Trump Ejek Komunisme di Perayaan Hari Kemerdekaan AS, Sebut Ajaran Itu ‘Pecundang’

Washington DC – Di tengah gemerlap perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat, Presiden Donald Trump melontarkan kecaman keras terhadap paham komunisme. Dalam pidato bertajuk “Salute to Ameri

Jul 06, 2026 - 07:34
0 0
Trump Ejek Komunisme di Perayaan Hari Kemerdekaan AS, Sebut Ajaran Itu ‘Pecundang’

Washington DC – Di tengah gemerlap perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat, Presiden Donald Trump melontarkan kecaman keras terhadap paham komunisme. Dalam pidato bertajuk “Salute to America 250” yang digelar di National Mall, Washington DC, Sabtu (4/7/2026) waktu setempat, Trump dengan tegas menyatakan bahwa AS tidak akan pernah menjadi negara komunis.

Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan ribuan warga dan jajaran militer yang memadati pusat ibu kota. Trump, yang mengenakan setelan gelap, mengepalkan tangan saat mengucapkan kata-kata yang langsung disambut sorak-sorai pendukungnya. “Amerika tidak akan pernah menjadi negara komunis. Tidak akan terjadi. Komunisme adalah pecundang dan akan selalu begitu,” ujar Trump dengan nada lantang, seperti dilaporkan tim Lurusin.com yang hadir di lokasi.

Pidato Penuh Nasionalisme

Pidato Trump pada peringatan bersejarah itu sarat dengan pesan nasionalisme dan kejayaan militer. Ia memanfaatkan momen tersebut untuk menegaskan kembali doktrin anti-komunisme yang menjadi salah satu pilar kebijakan luar negerinya. Menurut pengamat, serangan verbal terhadap komunisme ini bukan hanya ditujukan untuk konsumsi domestik, tetapi juga sinyal geopolitik di tengah persaingan kekuatan global yang kian memanas.

“Kita tidak akan membiarkan ideologi gagal itu menginjakkan kaki di tanah air kita. Amerika dibangun di atas kebebasan, bukan tirani,” tegas Trump dalam bagian lain pidatonya. Ia lalu membandingkan sistem ekonomi pasar bebas AS dengan negara-negara sosialis yang disebutnya “tertinggal dan tertindas”.

Pamer Kekuatan Militer

Tak hanya mengejek komunisme, Trump juga membanggakan keunggulan militer AS. Sejumlah alutsista canggih dipamerkan dalam parade, termasuk jet tempur siluman F-35 dan tank Abrams. “Kami memiliki militer terkuat di muka bumi. Tidak ada kekuatan lain yang bisa menandingi kami,” klaim Trump yang disambut tepuk tangan meriah.

Acara “Salute to America 250” sendiri dirancang sebagai perayaan akbar untuk menandai seperempat milenium kemerdekaan AS dari Inggris Raya. Selain parade militer, acara itu dimeriahkan dengan pesta kembang api dan konser musik country. Namun, pidato Trump yang bernada politik menuai kritik dari sejumlah pihak yang menilai momen sakral itu seharusnya dihindari dari serangan partisan.

Media kami mencatat, pernyataan Trump ini sejalan dengan retorika kampanyenya yang kerap menggunakan isu anti-komunisme untuk memobilisasi basis pemilih konservatif. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah negara-negara yang menganut paham komunis, seperti China dan Vietnam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User