Sutrimo Ditemukan Tak Bernyawa, Sprei Melilit Tubuh dan Mulut Berbusa
Seorang pria bernama Sutrimo ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kediamannya pada Kamis pagi. Penemuan tersebut langsung menggegerkan warga sekitar. Jasad korban diketahui terbaring terlentang ...
Seorang pria bernama Sutrimo ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kediamannya pada Kamis pagi. Penemuan tersebut langsung menggegerkan warga sekitar. Jasad korban diketahui terbaring terlentang dengan mulut mengeluarkan busa, sementara sehelai sprei membalut sebagian tubuhnya. Kejadian ini memunculkan sejumlah spekulasi karena sebelumnya beredar informasi bahwa korban sempat ditutupi sprei oleh orang tak dikenal dan dibawa keluar dari rumah.
Penemuan Jasad pada Pagi Hari
Berdasarkan keterangan sejumlah warga, jasad Sutrimo pertama kali terlihat sekitar pukul 08.00 WIB. Seorang saksi yang tinggal tak jauh dari lokasi, Deni, menjadi salah satu orang yang kali pertama menyaksikan kondisi korban. Menurut pengakuannya, Sutrimo sudah tidak bergerak saat ia tiba di tempat kejadian. Tubuhnya rebah dalam posisi terlentang, dengan busa putih tipis masih mengering di sekitar mulut dan pipi. Sprei berwarna terang menutupi badan bagian bawah hingga dada, sementara bagian wajah dan lengan tampak terbuka.
Deni menegaskan bahwa ia segera menghubungi ketua rukun tetangga dan meminta bantuan warga lain untuk menghubungi pihak kepolisian. Tak ada barang berharga yang hilang dari dalam rumah, namun sejumlah perabot sederhana terlihat agak bergeser dari tempat semula.
Kesaksian tentang Sprei dan Keberadaan OTK
Cerita mengenai keterlibatan orang tak dikenal (OTK) mencuat ke permukaan setelah beberapa tetangga mengaku melihat aktivitas mencurigakan pada malam sebelum penemuan. Dua remaja yang melintas di depan rumah korban sekitar pukul 21.00 WIB menyebutkan bahwa mereka sempat memperhatikan sosok-sosok asing membawa gulungan sprei besar dari arah pintu samping. Saat itu, saksi mengira tindakan tersebut hanyalah bagian dari kegiatan rumah tangga sehingga tidak dihiraukan lebih lanjut. Namun, paginya mereka terkejut mendapati bahwa Sutrimo sudah tidak bernyawa dengan sprei yang sama melilit tubuhnya.
“Waktu malam saya lihat ada dua atau tiga orang, seperti lagi angkat sesuatu pakai sprei. Saya kira lagi bersih-bersih, ternyata paginya korban sudah meninggal,” ujar salah seorang remaja yang enggan disebutkan jati dirinya.
Kesaksian ini memperkuat dugaan bahwa Sutrimo sebelumnya sempat ditutupi kain sprei dan dipindahkan—entah dalam kondisi masih hidup atau sudah meninggal—oleh sejumlah individu yang hingga kini belum teridentifikasi. Polisi belum memberikan keterangan resmi apakah ada tanda-tanda kekerasan selain posisi tubuh yang ganjil dan busa yang keluar dari mulut.
Kondisi Tubuh dan Dugaan Penyebab Kematian
Selain mulut berbusa, terdapat beberapa temuan awal yang dicatat oleh petugas medis di lokasi kejadian. Kulit wajah Sutrimo pucat keabu-abuan dan tidak ditemukan luka terbuka yang signifikan. Namun, bekas tekanan kemerahan terlihat di bagian pergelangan tangan kiri, diduga akibat ikatan atau pegangan yang kuat. Bau menyengat yang tidak lazim juga sempat tercium oleh warga yang berada di sekitar jasad, meskipun belum dapat dipastikan berasal dari zat kimia tertentu atau kondisi tubuh yang mulai berubah.
Kepolisian menyatakan akan melakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian Sutrimo. Seorang penyidik yang menangani kasus ini mengatakan bahwa busa pada mulut sering kali mengindikasikan reaksi terhadap racun tertentu, overdosis obat, atau gangguan pernapasan akut. Meski begitu, ia menekankan bahwa hasil forensik tetap menjadi acuan utama sebelum mengambil kesimpulan.
Langkah Penyelidikan dan Respon Keluarga
Setelah olah tempat kejadian perkara, aparat membawa jasad Sutrimo ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih detail. Sejumlah saksi, termasuk Deni dan tetangga yang melihat pergerakan OTK pada malam sebelumnya, telah dimintai keterangan secara terpisah. Polisi juga menyita sprei yang membalut tubuh korban serta beberapa benda dari dalam rumah yang dianggap bisa menjadi petunjuk.
Pihak keluarga Sutrimo, melalui adik korban, menyatakan rasa terpukul dan meminta agar pelaku segera diungkap. Mereka mengaku tidak memiliki musuh dan sulit memahami mengapa saudaranya harus mengalami kejadian seperti itu. Adik korban juga membenarkan bahwa Sutrimo tinggal sendirian dan kesehariannya dikenal pendiam serta jarang bersosialisasi jauh.
Hingga saat ini, polisi masih memburu jejak OTK yang diduga kuat terlibat dalam peristiwa ini. Rekaman kamera pengawas dari salah satu rumah warga tengah ditelusuri untuk memperoleh gambaran lebih jelas mengenai pelaku dan kronologi malam kejadian. Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada serta segera melapor jika mengetahui informasi yang berkaitan dengan kematian Sutrimo.
Belum ada pernyataan resmi apakah kematian Sutrimo masuk dalam kategori pembunuhan, bunuh diri, atau kecelakaan. Namun, bukti sprei yang melilit serta kesaksian mengenai keberadaan orang tak dikenal semakin mengarah pada indikasi kuat adanya tindak pidana di balik kematian pria tersebut.
Comments (0)