya jauh lebih mudah," ujarnya.

Caroline mendorong perempuan untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan rutin ke dokter spesialis. Pemeriksaan sederhana seperti pap smear, pemeriksaan lendir, hingga evaluasi menyeluruh dapat menjadi langkah pencegahan yang menyelamatkan masa depan reproduksi.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan area intim, menghindari pemakaian produk yang tidak sesuai, serta tidak sembarangan mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter. Edukasi kesehatan reproduksi, tegasnya, harus dimulai sejak dini, bukan ketika masalah sudah muncul.

Kesimpulannya jelas: keputihan abnormal bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan sinyal yang harus direspons cepat. Mendengarkan tubuh dan berkonsultasi ke ahlinya adalah langkah pertama menyelamatkan kesuburan — sebelum semuanya terlambat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User