Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Manggarai NTT, Tanpa Ancaman Tsunami

Nusa Tenggara Timur kembali diguncang aktivitas seismik pada Kamis, 20 Agustus 2026. Guncangan kali ini tercatat pada magnitudo 5,7 dengan pusat gempa berada di wilayah Manggarai. Peristiwa ini melanj...

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Manggarai NTT, Tanpa Ancaman Tsunami

Nusa Tenggara Timur kembali diguncang aktivitas seismik pada Kamis, 20 Agustus 2026. Guncangan kali ini tercatat pada magnitudo 5,7 dengan pusat gempa berada di wilayah Manggarai. Peristiwa ini melanjutkan rangkaian kegempaan yang mengguncang kawasan tersebut sejak Sabtu lalu, dan berdasarkan hasil analisis awal, gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Informasi tersebut diperoleh dari hasil pemantauan yang dilakukan instansi berwenang, yakni Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Data awal yang dirilis menunjukkan episenter gempa berada di daratan wilayah Manggarai dan sekitarnya. Meskipun magnitudonya tergolong signifikan, analisis terhadap mekanisme sumber gempa menghasilkan kesimpulan bahwa guncangan kali ini tidak akan memicu gelombang tsunami di wilayah pesisir NTT. Hal ini menjadi kabar yang meringankan, mengingat sebagian permukiman di kawasan tersebut berada tidak jauh dari garis pantai.

Rangkaian Gempa yang Beruntun

Perhatian publik kali ini tertuju pada keterkaitan gempa Manggarai dengan guncangan yang terjadi pada Sabtu lalu. Kedua peristiwa tersebut disebut berada dalam satu rangkaian aktivitas seismik yang sama. Masyarakat dan aparat setempat masih dalam tahap pemulihan dan pendataan dampak gempa sebelumnya, ketika getaran baru kembali muncul dengan kekuatan yang juga cukup besar.

Pola gempa yang terjadi beruntun dalam waktu berdekatan merupakan fenomena yang lazim ditemui di kawasan pertemuan lempeng tektonik. Meski demikian, rentetan semacam ini tetap menjadi perhatian karena guncangan susulan berpotensi memperburuk kondisi bangunan yang sebelumnya telah mengalami keretakan. Menurut catatan kegempaan, NTT merupakan salah satu wilayah dengan tingkat seismisitas tertinggi di Indonesia. Posisinya yang berada pada jalur tumbukan lempeng membuat kawasan ini kerap menjadi episenter gempa berbagai magnitudo, dan energi di bawah permukaan masih terus dilepaskan secara bertahap melalui serangkaian guncangan.

Analisis Potensi Tsunami

Kesimpulan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami bukan tanpa dasar. Dalam kajian kegempaan, potensi tsunami ditentukan oleh sejumlah faktor, antara lain lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumber gempa. Gempa yang berpusat di daratan umumnya tidak membangkitkan gelombang tsunami karena tidak terjadi deformasi dasar laut yang menjadi pemicu utama terbentuknya gelombang tersebut.

Sebaliknya, gempa yang episenternya berada di dasar laut dengan mekanisme sesar naik pada zona subduksi memiliki potensi jauh lebih besar untuk menimbulkan tsunami. Data menunjukkan bahwa sebagian besar gempa di daratan Pulau Flores dan sekitarnya, termasuk yang berpusat di Manggarai, tergolong gempa kerak dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif. Jenis gempa ini memang dapat merusak bangunan di sekitar episenter, tetapi tidak membangkitkan gelombang tsunami. Kendati demikian, instansi berwenang tetap melakukan pemantauan berkelanjutan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan parameter gempa.

Imbauan bagi Masyarakat

Menyikapi situasi ini, masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada. Saat guncangan terasa, warga disarankan berlindung di bawah meja atau struktur yang kokoh, menjauhi jendela kaca, serta tidak terburu-buru keluar bangunan sebelum getaran mereda. Setelah guncangan berhenti, evakuasi menuju lapangan terbuka dilakukan dengan tertib dan tanpa menggunakan lift.

Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas asal-usulnya. Kabar mengenai prediksi gempa atau tsunami yang lebih besar kerap beredar di media sosial, tetapi sering kali tidak akurat dan hanya menimbulkan kepanikan. Sumber resmi dari instansi terkait menjadi rujukan utama untuk memperoleh pembaruan mengenai magnitudo terkoreksi, lokasi episenter, dan kemungkinan gempa susulan.

Bagi warga yang rumahnya terdampak guncangan, pemeriksaan struktur bangunan disarankan dilakukan sebelum kembali beraktivitas di dalamnya, terutama bagi bangunan yang sebelumnya telah rusak akibat gempa Sabtu lalu. Keretakan pada dinding maupun fondasi perlu diwaspadai karena dapat menjadi tanda menurunnya kekuatan struktur. Situasi hingga laporan ini disusun masih terus dipantau, dan perkembangan informasi akan disampaikan melalui kanal resmi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User