Hoaks Tangkapan Layar Tepung Gorengan Dicampur Bubuk Narkoba

Sebuah tangkapan layar yang diambil dari rekaman video kembali menjadi bahan perbincangan di media sosial. Dalam gambar tersebut tampak sebuah wadah berisi bahan bertekstur bubuk berwarna keputihan, y...

Hoaks Tangkapan Layar Tepung Gorengan Dicampur Bubuk Narkoba

Sebuah tangkapan layar yang diambil dari rekaman video kembali menjadi bahan perbincangan di media sosial. Dalam gambar tersebut tampak sebuah wadah berisi bahan bertekstur bubuk berwarna keputihan, yang oleh sebagian pengguna dikaitkan dengan campuran tepung gorengan dan serbuk narkotika. Narasi yang menyertai unggahan itu menegaskan bahwa para pedagang gorengan diduga menambahkan bubuk narkoba ke dalam adonan agar konsumen menjadi ketagihan. Kecemasan publik pun meningkat, terutama di kalangan pembeli makanan ringan di pinggir jalan. Berdasarkan verifikasi terhadap isi rekaman, konteks penyebarannya, serta penelusuran terhadap sumber resmi, klaim tersebut tidak memiliki dasar bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Klaim yang Beredar

Klaim yang beredar menyatakan bahwa video yang ditampilkan dalam tangkapan layar memperlihatkan proses pencampuran tepung gorengan dengan bubuk narkoba. Unggahan tersebut menggambarkan bahan berwarna putih yang dimasukkan ke dalam wadah, lalu dikaitkan dengan praktik curang pedagang makanan. Faktanya, tidak ada satu pun bagian dalam rekaman yang menunjukkan pengujian laboratorium, kemasan khas narkotika, atau pengakuan dari pihak terkait yang membuktikan bahwa bahan tersebut merupakan zat terlarang. Narasi yang beredar hanya mengandalkan asumsi visual tanpa dukungan keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait. Sumber klaim adalah unggahan media sosial berupa tangkapan layar rekaman video tanpa identitas perekam yang jelas, sehingga kredibilitasnya tidak dapat diverifikasi. Dengan demikian, klaim tersebut dibangun di atas spekulasi yang belum teruji kebenarannya.

Proses Verifikasi

Verifikasi dilakukan melalui beberapa tahap. Pertama, analisis visual terhadap setiap bagian rekaman yang tampak dalam tangkapan layar, meliputi warna, tekstur, dan konsistensi bahan yang ditampilkan. Kedua, penelusuran terhadap kanal resmi Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), serta arsip klarifikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui kanal Turn Back Hoax. Ketiga, pencarian gambar serupa menggunakan mesin telusur balik untuk menemukan asal-usul rekaman. Hasilnya, tidak ditemukan pernyataan resmi yang mengonfirmasi adanya temuan tepung gorengan mengandung narkotika di wilayah mana pun. Data menunjukkan bahwa pola narasi serupa telah muncul berulang kali dalam beberapa tahun terakhir dan selalu berakhir sebagai informasi yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Seluruh sumber resmi yang ditelusuri tidak pernah mengeluarkan peringatan maupun imbauan terkait praktik pencampuran narkoba ke dalam adonan gorengan sebagaimana diklaim.

Fakta di Balik Rekaman

Berdasarkan verifikasi, bahan yang tampak dalam rekaman memiliki karakteristik yang jauh lebih sesuai dengan bahan pangan umum yang lazim digunakan dalam pembuatan gorengan, seperti tepung terigu, tepung roti, atau bahan pengembang adonan. Tidak ditemukan indikasi fisik khas narkotika, baik dari bentuk kristal, aroma, maupun cara penyimpanan yang ditampilkan dalam video. Lebih jauh, tidak ada laporan penangkapan, penggerebekan, atau temuan barang bukti dari aparat yang berkaitan dengan isi rekaman tersebut. Sumber resmi tidak pernah mengonfirmasi adanya praktik tersebut di lapangan. Hal ini bertentangan dengan narasi yang beredar, yang menilai rekaman itu sebagai bukti langsung tanpa didukung fakta lapangan. Penyebaran klaim semacam ini berisiko menimbulkan keresahan yang tidak berdasar di tengah masyarakat, sekaligus merugikan pedagang gorengan yang tidak bersalah. Masyarakat perlu memahami bahwa gambar tanpa konteks dan tanpa keterangan resmi tidak dapat dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan.

Kesimpulan

Berdasarkan verifikasi, klaim bahwa tangkapan layar video memperlihatkan tepung gorengan yang dicampur bubuk narkoba adalah tidak akurat dan masuk kategori hoaks. Tidak ada bukti, keterangan resmi, maupun temuan aparat yang mendukung narasi tersebut. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan unggahan ini dan selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Verifikasi ulang terhadap sumber resmi merupakan langkah utama sebelum mempercayai konten yang berpotensi menyesatkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User