Kota Tangerang Selatan – Sebuah unit ruko yang digunakan sebagai tempat produksi dan penjualan kue di kawasan Pasar Ciputat dilalap si jago merah pada Rabu sore. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini berkat kesigapan petugas Dinas Pemadam Kebakaran setempat.
Awal Mula Api
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa lidah api pertama kali meliuk dari bagian dapur toko kue tersebut. Seorang saksi mata yang berada di sekitar lokasi mengaku mendengar suara letupan kecil sebelum asap tebal membubung. ‘Saya lihat ada asap dari ventilasi, lalu tiba-tiba api sudah membesar,’ ujarnya. Diduga api bermula dari peralatan memasak yang sedang digunakan untuk memanggang kue. Material yang mudah terbakar seperti minyak, tepung, dan gas LPG mempercepat perambatan api ke seluruh bangunan.
Operasi Pemadaman
Petugas Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan menerima laporan sekitar pukul 15.30 WIB dan langsung mengerahkan tiga unit mobil pemadam ke lokasi. ‘Kami langsung meluncurkan unit dari pos terdekat begitu laporan masuk,’ kata Komandan Regu Damkar. Sesampainya di TKP, api sudah membesar dan melalap hampir seluruh bagian depan ruko. Proses pemadaman memakan waktu sekitar 30 menit. Petugas terpaksa menggunakan teknik pemadaman dari luar karena risiko ambruknya struktur bangunan. Alhamdulillah, api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke ruko lain yang berdekatan.
Kerugian Material
Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Seluruh stok bahan baku kue, peralatan produksi, dan sebagian bangunan hangus terbakar. Pemilik toko yang terlihat syok enggan berkomentar banyak. ‘Saya baru dapat kabar, langsung ke sini. Semua sudah jadi begini,’ katanya singkat. Beberapa karyawan yang sempat berada di lokasi berhasil menyelamatkan diri tepat waktu.
Evakuasi dan Pengamanan
Kejadian ini sempat memicu kepanikan di kalangan pedagang dan pembeli. Sejumlah relawan dan petugas keamanan pasar membantu mengamankan lokasi dan mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan akibat kerumunan warga yang ingin melihat. ‘Kami langsung meminta warga menjauh karena asapnya sangat tebal dan dikhawatirkan ada ledakan susulan dari tabung gas yang ada di toko itu,’ ujar seorang anggota Satpol PP yang berada di lokasi.
Tim Pemadam Kebakaran bekerja ekstra keras karena akses menuju titik api cukup sempit, hanya satu jalur mobil yang bisa dilalui. Selain itu, banyaknya lapak pedagang di sekitar pasar membuat manuver mobil damkar terbatas. Beruntung, ketersediaan air dari hidran terdekat masih memadai, sehingga operasi pemadaman tidak terkendala suplai air.
Penyelidikan dan Imbauan
Penyelidikan awal oleh pihak berwenang mengarah pada korsleting listrik atau kelalaian dalam penggunaan kompor. ‘Kami masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. Namun, dari analisis sementara, api bermula dari area dapur,’ jelas seorang penyidik. Pihak damkar mengimbau para pelaku usaha di pasar untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan menyediakan alat pemadam api ringan. Berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran, sepanjang tahun lalu terjadi tiga kebakaran serupa di kawasan Ciputat, yang sebagian besar disebabkan oleh masalah instalasi listrik dan kelalaian penggunaan peralatan dapur.
Setelah api padam, petugas melanjutkan dengan proses overhaul, yaitu memeriksa sisa-sisa puing untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang bisa kembali menyala. ‘Ini prosedur standar untuk mencegah kebakaran ulang. Kami basahi total semua area yang terdampak,’ kata Komandan Regu.
Pasar Ciputat sendiri merupakan salah satu pusat perdagangan tradisional yang cukup ramai di wilayah itu. Kebakaran yang melanda toko kue ini adalah yang pertama terjadi tahun ini. Dinas terkait akan melakukan inspeksi keamanan listrik dan penempatan tabung gas di area pasar dalam waktu dekat untuk meminimalisir risiko serupa.
Pihak berwenang mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di area padat perdagangan. Memastikan peralatan listrik dan kompor dalam kondisi baik sebelum meninggalkan tempat usaha adalah langkah sederhana yang dapat mencegah kejadian serupa. Bagi pemilik usaha yang memproduksi makanan dengan suhu tinggi, disarankan untuk memiliki sistem pemadam otomatis dan memeriksa secara berkala instalasi gas serta listrik.
Comments (0)