Wisata Air Panas Gunung Kelud Segera Kembali Dibuka Pemkab Kediri

Langkah strategis diambil Pemerintah Kabupaten Kediri untuk mendongkrak sumber pendapatan daerah. Setelah melalui masa evaluasi dan penataan, kawasan pemandian air panas alami di kaki Gunung Kelud dir...

Wisata Air Panas Gunung Kelud Segera Kembali Dibuka Pemkab Kediri

Langkah strategis diambil Pemerintah Kabupaten Kediri untuk mendongkrak sumber pendapatan daerah. Setelah melalui masa evaluasi dan penataan, kawasan pemandian air panas alami di kaki Gunung Kelud direncanakan akan kembali menyambut wisatawan dalam waktu dekat. Pengoperasian ulang ini diharapkan menjadi katalis bagi pemulihan ekonomi lokal yang sempat terhambat selama beberapa tahun terakhir.

Kilas Balik Destinasi Vital

Objek wisata pemandian air panas Gunung Kelud bukanlah nama baru dalam peta pariwisata Jawa Timur. Letaknya yang berada di zona vulkanik aktif membuat sumber air panasnya memiliki karakteristik mineral tinggi yang dipercaya membawa manfaat terapeutik. Sebelum operasionalnya dihentikan, kawasan ini rutin menarik kunjungan dari berbagai daerah, menjadi tumpuan pendapatan bagi warga sekitar yang membuka usaha penginapan, kuliner, dan jasa pemandu. Sayangnya, aktivitas wisata sempat terhenti akibat beberapa faktor, termasuk dinamika aktivitas vulkanik dan kebutuhan renovasi infrastruktur yang mendesak.

Rasionalisasi Pembukaan Kembali

Bupati Kediri dalam beberapa kesempatan menyatakan bahwa potensi sektor pariwisata berbasis alam masih sangat besar dan belum tergarap optimal. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi alasan utama di balik rencana ini. Dengan kondisi keuangan daerah yang menuntut kemandirian fiskal, menggali kembali sumber-sumber potensial dari alam menjadi pilihan yang logis. Selain itu, masyarakat di sekitar Gunung Kelud telah lama menantikan kepastian agar dapat kembali bergerak secara ekonomi. Data dari Dinas Pariwisata setempat menunjukkan bahwa sebelum penutupan, angka kunjungan bisa mencapai puluhan ribu orang per tahun, yang kini hilang begitu saja.

Skema Pengelolaan dan Penataan Ulang

Agar tidak mengulangi kendala masa lalu, pemerintah kabupaten menyusun cetak biru penataan yang lebih matang. Infrastruktur dasar seperti akses jalan menuju lokasi, area parkir, kamar bilas, dan fasilitas sanitasi akan diperbaiki secara menyeluruh. Seorang pejabat dari dinas terkait mengonfirmasi bahwa kontraktor lokal telah dimenangkan dalam lelang proyek peningkatan fasilitas. Penekanan pada standar keselamatan dan kenyamanan pengunjung menjadi prioritas, termasuk pemasangan rambu-rambu zona bahaya mengingat status Gunung Kelud sebagai gunung api aktif. Selain itu, pengelolaan sampah dan limbah akan menggunakan pendekatan ramah lingkungan dengan melibatkan komunitas pecinta alam setempat.

Dampak Ekonomi yang Diproyeksikan

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kediri memproyeksikan bahwa dengan beroperasinya kembali wisata air panas ini, PAD dari sektor pariwisata dapat tumbuh sekitar 15 hingga 20 persen dalam dua tahun pertama. Angka tersebut didasarkan pada tren kunjungan sebelum penutupan dan pertumbuhan wisata alam pascapandemi. Selain tiket masuk, pendapatan akan digenjot dari retribusi parkir, sewa kios, dan berbagai event budaya yang rencananya akan digelar secara berkala di area wisata. Pedagang kaki lima yang dulu menggantungkan hidup dari destinasi ini juga akan diberi ruang dengan penataan yang lebih tertib agar tidak mengganggu estetika kawasan.

Respons Warga dan Pelaku Usaha

Warga Desa Sugihwaras, yang merupakan desa penyangga kawasan Kelud, menyambut rencana ini dengan antusias. Sumiati, seorang pemilik warung makan yang dulu berjualan di dekat lokasi, mengaku sudah menyiapkan modal tambahan untuk memperbaiki lapaknya begitu pintu wisata dibuka. "Dulu sehari bisa dapat ratusan ribu, sekarang cuma mengandalkan pembeli lewat yang jumlahnya tidak seberapa," ujarnya saat ditemui. Di sisi lain, beberapa pelaku usaha muda mulai merintis paket wisata petualangan yang mengombinasikan pemandian air panas dengan trekking ke kawah Kelud, berharap bisa menarik segmen wisatawan milenial dan pencinta alam.

Aspek Keamanan dan Mitigasi Bencana

Mengingat posisi geografis yang berada di lereng gunung api aktif, Pemkab Kediri tidak bisa mengabaikan faktor risiko. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menegaskan bahwa pembukaan kembali akan disertai dengan pemasangan alat deteksi dini dan sistem peringatan yang terintegrasi dengan pos pengamatan Gunung Kelud. Tim reaksi cepat juga akan disiagakan selama jam operasional, terutama pada musim liburan ketika volume pengunjung diprediksi melonjak. Protokol evakuasi darurat dan titik kumpul akan disosialisasikan kepada seluruh pedagang dan pekerja di kawasan wisata. Dengan langkah ini, pemerintah ingin memastikan bahwa aspek keamanan tidak dikorbankan demi mengejar target pendapatan.

Perkiraan Waktu Peluncuran dan Target Kunjungan

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri menyebutkan bahwa soft launching direncanakan pada triwulan terakhir tahun ini, bersamaan dengan peringatan hari jadi kabupaten. Sebelum itu, akan dilakukan uji coba operasional terbatas dengan mengundang komunitas travel blogger dan influencer lokal untuk mempromosikan secara organik. Target pada tahun pertama adalah mendatangkan sedikitnya 50.000 wisatawan, dengan harapan angka tersebut akan terus meningkat seiring dengan pembenahan fasilitas dan gencarnya promosi digital. Pemerintah juga akan menggandeng platform perjalanan daring untuk memudahkan calon pengunjung memperoleh informasi dan tiket.

Komitmen Keberlanjutan

Demi menjaga agar potensi ini awet dalam jangka panjang, Pemkab Kediri menandatangani nota kesepahaman dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan akademisi dari universitas setempat. Kolaborasi ini bertujuan untuk memantau dampak lingkungan dari aktivitas wisata, terutama terhadap kualitas air panas dan vegetasi sekitar. Program konservasi berupa penanaman pohon endemik di zona penyangga juga akan dimasukkan dalam paket wisata edukasi, sehingga pengunjung tidak hanya menikmati rekreasi tetapi juga berkontribusi pada pelestarian alam. Konsep ekowisata yang bertanggung jawab inilah yang akan menjadi identitas baru pemandian air panas Gunung Kelud di mata wisatawan nasional maupun mancanegara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User