Aksi Pencurian Motor di Makasar Terekam CCTV, AHY Dorong Infrastruktur Keamanan
Aksi pencurian sepeda motor yang berlangsung hanya dalam hitungan menit terekam jelas oleh kamera CCTV di kawasan Makasar, Jakarta Timur, pada Jumat dini h
Aksi pencurian sepeda motor yang berlangsung hanya dalam hitungan menit terekam jelas oleh kamera CCTV di kawasan Makasar, Jakarta Timur, pada Jumat dini hari (24/7/2026). Rekaman yang viral di media sosial itu memperlihatkan seorang pria sendirian membobol kunci stang motor jenis matik yang terparkir di depan sebuah warung kelontong yang sudah tutup. Tanpa ragu, pelaku merusak kunci kontak menggunakan alat berbentuk T, menyalakan mesin, dan melaju pergi dalam waktu kurang dari dua menit. Tidak ada warga yang sempat bereaksi karena waktu kejadian bertepatan dengan jam istirahat warga pukul 02.30 WIB.
Menurut keterangan pemilik motor, Arief Nurcahyo (42), ia baru menyadari motornya hilang saat hendak membuka warung pada pagi harinya. “Saya kaget pas lihat parkiran kosong. Setelah cek CCTV, ternyata ada orang asing masuk dan bawa motor saya begitu saja. Gerakannya cepat sekali, seperti sudah biasa,” ungkapnya dengan nada lesu saat ditemui di lokasi kejadian. Arief mengaku motor Honda Beat tahun 2023 itu adalah kendaraan operasional satu-satunya untuk mengangkut barang dagangan.
Kasus ini menambah panjang daftar pencurian kendaraan bermotor di Jakarta Timur yang angkanya terus naik dalam dua tahun terakhir. Data Polda Metro Jaya mencatat, sepanjang semester pertama tahun 2026 saja sudah terjadi 1.823 kasus pencurian motor di Jakarta, dengan 32 persen di antaranya terjadi di wilayah Jakarta Timur. Kawasan Makasar, Duren Sawit, dan Cakung menjadi tiga kecamatan dengan kasus tertinggi. Angka ini naik 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun pemasangan CCTV di ruang publik dan swasta telah meningkat hampir dua kali lipat.
Keamanan Bukan Hanya Urusan Polisi: Infrastruktur Ikut Berbicara
Merespons ironi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus mencakup dimensi keamanan secara terencana, bukan sebagai fitur tambahan. Dalam suatu diskusi tentang kota layak huni awal pekan ini, AHY menyampaikan bahwa desain perkotaan dan keamanan publik adalah dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan.
“Kita tidak bisa hanya membangun jalan mulus atau jembatan kokoh, tapi lalai menciptakan lingkungan yang aman. Infrastruktur keamanan—seperti penerangan jalan yang memadai di tiap gang, penempatan CCTV di titik rawan yang terintegrasi dengan pusat komando, hingga trotoar yang membuat orang merasa nyaman berjalan malam hari—harus menjadi bagian dari standar pembangunan kita ke depan. Ini bukan hanya tanggung jawab polisi, tapi arsitek, insinyur, dan semua pemangku kepentingan infrastruktur.”
Pernyataan tersebut mendapat perhatian publik, terutama warga di permukiman padat seperti Makasar yang kerap menjadi sasaran kejahatan jalanan. Sejumlah penghuni RT 05/RW 08 Makasar mengeluhkan lampu penerangan jalan umum yang mati di beberapa titik strategis dan sempitnya jarak antar rumah yang justru memudahkan pelaku kabur. “Kalau jalanan terang dan ada kamera di tiap sudut, mungkin pelaku berpikir dua kali,” ujar Siti Mariam, warga sekitar yang juga pernah kehilangan helm dan jaket parkir di depan rumahnya.
Mengapa Rekaman CCTV Tetap Tak Mencegah Pencurian?
Fenomena pencurian motor terekam CCTV, seperti yang terjadi di Makasar, memunculkan pertanyaan tentang efektivitas alat rekam jika tidak dibarengi respons cepat. Pengamat keamanan siber dan lingkungan binaan dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Enrico Raharjo, menjelaskan bahwa CCTV yang berdiri sendiri ibarat mata tanpa tangan. “Kamera merekam kejahatan, tapi kalau tidak terhubung ke pusat pemantauan yang responsif atau tidak disertai alarm yang membangunkan warga sekitar, maka perannya hanya sebagai arsip digital untuk laporan polisi—bukan untuk pencegahan,” jelasnya saat dihubungi terpisah.
Ia menambahkan, trend pencurian motor dengan metode kunci T atau sok-breaker sangat sulit dicegah hanya dengan kamera statis. Perlu ada kombinasi tiga elemen: pencahayaan adekuat, pengawasan aktif, dan partisipasi warga yang terorganisasi. Di Jepang, misalnya, keberhasilan menekan kriminalitas jalanan tidak hanya bergantung pada teknologi canggih, tetapi juga pada budaya lapor warga dan patroli lingkungan yang hidup. “Inilah mengapa pernyataan Menko AHY tentang infrastruktur keamanan sangat relevan—kita perlu membangun ekosistem pencegahan, bukan sekadar bangunan fisik,” pungkasnya.
Di lokasi kejadian, Kapolsek Makasar Kompol Erwin Situmeang mengakui bahwa titik rawan pencurian motor di wilayahnya memang cukup banyak dan tersebar. Pihaknya telah berkoordinasi dengan kelurahan untuk memetakan gang sempit yang minim penerangan dan akan memperbanyak patroli malam secara acak. Ia juga mengimbau warga untuk memarkir kendaraan di dalam pagar dan memasang kunci tambahan berganda.
Sementara itu, AHY melalui rilis tertulis menyebut akan mendorong koordinasi lintas kementerian dengan Kepolisian RI untuk menyusun standar keamanan minimal pada proyek-proyek perumahan dan jalan lingkungan yang didanai APBN maupun APBD. “Setiap rupiah yang dibelanjakan untuk semen dan aspal harus juga mempertimbangkan bagaimana ia melindungi warga di sekitarnya,” serunya. Wacana ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan antara ketersediaan CCTV dan angka kejahatan yang tetap tinggi di permukiman padat ibu kota.
Dengan pelaku yang masih buron dan rekaman CCTV sudah diserahkan ke penyidik, warga Makasar kini lebih waspada. Mereka berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada seruan, tetapi benar-benar terwujud dalam penerangan jalan yang lebih terang, sudut-sudut aman yang terbebas dari bayangan, dan lingkungan yang membuat setiap calon pencuri berpikir dua kali sebelum beraksi.
[SOCIAL_TWEET]: Rekaman CCTV ungkap pencurian motor hanya 2 menit di Makasar, JakTim. Menko AHY soroti perlunya infrastruktur keamanan yang terencana. Warga: "Kalau jalanan terang, mungkin pelaku berpikir dua kali." #KeamananKota #AHY #JakartaTimur[SOCIAL_TG]: 🛑 Aksi Pencurian Motor Terekam CCTV di Makasar: Pelaku Bawa Kabur Motor Hanya 2 Menit! Menko AHY Tekankan Infrastruktur Keamanan Bukan Lagi Pilihan. Data Polda Metro: 1.823 kasus pencurian motor di Jakarta semester I/2026. Selengkapnya baca di sini.
Comments (0)