Dari Modal Nol, Nirin Dibantu BRI Kini Jadi Penggerak Usaha Ayam Petelur

Kisah inspiratif datang dari seorang pria asal Kampung Cisaat, Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Nirin Samsudin, yang kini berusia 47 tahun, membuktikan bahwa keterbatasan modal buk

Jul 06, 2026 - 14:07
0 0
Dari Modal Nol, Nirin Dibantu BRI Kini Jadi Penggerak Usaha Ayam Petelur

Kisah inspiratif datang dari seorang pria asal Kampung Cisaat, Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Nirin Samsudin, yang kini berusia 47 tahun, membuktikan bahwa keterbatasan modal bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Berbekal keberanian dan prinsip menjaga kepercayaan, ia berhasil membangun usaha ayam petelur yang kini menjadi tulang punggung perekonomian keluarganya—sekaligus menginspirasi warga sekitar untuk mengikuti jejaknya.

Dari Angkut Pakan Hingga Miliki 1.000 Ekor Ayam

Perjalanan Nirin dimulai dari nol. Dulu, ia bekerja sebagai pengangkut pakan ternak, setiap hari memikul karung-karung pakan untuk para peternak di sekitarnya. Namun, di balik pekerjaan berat itu, Nirin tidak sekadar mengangkut. Ia mengamati, bertanya, dan menyerap ilmu tentang seluk-beluk beternak ayam petelur. Perlahan, keyakinannya tumbuh bahwa usaha ini memiliki masa depan yang cerah.

Tanpa modal uang, Nirin memulai dengan apa yang ia punya: tenaga dan tekad. Ia membangun kandang kecil di samping rumahnya, sedikit demi sedikit, menggunakan bahan seadanya. Awalnya hanya beberapa ekor ayam, namun seiring waktu, jumlahnya bertambah berkat kerja keras dan ketekunannya. Titik balik terjadi ketika Nirin mendapatkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI. Dukungan permodalan itu memungkinkannya memperluas kandang, membeli bibit unggul, dan meningkatkan kualitas pakan. Kini, kandang di samping rumahnya telah menampung 1.000 ekor ayam petelur yang produktif.

Prinsip Kepercayaan dan Dampak bagi Warga

Keberhasilan Nirin tidak lepas dari prinsip sederhana yang ia pegang teguh. "Setiap hari saya hanya berusaha menjaga kepercayaan orang lain—baik itu pembeli telur, pemasok pakan, maupun sesama peternak. Kalau kita jujur dan kerja keras, rezeki akan datang sendiri," ujarnya, seperti dilaporkan oleh media kami. Prinsip inilah yang membuat usahanya tumbuh stabil dan memberinya reputasi baik di kalangan peternak lokal.

"Setiap hari saya hanya berusaha menjaga kepercayaan orang lain—baik itu pembeli telur, pemasok pakan, maupun sesama peternak. Kalau kita jujur dan kerja keras, rezeki akan datang sendiri."

Efek domino dari perjuangan Nirin mulai terasa di lingkungannya. Warga sekitar yang sebelumnya ragu atau tidak tahu cara memulai usaha serupa, kini banyak yang datang kepadanya untuk belajar. Nirin dengan terbuka berbagi pengalaman, mulai dari cara merawat ayam, menyusun pakan yang tepat, hingga mengelola keuangan sederhana. Beberapa warga bahkan telah memulai usaha petelur sendiri, menjadikan kawasan tersebut sebagai sentra baru penghasil telur di Kabupaten Bekasi. Dukungan KUR BRI terus menjadi jembatan bagi mereka yang ingin meniru langkah Nirin. Kini, ia tak hanya menjadi peternak sukses, tetapi juga penggerak ekonomi desa yang sesungguhnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Peneliti Data. Peneliti dan analis data untuk verifikasi.

Comments (0)

User