Oct 14, 2026
Cek Fakta

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Ancam Kesehatan Warga

Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Kondisi ini tidak hanya mengganggu pemand

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Ancam Kesehatan Warga

Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Kondisi ini tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan warga dan melumpuhkan berbagai aktivitas sehari-hari. Pantauan pada Senin (12/10/2026) menunjukkan seorang ibu bersama anaknya terpaksa mengenakan masker saat melihat kondisi sekitar dari atas jembatan di tengah pekatnya asap.

Fenomena ini bukan kali pertama terjadi. Selama beberapa pekan terakhir, kabut asap telah menyelimuti sejumlah wilayah di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Asap dari kebakaran yang melanda kawasan hutan di Kalimantan dan Sumatra terbawa angin hingga melintasi batas negara, menciptakan krisis kualitas udara regional yang memprihatinkan.

Dampak Kesehatan yang Mengkhawatirkan

Kabut asap mengandung partikel halus (PM2.5) dan berbagai zat berbahaya seperti karbon monoksida, nitrogen dioksida, serta senyawa organik volatil. Paparan berkepanjangan terhadap polutan ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut, iritasi mata, hingga memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit jantung.

"Kami menerima lonjakan pasien dengan keluhan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan," ujar seorang petugas medis di puskesmas setempat.

Dinas Kesehatan setempat mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, selalu menggunakan masker N95 atau setidaknya masker bedah, dan menjaga sirkulasi udara di dalam rumah dengan air purifier atau kain basah.

Aktivitas Warga Lumpuh Total

Selain dampak kesehatan, kabut asap juga melumpuhkan berbagai sektor kehidupan:

  • Pendidikan: Sejumlah sekolah diliburkan karena jarak pandang yang sangat terbatas dan risiko kesehatan bagi siswa.
  • Transportasi: Penerbangan di beberapa bandara terpaksa ditunda atau dibatalkan akibat visibilitas di bawah standar keselamatan.
  • Ekonomi: Pedagang kaki lima dan pelaku usaha mikro mengalami penurunan pendapatan drastis karena warga enggan keluar rumah.
  • Aktivitas harian: Warga membatasi mobilitas, sementara pekerja luar ruangan seperti buruh bangunan dan petani tidak dapat bekerja optimal.

Pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat karhutla dan mengerahkan upaya pemadaman melalui water bombing serta operasi modifikasi cuaca. Namun, tantangan tetap besar mengingat luasnya area yang terbakar dan kondisi cuaca kering.

Tanggung Jawab Kolektif

Para ahli lingkungan menilai karhutla tahunan ini tidak lepas dari praktik pembukaan lahan dengan cara membakar, baik oleh korporasi maupun perorangan. Penegakan hukum yang lemah dan lemahnya pengawasan menjadi akar masalah yang terus berulang.

"Tanpa penindakan tegas terhadap pelaku pembakaran lahan, kabut asap akan menjadi bencana tahunan yang terus merugikan masyarakat. Ini bukan sekadar masalah lingkungan, tetapi juga krisis kesehatan dan ekonomi," tegas seorang pengamat lingkungan dari universitas lokal.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, memantau informasi resmi, dan bekerja sama melaporkan titik api yang ditemukan. Kesehatan dan keselamatan harus menjadi prioritas utama di tengah kondisi yang memburuk ini.

[SISTEM]

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User