Oct 11, 2026
factcheck

Bahtra Banong Pimpin Panja RUU Pemilu, Dasco Sebut demi Pembahasan Mendalam

Dewan Perwakilan Rakyat resmi membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk menangani pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemilu. Berdasarkan informasi yang terhimpun, politikus Bahtra Banong ditetapkan sebaga...

Bahtra Banong Pimpin Panja RUU Pemilu, Dasco Sebut demi Pembahasan Mendalam

Dewan Perwakilan Rakyat resmi membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk menangani pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemilu. Berdasarkan informasi yang terhimpun, politikus Bahtra Banong ditetapkan sebagai ketua panja dalam forum tersebut. Penetapan ini menjadi langkah awal DPR sebelum membahas substansi rancangan aturan secara lebih rinci.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa pembentukan panja merupakan keharusan prosedural. Menurutnya, mekanisme itu dibutuhkan agar pembahasan substansi RUU Pemilu dapat berjalan lebih mendalam, terarah, dan menyeluruh. Pernyataan itu disampaikan sebagai penjelasan atas alasan di balik penetapan struktur panja.

Alasan Pembentukan Panja

Dasco menjelaskan, sebuah rancangan undang-undang yang menyangkut hajat politik nasional tidak bisa dibahas secara serampangan di forum paripurna. Diperlukan wadah khusus yang memungkinkan anggota dewan mengupas pasal demi pasal, terutama bagian yang berpotensi menimbulkan perbedaan tafsir. Ia menyebut panja sebagai instrumen yang memungkinkan diskusi berlangsung fokus, sehingga setiap substansi dapat ditelaah tanpa terganggu agenda lain.

Pandangan tersebut sejalan dengan praktik legislasi yang umum berlaku. RUU berskala besar biasanya ditangani panja atau panitia khusus sebelum masuk ke tahap pengambilan keputusan tingkat pertama. Tujuannya agar proses pembahasan tidak hanya bersifat seremonial, melainkan benar-benar menguji setiap butir norma yang diusulkan.

Posisi Bahtra Banong dan Tugas yang Menanti

Penetapan Bahtra Banong sebagai ketua panja menempatkannya pada posisi sentral dalam arus pembahasan RUU Pemilu. Tugas utama yang menanti mencakup memimpin rapat-rapat panja, mengatur jadwal pembahasan, serta memastikan setiap fraksi memperoleh ruang menyampaikan pandangan. Selain itu, ia bertanggung jawab merumuskan kesimpulan sementara yang akan dibawa ke tingkat pembicaraan berikutnya.

Peran ketua panja menjadi krusial karena keputusan yang dihasilkan akan menentukan arah final RUU. Bilamana terjadi perbedaan tajam antar fraksi, ketua panja dituntut mampu menjembatani kepentingan tanpa mengorbankan substansi. Kemampuan mengelola dinamika internal akan diuji sepanjang masa kerja panja.

Isu Krusial yang Menanti Pembahasan

RUU Pemilu secara historis selalu memuat pasal-pasal sensitif. Beberapa di antaranya menyangkut sistem pemilihan, ambang batas pencalonan, metode konversi suara, serta mekanisme penetapan peserta pemilu. Setiap butir berpotensi memicu perdebatan panjang karena berdampak langsung pada peta kompetisi politik.

Selain itu, aspek penyelenggaraan dan pengawasan pemilu juga kerap menjadi sorotan. Publik umumnya menuntut agar rancangan aturan mampu memperkuat integritas proses, termasuk dari sisi transparansi dan akuntabilitas penyelenggara. Oleh karena itu, panja dituntut tidak hanya menyelesaikan pembahasan secara cepat, tetapi juga memastikan kualitas rumusan yang dihasilkan.

Harapan terhadap Proses Legislasi

Pembentukan panja belum menjawab seluruh pertanyaan publik. Sejumlah pihak menanti sejauh mana panja akan membuka ruang partisipasi bagi masyarakat. Dalam beberapa kasus sebelumnya, proses pembahasan RUU Pemilu kerap dikritik karena minim keterlibatan publik. Hal itu menjadi catatan yang perlu direspons oleh komposisi panja yang baru dibentuk.

Dasco menegaskan bahwa pembahasan akan dilakukan secara komprehensif. Pernyataan itu kini menunggu pembuktian melalui tahapan kerja panja yang akan berlangsung. Publik akan menilai bukan hanya dari kecepatan penyelesaian, melainkan juga dari kualitas argumentasi dan keterbukaan prosesnya.

Dengan struktur yang telah ditetapkan, panja RUU Pemilu memasuki fase kerja substantif. Hasil akhirnya akan menentukan kerangka hukum pemilu berikutnya, sehingga setiap langkah panja menjadi bagian penting dari rekam jejak legislasi nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User