Venkatachalam Anbumozhi Perkuat Riset Inovasi di ERIA
Jakarta — Venkatachalam Anbumozhi tercatat sebagai Senior Research Fellow for Innovation di Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), lembaga riset kebijakan yang bermarkas di Jaka...
Jakarta — Venkatachalam Anbumozhi tercatat sebagai Senior Research Fellow for Innovation di Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), lembaga riset kebijakan yang bermarkas di Jakarta. Posisi ini menempatkannya di jajaran peneliti senior yang bertugas mengarahkan kajian kebijakan inovasi untuk kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur.
Posisi Senior Research Fellow dalam Struktur Riset
Dalam hierarki penelitian ERIA, jabatan senior research fellow berada di lapisan peneliti berpengalaman yang umumnya memimpin program riset, menyusun laporan kebijakan, dan menjadi penghubung antara temuan akademik dengan kebutuhan para pembuat kebijakan. Untuk bidang inovasi, cakupan kerjanya mencakup pemetaan kapasitas inovasi di negara-negara anggota, analisis kebijakan teknologi, hingga rekomendasi strategi peningkatan daya saing industri.
Karya peneliti senior biasanya dipublikasikan dalam bentuk working paper, policy brief, dan laporan tahunan yang menjadi rujukan di forum-forum regional. Hasil kajian tersebut tidak hanya menjadi bahan diskusi akademik, tetapi juga menjadi dasar pertimbangan bagi negara-negara di kawasan dalam merancang kebijakan industri serta riset dan pengembangan teknologi.
ERIA: Lembaga Riset di Bawah East Asia Summit
ERIA didirikan pada 2008 berdasarkan kesepakatan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-13 yang berlangsung di Singapura. Lembaga ini beroperasi di bawah naungan East Asia Summit, forum yang menghimpun sepuluh negara anggota ASEAN beserta enam negara mitra, yakni Australia, Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru.
Mandat utama ERIA adalah menghasilkan riset kebijakan yang mendukung integrasi ekonomi kawasan. Sejak berdiri, lembaga ini telah menerbitkan berbagai kajian mengenai perdagangan, investasi, energi, perubahan iklim, ekonomi digital, hingga pengembangan usaha kecil dan menengah. Hasil kajian tersebut disampaikan kepada para pemimpin negara melalui kanal East Asia Summit dan ASEAN sebagai masukan kebijakan berbasis bukti.
Keberadaan ERIA di Jakarta menjadikannya salah satu pusat riset ekonomi regional yang strategis, mengingat posisi Indonesia sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan tuan rumah Sekretariat ASEAN.
Inovasi sebagai Agenda Strategis Kawasan
Fokus pada inovasi tidak terlepas dari fase transformasi yang tengah berlangsung di Asia Tenggara, dari perekonomian yang bertumpu pada sumber daya alam dan tenaga kerja murah menuju ekonomi berbasis teknologi dan pengetahuan. Komunitas Ekonomi ASEAN yang berlaku sejak 2015 menempatkan daya saing dan inovasi sebagai salah satu pilar utama integrasi kawasan.
Kesenjangan kapasitas inovasi antarnegara anggotanya masih menjadi tantangan nyata. Sebagian negara memiliki ekosistem riset dan industri teknologi yang relatif maju, sementara sebagian lainnya masih bergantung pada impor teknologi dan arus investasi asing. Riset kebijakan di bidang ini berperan untuk memetakan kesenjangan tersebut serta merumuskan langkah kolektif maupun nasional yang dapat ditempuh.
Isu yang kerap menjadi sorotan dalam kajian inovasi kawasan meliputi digitalisasi industri, transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia di bidang sains dan teknologi, perlindungan kekayaan intelektual, serta peran inovasi dalam transisi energi hijau. Agenda-agenda tersebut menuntut data, analisis, dan rekomendasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Di titik inilah kontribusi peneliti senior seperti Anbumozhi diharapkan hadir.
Relevansi bagi Kebijakan Berbasis Bukti
Hadirnya figur senior di bidang inovasi di tubuh ERIA memperkuat kapasitas lembaga dalam menjawab kebutuhan negara-negara anggota akan kebijakan yang didasarkan pada bukti. Kajian yang solid di bidang inovasi dapat membantu pemerintah di kawasan menyusun prioritas pembangunan, mengalokasikan anggaran riset, serta membangun kemitraan dengan sektor swasta dan institusi pendidikan.
Ke depan, perkembangan ekonomi global yang semakin ditentukan oleh teknologi menjadikan riset inovasi sebagai salah satu instrumen penting dalam menjaga daya saing kawasan. Peran Venkatachalam Anbumozhi sebagai Senior Research Fellow for Innovation akan diukur dari sejauh mana hasil kajiannya mampu menjadi rujukan bagi pengambilan keputusan di tingkat nasional maupun regional.
Comments (0)